Monday, November 11, 2013

"Mamah Aku Kangen"

Tak jarang beberapa hari belakangan, aku menemukan beberapa temanku memposting di akun sosial media mereka dengan kata kata "mamah aku kangen, bolehkah ku pulang sejenak?," "mamah aku kangen, mau pulang ke rumah," dan sebagainya. Iri rasanya bisa melihat mereka memposting itu dan memang nyatanya masih ada sosok fisik akan tujuan kata kata mereka itu. Rasanya aku ingin juga memposting "mamah aku kangen, bisakah kita bertemu, canda gurau, dan mencurahkan segala penatku?." Tapi aku berfikir bahwa, apakah halal atau pengecualian dari Allah kah aku bisa ke haribaanNya untuk bertemu mama ku dan meluapkan segala penatku dan ingin merasakan semangatnya?, kurasa tak mungkin hal itu terjadi. Memang terlihat lembek dan ringkih untuk seorang anak laki-laki seperti ku selalu merindu sosok mama hampir setiap hari. Namun ku tak peduli, aku sungguh rindu mama ku. Sungguh aku merindunya. Aku ingin rasanya bisa memposting seperti itu dengan destinasi yang cocok dalam menggambarkan postinganku itu. Tapi apalah daya, beliau sudah lebih dulu pergi tanpa bersamaku. Mungkin beberapa orang akan mensuggest ku untuk "kirimlah doa untuk mama mu yoko," aku tau aku jarang shalat menghadapnya, tapi aku selalu berdoa sebelum aku tidur dan aku selalu meminta sampaikanlah keluh kesahku akan menjalani usia remaja ku disini kepadanya. Bagiku untaian doa, melihatnya dari sebuah foto keluarga yg terpampang besar di ruang tamu, amatlah kurang mengisi relung hatiku yang sungguh amat merindukannya. Sungguh aku ingin bertemu dengannya, bertegur sapa, bercerita perjalanan hidup, bercerita tentang mimpiku, bercerita apa yang kucapai, dan bercerita apapun tentang dunia ini. Moment itu yang selalu ku rindukan hingga saat ini. Sampai detik ini aku menulis di blog kesayanganku soal mama, tak lain adalah sebagai media pengganti berkeluh kesah dan rindu kepadanya. Dengan sebuah keyakinan, bahwa apapun yang ku torehkan disini, mama selalu memperhatikanku. I miss you mom :")

Sunday, September 22, 2013

Senyumku Pertahananku

Halo bloggers, kali ini kembali mau menorehkan tinta kehidupan nih di blog saya, semoga tidak pernah bosan membaca celotehan saya di blog ini :).

Saat usia ku sudah menginjak 20tahun ini, entah kenapa aku merasakan banyak sekali ujian dariNya. Dalam otak aku berfikir mungkin Dia sayang kepadaku, sehingga begitu banyak "UTS" dan "UAS" yang Dia berikan dalam ujianNya di dalam hidupku. Khususnya dalam ujian kesabaraku menghadapi ayahku. Entah apa yang ada di benaknya, usahaku yang ingin mencoba tidak merepotkan dia dari sisi financial keseharianku dengan cara aku bekerja part time, di anggapnya membangkang. Di anggapnya meremehkannya, di anggapnya melawannya selaku orangtua. Entah dimana pikirannya, entah bagaimana lagi caranya aku menyampaikannya kepadanya bahwa aku disini bergelut dengan segala kegiatanku hanya ingin mencoba tidak merepotkannya. Semalam aku bertengkar hebat dengannya, sungguh hebat, aku dengannya cekcok mulut entah bagaimana lagi hanya untuk menyampaikan AKU INGIN MENCOBA TIDAK MENYUSAHKANMU. Dan pembicaraan semalam aku dengannya cukup membuat hati ini hancur sehancur hancurnya, baru ku tahu bahwa dia sama sekali bahwa dia tidak suka aku melakukan part time, sungguh ku kalap. Semua apa yang menjadi gundah gulana di hatiku ku sampaikan, namun yang ada beliau semakin meninggi dan menghempasku dengan kesimpulan di otakku bahwa aku ANAK SAMPAH haha :D. Ya sampah, karena aku tidak akan pernah bisa membuahkan sesuatu yang baik dan progresive di benaknya. Tapi di balik itu semua, ku mencoba mensyukuri, bahwa aku di "paksa" olehNya untuk menjadi sebuah anak yang berkualitas tinggi (insyaAllah). Dalam setiap perjalananku, aku selalu berkata dalam hati "pak, seberapa keras pun kata kata mu yang tidak pernah mendukungmu, aku akan buktiin bahwa aku bukan anak yang berandalan dan aku bisa sukses meraih mimpi dan anganku di dunia ini insyaAllah."

Sekemelut apapun di rumahku dengan ayahku, ketika aku keluar rumah, aku selalu merasa bagaikan burung yang bebas dari sangkar, sekalipun banyak gundah gulana di kepala ku mengenai kata kata ayahku, tapi aku selalu berusaha tersenyum ketika aku keluar rumah dan tidak ingin menunjukkan kepada sahabat dan temanku bahwa aku sedang bermasalah di rumah. Beruntungnya lagi aku memiliki sahabat dan teman yang tidak neko neko, bahkan jauh dari kata neko neko, aku banyak belajar hidup dari mereka, aku belajar banyak persahabatan dari mereka. Dan mereka pendukungku untuk terus berkembang, sekalipun aku di rumah hancurnya seperti apa melihat tingkah ayah kandungku sendiri begitu "menghardik" ku.

Air mata ini sudah di rasa kering dan hati ini sudah di rasa keluh untuk selalu merasakan deruan perkataan ayahku. Yang terpenting aku memiliki sahabat sahabat yang insyaAllah bisa membawa dampak baik untukku dan hidupku. Mereka salah satu alasanku untuk tetap tersenyum.

Selamat malam semua :).

https://si0.twimg.com/profile_images/378800000488720230/eb654f9f9212f9f8e91a985b40bf6346.jpeg

Saturday, September 14, 2013

Change The Lyric ('Bout Bestfriend Again)

Every part in my heart I'm giving out
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'll let them know

They're the one, They're the one, I say it loud
They're the one, They're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves

Every part in my heart I'm giving out
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'ma let 'em know

They're the one, they're the one, I say it loud
They're the one, they're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life

Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life

Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah

-Taio Cruz - Tell The World-


I want to say that to all of em, but sometimes i feel they're not thinking about me like their bestfriend too. Ya...the end of the time, i just hope, that thing just my decoy in my mind.

Goodnight ;)

Wednesday, September 11, 2013

Definisi Sahabat Di Benak Saya

Halo bloggers, ketemu lagi di 'diary' saya yang baru. Kali ini saya ingin menuliskan tentang apa sih itu definisi sahabat. Gak lama-lama, berikut saya akan memaparkan definisi sahabat dari beberapa orang yang saya survey, yakni ;

1. "sahabat itu ya ketika ada saat lo dalamn situasi apapun, gak ada tembok, gak ada batas, dan feedback yang lo dapetin setimpal dengan apa yang lo lakuin ke mereka (kebaikan). Tapi satu syarat, feedback baik tersebut bakal datang ke hidup lo, kalo lo tulus memberikan kebaikan itu kepada mereka." Definisi pertama ini, saya dapatkan dari seseorang yang merasa sebenarnya sahabat itu gak ada, karena menurut pengalaman dia ya yang namanya sahabat itu gak ada, semua memiliki kepentingan ketika mereka mendekatkan diri ke kita.

2. "sahabat itu menurut gw, ya ketika lo susah dia ada, ketika lo seneng dia ada, ketika lo bener ya dia juga ada, ketika lo salah, dia gak akan membenarkan lo hanya karena dia sahabat lo. Tapi sejujurnya, gw itu individualis, gw sampe sekarang belum nemuin sahabat, ya karena menurut gw, sahabat gw itu calon istri gw kelak, dan keluarga gw. Bukan orang di luar keturunan gw. Menurut gw, lo terlampau cepat melabelisasi orang-orang di sekitar lo, sedangkan yang gw tau, penglabelan itu datangnya dari ekspektasi, dan ekspektasi akhirnya ke dua hal, antara emang sesuai ekspektasi lo atau jauh drastis dari ekspaktasi, nah ketika jauh dari ekspektasi, siapa yang sakit?. Ya diri lo sendiri, kalo mereka gak sesuai dengan apa yang udah lo lakukan untuk mereka, ya mending lo anggap mereka temen baik aja. Karena gak selamanya lo bisa diam." Ini saya dapatkan dari salah orang yang saya kenal dari semester 1 di kampus Paramadina. Dia bassicnya indivualis (dalam memandang definisi sahabat), tapi dia memiliki banyak teman deket di sisinya.

3. "sahabat itu menurutku gak ada ka, kenapa gak ada?. Karena menurutku, sahabat kan forever ya, ya sedangkan di dunia ini gak ada yang selamanya bisa abadi. Kenapa aku bilang gak ada yang selamanya?, karena mereka gak selamanya ada di sisi kita di segala moment ka, kan mereka punya kesibukan sendiri." Ini saya dapatkan dari junior saya yang juga berfikir bahwa sahabat tidak ada. Yang ada hanya temen baik, that's enough.

4. "sahabat itu simple, dia baik sama lo karena emang mereka tulus temenan atau sahabatan sama lo." Kalau ini jawaban paling singkat yang pernah saya dapat tentang observasi ini, melalui pertanyaan panjang lebar. Ya dari senior saya tepatnya.

Ya begitulah opini-opini orang yang saya observasi, mereka punya pandangan tersendiri mengenai arti kata sahabat itu. Ada yang masuk akal menurut saya adapun yang radikalnya gak ketulungan. Ya begitulah namanya hidup, semua orang punya opini akan fenomena hidup itu sendiri. Tapi akibat observasi kecil-kecilan yang saya lakuin ini, ada satu konsep yang keluar dari otak saya mengenai difinisi sahabat, yaitu "sahabat gak papa hanya satu arah datangnya (means hanya dari sisi gw aja yang nganggep mereka sahabat, tapi belum tentu mereka anggep gw sahabat mereka karena satu dan lain hal), tapi yang penting gw selalu ngelakuin hal yang terbaik buat mereka, dan mereka seneng. Maka gw pun insyaAllah akan seneng melihat mereka seneng. Dan satu lagi, gw harus bisa memastikan kadar sayang gw sama sahabat sahabat gw gak akan pernah berkurang, sekalipun masalah gak kelar kelar datengnya. Semua bisa di selesaikan." Itu deh definisi sahabat menurut gw, satu arah gak papa, yang penting tulus ikhlas :).

Sekian curhatan kali ini ya bloggers, semoga kalau yang baca 'diary' saya ini memiliki kesamaan cerita hidup dalam memaknai sahabat, 'diary' ini bisa menginspirasi kalian.

Assalamualaikum

"sometimes your bestfriend, your the biggest enemy in your life. even that things comes up, keep show the best part of you" - anonymous.

Wednesday, September 4, 2013

Hidup Itu Warna

September, 4 2013

Selamat malam DreamCatcher di luaran sana, apa kabar kalian semua?. Mudah mudahan senyum selalu terus terpampang di wajah kalian dengan berseri-seri serta tulus ikhlas dalam hati. Kali ini ingin meluangkan cerita lagi di sahabat saya yang satu ini, ya kegiatan menulis cerita ini di rasa menjadi sebuah kebiasaan yang sudah terpatri di otak, hati, dan tangan saya ketika saya rasa "oksigen" kehidupan dunia ini sudah mulai menipis dan menghimpit dada.

Kali ini saya mau bercerita tentang hidup saya yang di rasa penuh warna, ya ada kalanya warna terang nan indah begitu menyeruak di dalam setiap langkahku, namun tak jarang juga warna kelam juga menyeruak di jalan ini. Hmm....rasanya ingin melempar "kain kanvas" ini ketika aku begitu banyak mendapatkan tinta hitam gelam, bahkan kelam untuk "kain kanvas" ini. Ya!!, kali ini tinta itu ada lagi di hadapan saya, ingin saya hempas rasanya, ingin saya buang buang jauh tinta itu, namun di rasa sulit tangan ini untuk sekedar menganyunkan botol tinta itu untuk di hempaskan keluar ruangan hati ini. Yang tersisa hanya apa?, hanya ketololan saya, hanya kebodohan saya, hanya kegoblokan saya, yang terus memaksakan senyum di saat kondisi hati ini begitu gelam untuk mengeluarkan cahaya senyum. Ya saya orang yang sangat enggan untuk mendirect ke orang yang saya tuju untuk saya beritahu bahwa saya MUAK!!, saya sangat menjaga itu. Entah kenapa begitu tololnya saya mempunyai sifat ini.

"Tinta" gelam yang ku maksud ini adalah orang orang yang ku ANGGAP SAHABAT, ku ANGGAP KELUARGA ku, ku ANGGAP TEMPAT TERNYAMANKU, di rasa mereka semua berubah 180". Jauh semakin menjauh dari kata kata yang saya paparkan itu. Dan saya kembali mempertanyakan dalam benak dalam hati "sahabat itu ada ya?. Bentuknya gimana ya?. Di rasa tidak pernah ada sosok nyata untuk kata itu dalam hidup saya." Rasanya sakit melihat mereka, rasanya perih liat mereka di rasa tidak pernah menghargaiku, dan di rasa terlalu pedih ketika mereka terlalu hiruk pikuk dengan dunia mereka sendiri, tanpa dia sadari ada aku di sisi mereka. Ya itulah kebiasaan mereka yang ternyata dari dulu sudah bersarang dalam hubungan yang ku anggap sahabat ini. Saya terlalu naif untuk menyadari, bahwa mereka tidak menganggap ku sahabat layaknya aku menganggap mereka sahabat. Hanya satu yang ku sadari, aku hanya NEW COMER di tengah 4 sekawan ini yang ku anggap sahabat, jadi ku rasa memang tidak mungkin mereka menganggapku sahabat seperti halnya sahabat lainnya :). Mau seperti apapun mereka, aku akan tetap berusaha normal, karena menurutku mereka lah ya memang keluargaku, kakaku yang tidak pernah ku dapatkan kedua sosok itu di rumah ;). Aku disini selalu untuk mereka, walaupun ku sadari aku bagaikan manusia mengais matahari yang tak pernah tau ujungnya dimana.

"Once bestfriend, it will be a bestfriend forever" - anonymous

Saturday, August 24, 2013

Teman,Junior,Dan Tempat Bertukar Pikiran

Hola bloggers, mau menggoreskan tinta maya lagi nih. Kali ini saya ingin bercerita tentang dua insan penerus Paramadina Choir yang menurut pandangan saya mereka adalah bocah bocah hebat yang bisa mengerti pikiran saya.

Langsung to the point saja ya :), dua insan itu adalah Fathul Bachri Sugama dan Fika Herlan. Kedua junior,teman dan tempat tukar pikiran saya ini sangatlah hebat, hebat dari sisi apa?. Oke saya jabarkan abbility mereka (berasa main game console arcade).

Mulai dari Fathul Bachri Sugama, bocah Makassar ini adalah mentee saya di Paramadina Choir dari sekian mentee di bawah naungan saya yang paling intens sampe sekarang bertukar fikiran, mulai dari urusan Choir hingga curhat. Awalnya ketika ada program mentoring, saya orang yang sangat riskan dengan hal itu. Kenapa?, karena saya merasa pribadi yang di rasa kurang bisa membina orang lain, saya juga gak pede dan takut apa yang saya bimbing ke mereka tidak membuat perubahan berarti bagi pribadi mereka. Namun nyatanya setelah di jalani, saya berhasil menyebarkan semangat saya dalam Choir kepadanya, saya juga mungkin berhasil menyebarkan semangat Divisi Sponsorship kepadanya untuk Choir. Selain itu anak ini hebat di mata saya karena dia bisa jadi soli di lagu dengan tingkat kesulitan nada yang cukup rumit, dia juga di percaya menjadi Person In Charge (PIC) untuk ajang promosi Paramadina Choir di acara Grha Mahardika Paramadina (sebutan ospek kampus saya) beberapa hari lalu. Dia juga penyanyi baru untuk angkatannya (2012) yang bisa ikut Paramadina Choir dalam kompetisi Paduan Suara Internasional yang kami ikuti di Vietnam kemarin. Dan berkat dia sebagai soli juga, kami mendapat gelar The Champion of Mixed Choir Category Difficulty Level II kemarin. Kurang hebat apa bocah ini?.

Kedua adalah Fika Herlan, si anak Alto yang terus berkembang menurut saya. Kenapa saya katakan berkembang?, karena ketika awal masuk Choir, produksi suara anak ini masih banyak mengeluarkan udara ketimbang suara, namun event bersama Paramadina Choir goes to Mall Ciputra kemarin, dia di percaya untuk jadi panutan suara bagi sesama teman satu suaranya (Alto). Selain dari bidang suara, dia juga di percaya menjadi Person In Charge juga bersama Fathul dalam ajang promosi GMP kemarin, bukan main hebatnya ini anak menurut saya.

Dan kedua anak inilah yang saya harapkan semangat saya dalam segala hal Choir menular ke mereka untuk kebaikan kepengurusan mereka selanjutnya. Saya berharap Fathul bisa menjadi ahli sponsorship yang handal, dan Fika menjadi Observer penampilan Choir Universitas lain yang bisa menginput nilai nilai baik untuk Paramadina Choir ke depannya. Walau saya sempat kecewa dulu saya tidak bisa menjabat sebagai ketua Paramadina Choir ataupun Wakil Paramadina Choir, dan memilih untuk stuck di Divisi Sponsorship untuk team ini, tapi saya bersyukur karena jabatan saya yang gak penting dalam team ini insyaAllah memberikan nilai nilai kecil yang positif bagi mereka dan pengurus 2012 lainnya kelak nanti.

Semangat Fathul semangat Fika :D. Kelak kami 2011 mungkin tak bisa intensif lagi dengan team, tapi sebisa mungkin kami akan mem back up kalian :").

Hidupku Di Usia 20 Tahun

Halo bloggers, hari ini kembali ingin menorehkan cerita bahagia yang ingin aku bagikan kepada sesama :). Ini soal kejutan kejutan kecil nan hangat di usia ku ke 20 kemarin (22 Agustus 2013). Tepat di hari Kamis,22 Agustus 2013 kemarin usia ku genap 20 tahun. Kalo kata orang sih harusnya sweet seventeen, tapi bagi saya being 20 is better than sweet seventeen :D, kenapa bisa begitu?, karena di perayaan kali ini banyak sekali kejutan kejutan kecil nan hangat dari sekitarku. Apa saja kejutannya?, oke aku akan menjabarkannya ;

Pertama, di ulangtahun ku kali ini jadi spesial karena ini adalah kali pertamaku merayakan ulangtahun dengan seorang sahabatku yang dari Majalengka, nama nya Krisnawati. Ya dia teman Paduan Suara ku dan si bocah Sunda yang suka nyanyi dengan suara merdunya. Ini kali pertama kita ngerayain ulangtahun sama sama,layaknya saudara kembar (entah kembar dari mananya hahaha). Lalu, di ulangtahunku kali ini aku juga mendapatkan kejutan dari sahabatku yang lainnya yaitu si Muhammad Fadly (sahabatku dari Makassar yang ngeselinnya kadang bikin naik pitam, tp sabarnya bukan kepalang), Nisa Hudzaifah (mojang Bandung yang introvert kadang kadang, tp selalu suka menghibur kayak badut Ancol), dan Fina Azmiya (bocah Klaten *kayaknya* yang sampe sekarang udah 2 tahun di Jakarta namun logat jowo nya nda ilang ilang). Kejutan kecil dari mereka adalah satu baki Ice Cream Walls Selection, di hiasi dengan lilin kecil nan terang (yaiyalah namanya juga lilin .-.) Tepat di pukul 00.00. Walaupun si Fadly sempet ngeselin karena mengundur waktu makan ku dengan perut keroncongan, tapi semua di tutup dengan baik oleh Ice Cream berlilin yang mereka suguhkan. Aku sayang kalian semua wahai sahabat :").

Ternyata kejutan gak sampai di situ, sepulangnya aku ke rumah setelah aku bercengkrama dengan sahabat sahabat ku tadi, tiba tiba kaka ipar perempuanku menelisik ke kamarku dan memberikan sekotak Cheese Cake Factory bertuliskan "Happy Birthday Om Indra" dengan gurauannya. Dan dia Mba Fatmawati namanya, kaka ipar ku yang baik :").

Kedua, tepat di tanggal 22 Agustus pagi, aku di suruh atasanku Mba Yosie Wulandari (Mba Wulan) untuk masuk shift pagi, yang awalnya aku kira memang shift ku di pindahkan, namun hal itu adalah sebuah intrik dari Mba Wulan untuk memberikan kejutan kue ulangtahun di jam setelah makan siang. Dan siang itu otomatis suasana kantor jadi ricuh dengan orang orang berhamburan datang ke ruangan untuk nyicipin kue dan memberikan selamat :"). Terimakasih Mba Wulan, Mba Ibel dan semuanya :"D.

Ketiga, ini kejutan paling stress menurut saya. Tepat di tanggal 23 Agustus pagi, whatsapp saya kena chatting attack dari sohib SMP si Iskandar Munde Zulkarnain, dia mengucapkan ulangtahun via whatsapp dan plus mengucapkan ulangtahun kepada saya via Trax Fm. Namun akibat handphone saya sudah mati dari malam hari, jadi Iskandar pun menggantikan saya untuk di interview Trax Fm perihal pribadi saya dan kehidupan saya. Dan berkat dia juga, mention Twitter penuh ucapan ulangtahun dari Trax Fm dan pendengarnya yang saya gak tau dari mana asalnya. Semua mengucapkan selamat ulangtahun, bahkan ada yang bilang "selamat ulangtahun ka yoko, terus membanggakan Almarhumah mamanya di Surga ya ka" buffff itu bener bener surprise yang gak terkira -_-. Dan membuat saya merasa jadi artis 1 hari.

Dan masih banyak lagi ucapan ulangtahun nan unyu yang berdatangan dari teman, senior, dan junior yang membuatku merasa being 20 its better than celebrate 17.

Terimakasih sahabat sahabatku (Fadly,Nisa,Fina,Iskandar,Nina). Terimakasih ibu boss (Mba Wulan). Terimakasih kaka iparku yang baik nan cantik (Mba Fatma). Terimakasih teman teman, senior, junior. Dan terimakasih semua orang yang telah mengucapkan ulangtahun ke saya dan tak bisa  saya ucapkan satu satu. Saya beruntung bisa bernafas sampai di usia 20 tahun di sisi kalian dan semoga saya bisa terus semakin baik dalam menyuguhkan apapun untuk kalian dan sekitar.

Sekian curhatan saya hari ini. Dan teruslah bersyukur dalam situasi apapun. Big doesn't mean good, a goodness can be found anywhere, even that's from the little things.

Sunday, August 18, 2013

Sahabat Itu Apa Dan Bagaimana

Sudah lama rasanya tak merasakan ada sahabat dalam hidup ini. Alhamdulillah sudah bertemu kembalu dengan sahabat bahkan saya anggap keluarga saya sendiri di bangku kuliah ini. Tapi masalah pun datang di tengah tengahnya, saya bermasalah dgn sahabat saya. Saya sudah meminta maaf, sudah sadar akan kesalahan, tapi dia masih begitu murka rasanya dengan saya. Penat rasanya melihat respon dia yang seperti itu, kesal, benci semua jadi satu. Saya berterimakasih mendapatkan sahabat seperti dia, perhatian dan baik, namun rasanya tak adil jika dia sulit memaafkan saya dan memaafkan yang lain (notabene orang tersebut statusnya juga bersahabat dengannya). Rasanya saya kesal dan benci, dan takut untuk bersahabat. Butuh beberapa hari saya menjauh dari rutinitas yang bersamaan dengannya, saya hanya tidak ingin emosi dan saya hanya sedih jika melihat respon dia seperti itu ke saya. Alangkah baiknya saya mundur satu atau dua langkah dari nya sejenak. Dan saya harap saya masih bisa bersahabat dengannya, saya tidak mau memiliki perbedaan dengannya. Namun dia seakan membuat tembok yang dia disana dan saya harus disini. Semoga Allah memperbaikin persahabatan kita ya. Maafkan saya jika menyakitkan mu dari kata atau sikap, tapi saya mohon jangan beginikan saya wahai sahabat. Saya manusia, saya bisa tertawa memang, tapi saya sakit hati di dalam.

Monday, August 5, 2013

Rinduku Kepada Mama Di Bulan Ramadhan

Halo blog tercinta,halo bloggers. Kali ini saya ingin curhat (tetep hahaha :D) tentang rindu ku kepada almarhumah mama. Ini sudah lebaran tahun ke delapan (sejak 2005) tanpa ada nya mama. Sosok wanita hebat di mataku yg tidak sudi meneteskan air matanya di depan anak-anaknya dan memproyeksikannya dalam bentuk goretan senyum di wajah. Sungguh aku merindu nya, aku rindu sosok beliau yang selalu sibuk bertanya "bagaimana hari mu di sekolah dek?" Setiap aku pulang beraktifitas. Aku rindu sosoknya yang selalu sibuk bermain adonan kue dan berkutat di depan oven lawasnya untuk membuat kue lebaran (biasanya H-7 beliau mulai sibuk), aku rindu sosoknya yang bertanya "mau beli baju lebaran dimana dek?," dan aku rindu sosoknya yang selalu bilang "besok mama dinas dek, adek mau oleh oleh apa?," sungguh aku merindunya, rindu sosoknya, senyumnya, dan rutinitasnya. Bagiku beliau wanita tangguh yang pernah ku kenal, aku bangga lahir dari rahimnya, aku senang memutar kenangannya di dalam theater of mind ku. Tidak ada cacat bagiku tentang perawakannya. Aku rindu setengah mati dan rasa rindu ini sering kali membuatku menangis jika mengingatnya. Namun di balik itu semua, aku meyakini bahwa apa yang jadi impianku, apa yang telah ku capai, dan apa yang telah ku titi selama ini, pasti juga menggoreskan senyum bangga di wajahnya di kejauhan sana. Aku sungguh rindu mama ku, aku rindu segalanya dan aku tidak akan pernah malu mengakui bahwa aku anak beliau. Aku hasil didikan beliau, aku cahaya beliau, dan aku harapan beliau. Itulah mamaku, sosok mama yang selalu penuh kasih kepada anak anaknya, sosok mama yang ingin berjuang demi melihat senyum senang di wajah anak anaknya, dan sosok mama yang sukses (menurutku) mengajarkan arti hidup kepada anak anaknya.

Di sini indra meraih mimpi yang indra gadang gadang di hadapan mama sedari indra kecil, dan indra yakin mama selalu mendampingiku kemanapun dan kapanpun. I miss you mom. Selamat hari raya idul fitri 1434 H mama ;)

Friday, July 19, 2013

Tersenyum Dan Menangis

Aku belajar dari sosok mamaku, beliau selalu berkata "tersenyumlah selagi kamu bisa tersenyum, bersedihlah selagi kamu tidak bisa meredamnya lagi. Tapi jgn bermurung atau menggerutu hanya jika kamu tidak kuat berdiri dari jatuhmu." Dulu serasa berat kata itu untuk ku cerna, sekarang aku tau, dengan tersenyum maka dunia tidak akan tau bahwa sesungguhnya kamu sedang di rundung rintihan yang tak henti menjerit. Maka kamu akan selalu bisa membuat sekelilingmu tertawa sekalipun kamu sesungguhnya ingin sekali membagi bebanmu.

Dengan menangis, maka dunia akan tau bahwa sesungguhnya kamu memang manusia biasa yang masih memiliki perasaan tersakiti. Namun jika kamu bermurung, tidak ada hasil yang kamu dapat. Kamu hanya akan mendapatkan sebuah fatamorgana kehidupan tanpa ujung.

Wednesday, July 10, 2013

Sukses Tidak Selalu Datang Dari Emas

Ya...apa kabar temanku (read: blog). Sudah terlampau aku tak menorehkan kisah ku di dirimu, kali ini aku ingin bercerita tentang sedihku namun di dalamnya ku sematkan rasa syukurku kepada Allah SWT.

Hari ini, ya sore ini adalah buka puasa pertama ku dengan keluarga. Seperti puasa tahun kemarin, sebelum berbuka suasana rumah di warnai percekcokan kaka iparku dengan papaku. Sungguh pemandangan yang tidak mengenakan ini selalu mengihiasi hidupku selama di rumah. Mungkin alasan ini juga yang membuatku sungguh tidak betah berlama-lama bersama keluarga, penat rasanya. Aku rasa ketika canda tawa yang di sebarkan dalam beberapa waktu hanya sekedar kamuflase sementara, namun pada akhirnya semua keharmonisan itu akan kandas di gerus waktu. Sekejap aku langsung berfikir dan istigfar bukan main kepada Allah melihat hal ini. Sungguh ku merasa miris, aku merasakan kasih seorang mama hanya seumur 11 tahun. Selebihnya 8 tahun aku hidup selalu dalam rumah yang berwarnakan cekcok tak henti, aku iri melihat temanku yang memiliki keluarga yang tidak sepertiku, aku iri melihat teman ku yang bisa melancong ke Jakarta dengan segudang doa, harapan dan dukungan di tangan mereka dalam mengejar mimpi. Sedangkan aku?, aku merasa doa bermunculan bukan dari keluarga, tapi dari kalangan sahabatku, harapan dan dukungan bukan datangnya dari keluargaku, tapi datangnya lagi lagi dari sahabatku yang mencintaiku, bahkan aku sendiri adalah orang yang tidak ingin berlama lama di rumah, sedangkan temanku selalu ingin pulang ke rumah ketika liburan. Aku menyibukkan diriku di luar rumah dengan segudang kegiatan yang aku rangkai sedemikian rupa sehingga ketika aku pulang, aku akan mendapati keluargaku sudah tidur nyenyak. Aku rapuh sesungguhnya dan aku rasanya ingin berteriak melihat semua ini tiada ujungnya, tapi di lain sisi aku bersyukur kepada Allah SWT karena aku terbentuk menjadi anak yang kekurangan kasih sayang, anak yang tidak bisa tersenyum di rumah, namun aku menjadi anak yang mampu mengukir prestasi dan mengejar sebagian kecil mimpiku di luar rumah. Aku hanya meminta kepada Allah, jika memang jalan ini Ia ciptakan untuk menguatkan diriku, maka aku memohon kepadaNya untuk selalu menguatkan ku hingga akhirnya seluruh mimpiku terjawan sudah. Namun jika Ia menciptakan jalan ini untuk melihat skor kesabaranku, maka aku meminta maka hadapkanlah aku langsung ke level Ujian Akhir Nya, sehingga aku bisa tenang meniti masa depan dan mimpiku dengan sesuai yang apa ku inginkan.

Itu saja yang ingin aku bagi, entah hanya kepada lagu dan tulisannya aku bisa berbagi. Terimakasih ya Allah atas segalanya hingga saat ini.

Friday, June 14, 2013

Bukan Berarti

Senyumku bukan berarti, tawa bahagiaku
Murungku bukan berarti, sedih senduku
Candaku bukan berarti, riangnya hatiku
Tangisku bukan berarti, hancurku

Namun

Haruku adalah sikap penghargaan atas pencapaianku yang kadang orang lain mengacuhkannya,
Tetes air mataku adalah sikap penyampaian letihku kepada dunia di saat orang lain cenderung tidak mengerti apa yang ku maksud ataupun yang ku mau,
Kata-kata bijak yang terlontar dari bibirku adalah simbolisasi penguatan diriku di saat aku tau sesungguhnya semua elemen di sekitarku hanya kamuflase sesaat yang begitu menyayat hati ini
Kerelaanku adalah simbolisasiku mempasrahkan sesuatu yang sesungguhnya itu begitu menghancurkan hatiku, ketika ku tau ribuan kilo kaki ini menempuh jalan menemaniku dan TIDAK ADA YANG MENGINDAHKANNYA.

Segala kamuflase yang ku lakukan BUKAN BERARTI aku bermuka dua, hanya saja aku tidak ingin kalian melihat kerapuhanku dan aku tidak ingin kalian mengasihaniku karena ku minta.

Thursday, June 13, 2013

Rasanya Ingin Menangis

Entah apa yang menggelayuti sanubari ini, entah sedih apa yang menyambangi hati ini, entah haru apa yang tak kunjung henti berkabung di hati ini. Yang pasti, hati ini rasanya ingin menangis. Kaki letih berjalan, otak letih bekerja, dan hati letih merelakan apa yang seharusnya menurutku tak pantas aku relakan. Hati ini lelah memendam. Memendam yang seharusnya orang tau karena aku manusia biasa. Intinya aku ingin menangis

Monday, June 10, 2013

Senyumku Sedihku

Alhamdulillah konser Paramadina Choir sudah berjalan dengan baik, senang rasanya, haru juga menyeruat di dalam dada. Perjuanganku bersama teman partnershipku mencari sponsor sudah selesai akhirnya, di tutup dengan rasa bangga dan senang pada kemarin malam. Namun ada satu rasa sedih menggelayuti di benak ku, hal sepele sih memang, tapi bagiku itu simbolisasi sebenarnya yang bagiku satu alat bukti juga perjuanganku. Waktu 6 bulan berlatihku tidak terbayar dengan tidak adanya wajahku di buku program yang di bagikan ke seluruh penonton, semua respon menyeruak, bahkan tak sedikit ada yang berfikir itu unsur ketidak sengajaan. Namun di balik kesedihanku, aku tidak ingin menjadi sosok yang gila akan attention, aku hanya berfikir memang itu hanya kesalahan biasa yang dilakukan oleh manusia, tidak perlu di besarkan cukup maklumi saja. Yang terpenting aku bernyanyi dari hati, tampil yang terbaik, tugasku selaku sponsorship sudah di ambang pintu finish dan aku senang aku bisa sampai tahap ini.

Friday, May 31, 2013

Sudah H-17 saya dan Paramadina Choir berangkat ke Vietnam untuk mengahrumkan nama Universitas, nama Negara, nama team, nama ku pribadi, sekaligus merealisasikan mimpi ku, mimpi kita bersama. Sesak rasanya menghitung hari yang semakin dekat, bukan sesak kekesalan, namun sesak keharuan yang entah menjadi apa di dalam hati ini. Setiap habis berdoa setelah latihan dengan team, dada ini begitu dingin di lewati angin bayang-bayang 5 hari bersama team, rasanya kalau tidak ada orang entah berapa air mata yang tak sengaja keluar dari kelopak mata ini. Tak kusangka, 2 tahun aku di Paramadina Choir, sampai di titik ini juga, yaitu titik awal dari tujuanku masuk Paduan Suara, yakni saya berangan bisa bersama dengan team ke luar negeri untuk mengikuti kompetisi, begitu Baik Allah SWT atas apa yang di inginkan umatNya.

Setiap ruas jalan yang ku lewati, memiliki kenangan tersendiri di benak ini, kenangan dimana malam-malam kami haru mengamen mengais rupiah-rupiah penopang keberangkatan kami, ruas jalan yang selalu menjadi bahan gumaman ku ketika kaki ku ini begitu letih untuk mengikuti iringan derap kaki teman-teman, ruas jalan yang selalu ku duduki ketika kami semua letih bernyanyi, dan ruas jalan yang selalu kami keluarkan kata-kata andalan "selamat malam bapak-bapak, kakak-kakak, teman-teman, kami dari Paramadina Choir..." untuk sekedar membuat mereka menoleh dan memperhatikan lantunan nada yang kami lontarkan dari dalam hati. Sungguh ku ingin meneteskan air mata, tak kusangka aku dan team sudah sejauh ini melangkah, sudah sebesar ini angan-angan yang akan kita realisasikan. Sungguh kesabaran, dan ketekunan dalam menjalani skenarioNya itu teramat ampuh dalam memegang mimpi menjadi nyata.

Terimakasih ya Allah, terimakasih teman-teman, begitu banyak warna yang kalian torehkan dalam kehidupanku ini yang awalnya ku sangka hidupku berada dalam level stagnancy yang akut, ternyata aku menemukan kalian, aku menemukan UKM yang membuatku happy (walaupun tak jarang UKM ini juga buat pening dan gondok hahaha), ada masanya nanti ketika umurku sudah jauh bertambah, aku tidak dapat bertemu lagi dengan kalian karena rutinitas yang begitu deras membunuh waktuku, moment ini lah dan partitur yang begitu tebal itulah yang akan selalu ada di sisiku dan terus membuka setiap inci kenangan perjalanan kita bersama-sama, ya ini tolak ukur pertama kita. Sukses untuk kita semua Paramadina Choir.

Monday, May 27, 2013

Siapa Itu Sahabat, Sahabat Itu Apa, Apa Itu Sahabat?

Sampai detik ini, masih mencari arti yang hakiki dari kata SAHABAT. Ya kata itu yang masih belum ku pahami dari berbagai macam kata-kata di dunia dan di kehidupanku. Ketika aku merasa sudah menemukan sahabat, justru orang yang ku anggap sahabat itu tidak menganggapku demikian, aku hanya di anggap sebagai teman saja. Di saat aku merasa teman dekat ku adalah mereka, justru mereka yang ada ketika hati ini mulai retak sana sini oleh kerasnya palu kehidupan. Kini orang yang aku anggap sahabat, terkesan seperti menjauh dan tidak menggambarkan sahabat seperti layaknya sahabat. Aku bingung, aku sedih, aku kesal, aku terasingkan. Bukan karena output dari tingkahnya (baca : menjauhi saya), tapi saya bingung, sedih, kesal dan terasingkan karena saya tiap hari harus bertemu dengan dia di lingkup yang sama pula, sedangkan saya sendiri merasa dia tidak menganggap diri saya ini ada atau sahabatnya. Sepertinya perjalanan saya mencari arti kata SAHABAT akan berujung seperti saya di SMA, hanya bersahabat dengan buku, komputer, tulisan, dan tentunya gadget yang setiap hari tidak pernah beranjak dari sisi saya ketika saya menangis sekali pun.

Kadang dalam benak ingin berteriak "kalian sungguh enak, ketika kalian pulang ke rumah kelak, kalian akan di rindukan, aku?. Aku pulang tidak ada yang mengapresiasiku sama sekali. Bertanya 'Kenapa?' saja kesannya enggan. Aku terasingkan di sana sini, tidak dengan kalian!!." Tapi aku sadar, untuk apa aku berteriak, untuk apa aku membagi, aku tau bahwa setiap insan di Dunia ini sebagian besar hanya menjadi Good Listener saja, jadi daripada saya hanya menadapat julukan "anak manja" lebih baik biar saya, hati saya, Allah SWT, dan "teman-teman" setia saya yang mengetahui kapan saya tertawa lepas, kapan saya tersenyum palsu untuk menghindari kerapuhanku, dan kapan aku benar-benar menangis.

hidup ini akan selalu sendiri
sekalipun ribuan sahabat mengelilingimu
sejatinya kamu adalah
INSAN YANG SENDIRI KELAK

Tuesday, May 14, 2013

Satu Kata

Tak jarang, dahulu ku sering merasa bahwa dia adalah wanita yang sungguh bawel di dalam urusan pergaulanku. Ya, dia adalah ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering merasa bahwa dia adalah wanita yang terlalu over proteksi terhadap hidupku. Ya, dia adalah ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering merasa lelah selalu di ingatkan dalam segala hal olehnya. Ya, dia ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering geram ketika ia begitu terlalu sering menyuruhku ini itu. Ya, dia ibuku

Sekarang, ku sadari satu hal, bahwa,

Ia begitu  bawel dalam pergaulanku, karena ia adalah ibu yang melahirkanku, wanita satu-satu nya yang tak ingin melihatku terjerembab di dalam lubang keputus asaan. Karena hanya ibu ku satu-satu nya orang yang akan selalu attention atas perkembanganku di kala semua di sekelilingku tidak mau tau tentang perkembanganku
Ia selalu over protektif kepada hidupku, karena hanya dia wanita satu-satunya yang ingin tau segala perkembangan kehidupanku dan menghalangiku terjebak jalan yang salah, ketika sekelilingku tidak perduli apakah jalan yang ku ambil itu adalah jalan benar ataukah jalan yang salah
Ia selalu mengingatkan ku dalam setiap langkah hidupku, karena hanya dia wanita satu-satunya di dalam hidupku yang dengan ikhlas menjadi penunjuk arah kehidupanku, ketika di sekelilingku bahkan tidak akan mencariku ketika aku tersesat dalam luasnya hidup
Ia selalu menyuruhku ini itu, karena dia satu-satunya wanita di dalam hidupku yang ingin melihatku berkembang pesat dalam hidup, ketika di sekelilingku tidak sudi memperhatikan apakah aku bisa berkembang di dalam hidup atau tidak

Kini teramat sangat ku yakini bahwa kamu sudah tenang di Rumah Tuhan wahai mama ku tersayang, terimakasih banyak ku ucapkan kepada Allah SWT telah mengkaruniai sesosok mama yang begitu luar biasa di dalam hidupku seperti dirimu. Maafkan aku jika selama ini aku begitu banyak salah kepada mu dan belum sempat membuatmu bangga, tapi sekarang aku dalam proses ingin membuatmu tersenyum disana, sekalipun kita terpisah begitu jauh dari jarak dan waktu.

Terimakasih MAMA KU.

Saturday, May 11, 2013

Ku Bersyukur

Hujan kembali membasahi tanah Jakarta, dingin serentak menyeruak ke dalam pori-pori kulit. Sejenak ku mainkan lagu Sherina - Ku Bahagia, ku resapi setiap baris lirik nya, ku amati makna itu semua terdalam. Ku mencoba merasuki seluruh relung fikiran ku dengan lirik-lirik itu, akhirnya ku temukan satu kata yang terpatri di hatiku, yaitu KU BERSYUKUR. Ya!, ku bersyukur apa yang aku miliki sekarang, apa yang bisa ku hirup sekarang, apa yang bisa ku makan sekarang, apa yang bisa ku perjuangkan sekarang, dan ku bersyukur aku memiliki sahabat seperti mereka. Mereka mengajarkan ku untuk tegar, untuk kerja keras, untuk sabar dan mereka juga mengajarkanku untuk bersyukur. Ku bersyukur memiliki sahabat seperti mereka. Terimakasih ya Tuhanku.

Maybe you can find a statement about "ex girlfriend"
But you can not find out the statement about
EX BESTFRIEND

Friday, May 10, 2013

Ada Rasa Itu Kembali

Senyum, ya senyum adalah senjata ampuhku menutupi kerapuhan ku. Ku selalu berhasil membuat sekitarku berfikir "yoko adalah anak yang periang," sungguh ku berhasil. Tapi kala aku sendiri, kala kepala ini sudah tidak sanggup menopang segala beban, ketika bahu ini begitu berat untuk ku gerakkan, ketika kaki ini begitu linu untuk ku seret, dan ketika hati ini sudah terlampau keras untuk mengeluarkan isi nya. Rasa kangen mama yang begitu menderu-deru begitu keras berteriak dari dalam sanubari, ingin rasanya saat itu juga aku berlari ke mama, memeluknya begitu erat, berkeluh kesah dengannya perihal apa yang ku raih dalam perjalanan hidupku. Tapi......ITU TIDAK BISA!!, ya itu sungguh tak mungkin. Beliau sudah begitu tenang di Rumah Tuhan, beliau sudah habis perannya dalam film Tuhan, beliau sudah pensiun dari adegannya. Ketika ku tertegun dan terhentak dengan pernyataan itu di otakku, seketika aku diam, diam membisu dalam pilu sanubari ku. Setetes, dua tetes, hingga tak terhitung beberapa tetes air mata ini membasahi mata dan pipi ku. Ku hanya bisa memutar lagu-lagu yang bertemakan rasa rindu dan sayang kepada mama, ya hanya itu yang bisa ku lakukan ketika aku merasa tak kuat menghadapi dunia ini dan ingin bertemu dengan mama, di balik tangis ku, gejolak hati ini bermain begitu gemuruh di dalam dada, rentetan kekesalan, rentetan rindu ku kepada mama, dan rentetan pilu yang terus menusuk sudah tidak dapat lagi ku atur sebagaimana mestinya mereka di tempatkan di ruang hati ku. Ketika semua itu menjadi satu, hanya satu pikiran di benakku "Mama, aku disini, aku masih membutuhkan peluk dan kasih mu. Aku haus akan kasih sayang seorang ibu kepada ku." Tapi ketika ku merasa sudah cukup tenang dan legowo dalam menghadapi semua kemelut ku, aku memutuskan untuk kembali menorehkan senyum ku di wajahku, ku persembahkan senyum kepada dunia, keluarga, sahabat, dan alam. Ku proyeksikan diriku sedemikian rupa, untuk tak terlihat rapuh dan hancur lebur ketika aku merasa letih menghadapi dunia.

Wednesday, May 8, 2013

Titik Jenuh

Sudah H-1 Bulan Team Paduan Suara Universitas ku akan menjalankan misi budaya membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Semakin kesini, semakin kurasa jenuh rasanya. Semua yang masuk ke dalam otakku serasa membuatku jengah, sekalipun bisa saja itu hanya respon wajar dari beberapa orang. Jengah dan merasa "useless as a member" meranda hebatnya di dalam sanubari, entah aku harus berbuat apa. Bingung, ya aku bingung. Aku merasa aku memiliki sahabat yang selalu di sisiku, tapi entah mengapa, tidak ada niatan dari sanubari ku untuk membagi apa yang ku benam di dalam otakku, antara aku merasa tidak ingin membebankan mereka, atau memang aku merasa belum saatnya aku membagi semua dengan mereka. Aku semakin sesak menerima segala masukan ke dalam hati dan fikiran yang mencekik setiap saat tiada henti, tidak ada teman untuk berbagi dengan sesama. Mungkin dari posisi ku di team tidak begitu penting ataupun tinggi layaknya ketua paduan suara ataupun ketua kontingen, tapi ku hanya ingin mereka tau, bahwa aku disini sebenarnya membenam apa yang tidak aku suka dari respon beberapa orang yang menurutku tidak pas untuk di keluarkan di timing seperti ini.

Mungkin sudah tabiatku untuk lebih nyaman "bermain" sendiri tanpa "mengoper" nya, aku hanya berpasrah kepada Allah, semoga Dia menguatkan tekad, langkahku, dan tidak pernah mengeringkan peluh ku dalam setiap inci langkah pencapaianku. Aku butuh hati ku di kuatkan dan di kosongkan dari semua kepenatan ini, sejujurnya aku LETIH.

Saturday, April 27, 2013

proses

Selamat siang para dreamcatcher :D, Sabtu,27 April 2013

Sudah lama gak nulis di blog tercinta. Waktu begitu banyak tersita dengan rutinitas yang menggila. Tapi kalau  kata teman, "jangan banyak ngeluh!." Yap!!, benar, diriku tidak boleh banyak mengeluh atas apa yang ada di dalam perjalanan hidupku, termasuk dengan rutinitas gila ini. 

Hm....apa ya yang ingin saya sampaikan disini?, gak banyak sih yang ingin saya ceritakan kali ini. Tapi satu yang ingin saya sporadis kan kepada pembaca, yakni PROSES. Ya,PROSES itu adalah unsur penting dalam sebuah perjalanan sekecil apapun itu. Tanpa proses, hasil mungkin bisa didapatkan, tapi meaning nya gak akan sampai di dada terasanya. Dan di dalam team yang akan berangkat ke Vietnam, aku begitu banyak mendapatkan arti sesungguhnya dari kata PROSES. Ya, awalnya aku begitu sensi melihat apapun yang menurutku tidak sesuai dengan ide dan ekspektasiku di dalam team, aku sering frustasi, menyendiri, bahkan sampai banyak yang menegurku karena merasa risih dengan tingkah ku. Tapi makin kesini, rasa sensi itu sirna satu per satu. Aku sudah mulai bisa bersabar melihat fenomena-fenomena yang seringkali menghujam jantungku, bak di khianati sejuta teman. Aku juga sering mendapatkan sikap "atasan dan bawahan" secara verbal oleh beberapa lapisan, aku juga pernah merasa di "lepas" tanpa bimbingan dalam menjalani tugas-tugasku. Tapi kini aku sudah bisa tetap tersenyum sekalipun itu menghentakkan sanu bari ku, aku masih bisa berdiri, aku masih bisa tangguh, aku masih bisa gerak lincah mencari peluang, aku masih bisa mempersembahkan yang terbaik dariku untuk team. Karena aku beranggapan, bahwa semua ini adalah PROSES untuk team ku menuju Vietnam. Satu yang ku pegang, waktu dan keadaan akan menunjukkan dengan sendirinya, yang mana sahabat, yang mana teman baik, yang mana teman baik, dan yang mana teman formalitas. Terimakasih yaAllah atas karuniaMu sehingga aku masih bisa berdiri tegar di dalam PROSES perjalananku ini. Bermimpilah, nikmati prosesnya, dan cicipi manis, asin, asam, pahit dari hasil yang engkau dapat melalui racikan PROSES ala diri kalian sendiri dreamcacther. Selamat sore.

"jika kamu sudah berusaha sekuat tenaga,
maka biarkan Tuhan menunjukkan jalanNya,
dalam menjawab atas hasil dari usaha yang kau tekuni" 

Sunday, April 14, 2013

Lirih ku

Minggu, 14 April 2013

Di luar hujan, deras terus menetes tepat di teras rumah ku. Ku renungkan dalam-dalam, dan ku temukan bahwa ya!!, usia ku sudah 19 tahun. Sudah sebesar ini ku di lahirkan oleh mama di dunia, sudah sedewasa ini aku selalu di manja oleh nenek ku, namun sudah sebesar ini pula aku belum bisa membanggakan almarhumah mama dan nenekku, malah dahulu aku terkadang membuat mereka menangis karena rengekanku. Kali ini, hujan ini menyadarkanku bahwa betapa sungguh beruntungnya aku di lahirkan dari mama yang hebat seperti mama ku, betapa beruntungnya aku di manjakan oleh nenekku yang selalu tulus,bahkan rela menyisihkan uang pensiun lansia nya untuk uang saku ku ke Vietnam nanti. Betapa Allah merahmati segala hal yang terbaik dalam setiap jengkal perjalanan hidupku, Allah menyematkan mereka yang begitu tangguh untukku, ku bersyukur kepadaMu yaAllah atas karuniaMu melalui perantara mereka. Kini di hidupku hanya tinggal nenekku tercinta, mamaku terlebih dahulu pergi menghadap ke RumahMu, entah apa yang bisa ku bayangkan, jika aku belum bisa wisuda sebelum nenekku engkau ambil dari hidupku kelak. Jika memang itu terjadi, musnah sudah harapku membahagiakan dua orang berarti dalam hidup. Ku mohon yaAllah, jaga almarhumah mama di sisiMu, karuniai nikmat sehat kepada nenekku, dan aku hanya ingin satu, jadikan beliau perantara mamaku untuk melihatku sukses dengan segala prestasiku, jerih payahku dan semua yang terbaik dari dalam diriku. Aku mohon berhenti sejenak membuat hatiku lirih tak tertahankan, merintih kesakitan setiap malam mengenang mamaku. Jangan dulu Engkau ambil nenekku dari sisiku, izinkan dia tetap di sisiku sampai nanti. Perih di hati begitu masih terasa mencekam, aku akan begitu semakin rapuh ketika nanti nenekku pergi dahulu, semakin aku tidak memiliki alasan untuk tetap "mengapung" di lautan kehidupanMu ini yaAllah. Jadi, ku mohon jagalah nenekku dengan nikmat sehatMu.

"selalu ku ingat pesan mama,
jika kamu sudah berusaha maksimal,
Izinkan Tuhan menunjukan jalanNya kepadamu" - Merry Riana

Kikisan Kepercayaan

Minggu, 14 April 2013

Hola :D, kembali ku ingin bercerita di blog ku teman setia sepanjang masa ku ini :D. Hari terus semakin terus bergulir, semain cepat waktu memakan setiap detik nafas ku. Di perjalanan itu ku rasakan dua hal besar yang berkecamuk di dada ku, perasaan bangga karena keberangkatan ku dengan team paduan suara semakin dekat untuk membanggakan kampus ku dan nama Indonesia di kancah internasional. Namun di sisi bangga itu ku rasa ada sesuatu yang mengganggu dan mengikis kepercayaan ku kepada orang orang yang ku anggap saudara ku sendiri di paduan suara ini, yakni sahabat sahabatku. Semakin terlihat jelas beda "menu" persembahan yang mereka suguhkan kepada ku, pandangan ku semakin kuat, ketika ku tahu bahwa banyak orang orang di sekitarku yang merasakan itu muncul di sikap sikap sahabatku. Semakin habis ku rasa kepercayaan ku kepada mereka. Tapi sudah lah, ada orang yag berbicara bahwa "terkadang kita tidak perlu memikirkan hal yang membuat kita sakit hati, semua itu BULLSHIT." Apapun yang mereka proyeksikan di hadapan ku, aku akan tetap menyuguhkan yang terbaik bagi mereka. Mari membangun semangat dan jaring jaring mimpiku untuk masa depan.

Saturday, April 13, 2013

Makna Terdalam

Sabtu, 13 April 2013

Selamat sore Dream Catcher, sudah lama jemari ini tidak "menari" menorehkan secuil cerita di blog ini. Kali ini singkat saja ku ingin menceritakan apa yang kurasakan sekarang. Perjalanan ku dengan team paduan suara ku menuju international competition tinggal menghitung bulan, tapi semakin kesini semakin kurasa sesak di dada. Tanggung jawab ku sebagai dana usaha bagian sponsorship mencekik habis nafas ku, dan entah berapa lirih yang selalu keluar dari dalam sanubari hati yang terdalam. Kini di tambah lagi perasaan "terasingkan" dari sahabat-sahabatku, entah semacam perasaan sentimentil atau memang nyatanya seperti itu, aku merasa bahwa ada satu tembok yang muncul dari mereka terhadap diriku. Mungkin karena status mahasiswa yang melekat di diri kita berbeda jauh. Sejujurnya aku tidak ingin ada suatu "gep" semacam itu di antara kita, karena aku sudah menganggap mereka semua keluarga kedua ku, namun nyatanya "gep" tersebut semakin nyata terlihat. Hal itu membuatku tercekik dari hari ke hari, membuatku jengah dan ingin berteriak "bisakah kalian memahami ku seperti kalian memahami sesama kalian?." Tapi apa daya, itu hanya akan terpendam di hati ku yang terdalam, tanpa aku ingin memberitahu mereka.

Tapi di balik itu semua, dapat ku tarik pelajaran, bahwa aku harus bersifat professional ketika aku berorganisasi, kesampingkan rasa itu dan teruslah produktif. Karena ku yakini sabarku, lirihku, pedihku yang ku bungkam dalam hati pasti di lihat oleh Allah dan Dia pasti akan memberikan "hadiah" istimewa kepada ku di waktu yang tepat sesuai suratan yang Ia takdirkan. Selamat sore para dream catcher

teruslah berlari menyusuri lautan,
sekalipun orang-orang menghujammu,
bahwa kamu akan tenggelam disana

Sunday, March 31, 2013

The mean of processes

Minggu, 31 Maret 2013

Selamat malam penjaring mimpi di jagat raya, malam ini aku kembali menorehkan secarik tulisan ku. Malam ini aku sungguh mendapat sebuah kesamaan pandangan dengan sahabatku, yaitu THE MEAN OF PROCESSES. Aku kini sudah berkembang dan  tumbuh menjadi remaja yang sebentar lagi memasuki usia 20 tahun (tepat di Agustus tahun ini). 19 tahun aku hidup dengan kecintaan ku dan hobby ku dengan musik dan lagu. 19tahun aku merangkak membuktikan kepada keluarga ku bahwa hobby ku ini bukan sekedar hobby yang sekali lewat, dan sekarang?, insyaAllah aku akan mendekati gerbang pembuktianku, bahwa hobby ku (bernyanyi) dapat membawa ku sampai menyebrang ke Vietnam (di bulan Juni nanti) untuk melantunkan nada-nada indah bersama team paduan suara kampus ku, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Inilah aku Widiyoko Indrarto, bocah yang dulunya pemalu, telah bermetamorfosis menjadi sosok yang percaya diri, di percaya menjadi divisi dana usaha sponsorship untuk team paduan suara ku (posisi yang menurut ku amat penting), dan aku kini mempelajari bahwa mimpi ku memang di takdirkan untuk melekat di dalam kehidupan nyata ku dan semua itu aku percayai akan indah pada waktuNya asalkan aku mengerti, sabar & menghargai segala PROSES menuju ke mimpi ku itu yang di suguhkan oleh Allah. Terimakasih Allah atas segala skenarioMu atas mimpi ku. Akhirnya sebentar lagi aku akan merasakan pergi keluar negeri bukan karena uang, bukan karena fasilitas, tapi karena hobby dan kecintaan ku akan musik yang di anggap sebelah mata oleh sekitarku. Alhamdulillah dan syukur ku panjatkan kepadaMu.

Kutipan yang sama dengan kata hati ku yang terlontar dari sahabat ku malam ini adalah

"Gua menganggap ini bukan kompetisi, bukan keluar negerinya, bukan menangnya, tapi semua ini prosesnya." - Muhammad Fadly, 20 tahun, asal Makassar.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu melalui sahabat sahabat luar biasa seperti mereka.

Friday, March 29, 2013

Defying Gravity

Sabtu, 30 Maret 2013


Di sabtu pagi yang cerah, kembali kini ku torehkan secarik tulisan di teman setia ku ini.Di pagi ini, ku membuka akun YouTube ku seperti biasa, video pertama yang ku cari adalah video Paramadina Choir yang telah di ungguh oleh salah satu seniorku. Ku lihat setiap video mengenai Paramadina Choir, ku resapi setiap moment yang ada di video itu, kurasuki sedalam-dalamnya segala hal-hal kecil yang kudapati di Paramadina Choir selama 2 tahun aku berkecimpung di dalamnya, belum lagi ku tambah playlist Tears Of Love dari duo akustik gitar favorite ku Depapepe, makin lah rasa haru dan bangga di hati ini berkecamuk. Di setiap video Paramadina Choir yang ku perhatikan, ku lihat dan ku rasakan perkembangan yang sedikit demi sedikit terus meluas secara pasti. Ku rasakan setiap tahun ku di Paramadina Choir terus berkembang setiap harinya tanpa henti, ku nikmati segala inchi perkembangan di dalamnya. Dan kini ku sadari, aku sudah jauh berkembang pesat dan aku sudah berbeda dari indra sewaktu aku SMA, aku sudah jauh melangkah, bahkan melampaui pribadiku yang dulu. Bersama keluarga kecil ku di kampus (Paramadina Choir) aku berkembang menjadi pribadi yang semakin produktif dan bermanfaat bagi orang lain (insyaAllah). Dan bersama mereka lah aku belajar "bagaimana caranya meniti kesuksesan dari level terendah."

Dan kini, aku dan keluarga kecil ku ini (Paramadina Choir), sedang dalam proses menuju level selanjutnya yang lebih tinggi dalam dunia paduan suara. Dan pengalaman ini adalah pengalaman pertama kali kami, sekaligus jawaban Allah atas usaha kami, pengorbanan kami, lantunan nada yang terlontar tiada henti dari mulut kami, yakni International Choir Competition Hoi An,Vietnam. Doakan kami supaya kami bisa membanggakan Negara, membanggakan kampus, dan juga membanggakan setiap orang yang tidak pernah lelah untuk terus mendukung setiap langkah kami dalam mengais mimpi. Disini kami bersama sedang dalam proses DEFYING GRAVITY (seperti lagu yang selalu kami bawakan), membuktikan kepada semua bahwa mimpi kami bukan isapan jempol belaka, mimpi kami akan nyata terpampang di depan mata, kalau kami yakin, usaha tiada henti, dan percaya Allah selalu menjaga setiap derap langkah kami dalam merengkuh mimpi.


Bersama-sama kami akan merengkuh mimpi kami, mimpi yang insyaAllah akan bermanfaat bagi kami dan bagi semua insan yang mendukung kami dari belakang. Paramadina Choir goes to International Choir Competition Hoi An,Vietnam.

"tidak ada kata lelah bagi matahari untuk menunjukkan dirinya di pagi hari,
begitupun kita juga tidak boleh lelah untuk mengejar mimpi gemilang kita"

Perjalanan ku untuk mama

Selasa, 26 Maret 2013

Selamat malam semua, kali ini saya hanya ingin sedikit curhat atas kerinduan saya dengan almarhumah mama saya. 8 tahun sudah mama pergi ke haribaanNya mendahului saya dan kaka kaka saya serta papa saya, rindu masih terasa pilu di hati, sesak moment itu juga masih kuat di ingatan. Kembali ku melihat album album semasa kecil ku yang beruntung memiliki kenangan dokumentasi dengan mama (maklum mama gak terlalu suka di foto). Sekelebat langsung terbayang dalam benak "alasan apa yang mendasari aku masih bertahan hidup untuk berjalan mengarungi hidup?," "alasan apa yang mendasari aku harus tetap kokoh berdiri megais mimpi ku?," "alasan apa aku harus mejelma jadi sosok anak manja kesayangan mama, menjadi anak yang kuat dalam menghadapi masalah?." Rentetan pertanyaan itu ludes telibas rentetan foto yang ku temukan. Jalannya hanya satu "aku di sini, dengan segala perubahan yang ku miliki, hanya bermuara ke satu arah, yaitu MAMA."

Dulu ku ingat, betapa mama sungguh menyayangi ku dengan sepenuh hati, beliau selalu menuruti apapun yang aku minta tanpa bilang "tidak" hanya jawaban halus yang terlontar darinya ketika dia berusaha menolak permintaan ku "nanti ya dek, kalau mama sudah punya uang, adek bisa beli itu. Sekarang adek belum butuh." Alasan itu tetap tidak ampuh bagi ambisi ku untuk mendapatkannya, alhasil mama membiarkan aku merengek sambil bergumam "nanti juga capek sendiri." Betapa itu semua sekarang menjadi kenangan lucu yang melekat dalam otak. Betapa lucu aku mengingat dulu aku anak manja, egois, dan tidak bisa menerima permintaan ku di tolak mama.

Malam ini, semua itu kembali merasuk ke dalam memori ku. Aku mem-flashback sangat jauh atas hidup ku yang sekarang. Sungguh aku rindu aroma masakan sederhana mama, yaitu mie goreng dengan telur orak arik di hari minggu, masakan itu yang bisa membangunkan ku dalam lelapnya tidur. Rindunya diriku atas sosok mama yang selalu menemani ku menonton tv dan bertanya "gimana sekolahnya tadi dek?," rindunya aku dengan rutinitas keluarga ku membuat kue menjelang hari raya, rindunya aku dengan sosok mama ku yang sibuk mempersiapkan hari ulang tahun ku yang ke-6, rindunya aku dengan sosok mama yang selalu bilang "ini nih anak bontot kesayangan mama," rindunya aku dengan segala atribut mama yang melekat kuat di benak ku. Kini?, aku hanya bisa berjuang di sini, memperjuangkan mimpi ku, untuk mama terkasih yang sudah 'tidur' sembari memperhatikan ku.

Sekarang aku sudah bukan indra kecil kesayangan mama seperti dulu lagi, aku sudah survive dengan tenaga dan asa ku dalam meraih cita-cita ku, kini aku sudah mejelma jadi indra berusia 19tahun yang akan berjuang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional bersama team choir kampus ku, dan semua ini ku sadari bahwa kepergian mama membuat ku selalu ingin melakukan hal yang membanggakan di dedikasikan untuknya. Dengan kepergian mama, aku sadari Allah dan alam ingin aku belajar menjadi anak bontot yang kuat dan manja akan kasih sayang mama. Di sini indra berjuang untuk mama, melangkah untuk mama, apapun hasilnya aku hanya berharap mama bisa bangga dengan torehan 'tinta' dalam 'kertas' hidup ku.

Selamat beristirahat mama, aku di sini untuk mama. Pantau terus anak mu ini berkembang, insyaAllah aku bisa membanggakan mama kelak. I miss you mom.

Alasan Atas Mimpiku

Jumat, 29 Maret 2013

Jumat siang yang begitu terik menusuk kulit, di tengah teriknya siang ini, ku merenung atas perjalanan hidupku. 19tahun aku mengarungi berkah hidup dan nyawa yang di hembuskan olehNya, 8tahun ku berdiri melalui segala fase optimis, putus asa, hampa, dan flat sepeninggalan mama di tanggal 5 Mei 2005. Semakin ku sering merenung, semakin aku binggung atas skenario Allah di dalam hidupku. Tapi kini ku terbangun dan ku sadari, bahwa kepergian mama bukan alasanku untuk memukul mundur mimpi-mimpi besarku, tapi karena itulah aku harus menarik sekuat tenaga mimpi-mimpi itu untuk mendekat dan terbentuk dalam bentuk nyata dalam hidupku. Dan benar ternyata, alasanku sekarang dalam mengejar mimpi adalah....MAMA KU, semua pencapaianku dan jatuh bangun perjalananku, semua bermuara untuk membahagiakan mama di saat aku dewasa nanti.

"Kerja keras selalu terbayar; itu hanya masalah waktu."
"Jika Anda mempunyai 100 masalah, ingatlah bahwa Tuhan mempunyai 101 cara untuk menyelesaikannya."
"Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur."

Merry Riana

 

Wednesday, March 27, 2013

Merengkuh Mimpi

Kamis, 28 Maret 2013

Mimpi diciptakan untuk di taruh di tempat yang tertinggi. Bukan untuk di letakkan tepat di bawah kaki mu dan "menempel" di tanah. Jadi wajar memang sebagai kodratnya meraih atau merengkuh mimpi itu dibutuhkan proses panjang dan berkelumit. Nikmati segala prosesnya, cicipi dengan nikmat hasilnya.

Ku yakini keyakinan yang teguh, usaha tak kenal lelah, serta keikut sertaan Allah dalam langkah, akan membuahkan hasil yang gemilang.

Monday, March 25, 2013

"suplemen" semangat ku


Senin, 25 Maret 2013

Selamat sore para penjaring mimpi di luar sana, saya harap mimpi-mimpi kalian tidak pernah pudar, begitupun semangat dan kegigihan kalian dalam mengejar mimpi-mimpi itu. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang "suplemen" semangat ku. Menurut kajian ilmiah, suplemen adalah sebuah zat, pil, atau cairan penambah daya tahan tubuh dalam sistem kekebalan menahan atau melawan penyakit yang hendak datang ke dalam tubuh kita. Tapi bagi saya, suplemen itu adalah seperangkat atau orang-orang tertentu yang selalu membuat ketahanan langkah saya dalam melangkah meraih mimpi semakin kuat dan tegar setiap menitnya. Ingin tahu siapa "suplemen" semangat ku itu?. Berikut dengan bangga ku paparkan siapa mereka dan karena mereka lah aku bisa menjelma sedikit demi sedikit menjadi sosok anak muda yang tangguh melalui petuah-petuah yang mereka berikan.

1 Nabilla Aidid

Nabilla Aidid, sapaan akrab saya dengannya adalah Bella. Senior saya yang satu ini adalah bocah tomboy nan nyolot dari tanah bengkulu. Dia merupakan mahasiswa perantauan di kampus saya, Universitas Paramadina. Perawakannya yang tomboy, cuek, jutek, dan terlihat sangar membuat orang yang pertama kali mengenal dengannya merasa enggan untuk sekedar bertegur sapa dengannya (termasuk saya kala itu, hahahaha). Tapi siapa disangka, dibalik sosoknya seperti itu, setelah saya mengenalnya lebih dekat, sering bertukar pandangannya dan juga sering curhat masalah dengannya, tenyata dia merupakan sosok senior yang cukup perhatian, senior yang loyal kepada temannya (selama kita juga memberikan input positif kepadanya). Dan yang pasti dia selalu bisa menjadi "suplemen" semangat ku dengan semangat dan kata-kata yang ia lontarkan ketika saya dirundung masalah yang tidak habis-habisnya saya bebani kepada diri saya sendiri. Tapi satu kejelekannya, sampai sekarang dia masih terlihat atau bahkan terkesan egois atas apa yang ada di dirinya dan "memaksa" orang lain untuk sepaham dengannya atas apa yang ia pikirkan, bagi seglintir orang mungkin akan merasa "riweh" dengan sikapnya ini, tapi bagi orang-orang yang dekat dengannya, itu bukanlah perkara besar yang harus di besar-besarkan. Anyway, dialah salah satu "suplemen" semangat ku dalam mengarungi rutinitas choir.

2 Nur Annisa Widyayuliana

Nur Annisa Widyayuliani, saya biasa memangilnya Ka Icha. Dialah "suplemen" semangat ku yang berikutnya sekaligus yang terakhir dalam edisi kali ini hehehe. Gadis muda asal Jawa ini (entah Jawa bagian mana hehehe) merupakan mentor ku dalam team choir. Awalnya sistem mentoring ini aku tidak merasakan dampak yang berarti, karena aku juga jarang berkomunikasi dengan beliau. Tapi ketika aku menemukan sebuah titik masalah dengan padus yang tidak bisa ku telan sendirian, akhirnya aku memutuskan bercerita dengannya tentang masalah tersebut dan benar ternyata, perawakannya yang pendiam ini membawa sebuah "emas" tersendiri yang saya lihat di baliknya. Dia ternyata sering memperhatikan ku dan dia selalu bilang "setiap gua ketemu lu,pasti ada sesuatu yang kepikiran di otak lu yok." Beruntunglah saya mendapatkan mentor sepertinya, perhatian dan mengerti kapan dia harus berposisi sebagai mentor yang bertugas menengahi jika saya bermasalah, dan kapan dia harus menajdi teman baik saya dalam padus. Dialah "suplemen" semangat ku yang ku syukuri keberadaannya. Berkatnya aku belajar mengenai arti kata "sabar" dan "lebih netral."

Itulah kedua "suplemen" semangat ku dalam perjalanan ku mengarungi hidup dan kemelut yang ku temui dalam setiap fase kedewasaanku. Terimakasih Ka bella, terimakasih Ka icha, berkat kalian, berkat perpaduan kalian di benak saya, saya bisa mengerti untuk menjadi anak yang tangguh dengan cara keras dalam berjuang, tapi secara berbarengan pun saya bisa berusaha menjelma menjadi anak yang tangguh secara "soft" dan terus berpasrah di tengah perjuanganku mengejar mimpi.

Sunday, March 24, 2013

Pilar-Pilar Mimpi ku






Minggu, 24 Maret 2013

Selamat malam pengejar mimpi, kali ini saya kembali menorehkan tulisan saya mengenai PILAR-PILAR MIMPI KU. Sebelum ku memaparkan apa saja yang menjadi pilar-pilar mimpi ku, aku ingin bercerita tentang latar belakang hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menorehkan tulisan ini di blog ku. Kemarin di sore hari, diriku merenung, entah apa yang ku renungkan, segala macam hal ku renungkan dalam renunganku itu, dan......tiba-tiba ada sebuah gambaran dengan judul diatasnya "syukur."

Seketika diriku langsung mem-flashback memori ku, memori ku tentang perjalanan hidupku, perjalanan pendidikanku, perjalanan ku menuju usia 20 tahun, perjalanan hidupku mencari tahu apa yang ingin ku cari tahu, hingga perjalanan ku meraih dan terus menanjak mimpi anganku sampai detik ini. Dan ketika gambaran inilah datang, ku putuskan untuk menuliskan rasa "syukur" itu di dalam blog ini dan merubahnya menjadi kata PILAR-PILAR MIMPI KU. Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU.

Sahabat-sahabat terkasih :

1 Muhammad Fadly



Bocah ini namanya Muhammad Fadly, biasa dipanggil Fadly. Dia sahabatku yang berasal dari Makassar,Sulawesi Selatan. Dia adalah salah satu mahasiswa program beasiswa di kampusku, Universitas Paramadina. Kemampuan otaknya tak saya ragukan untuk acungkan jempol, 4 jempol mungkin akan saya acungi untuknya. IPK nya selalu membuat mata saya terbelalak melihatnya, selalu stabil di angka 3, tidak pernah turun dari angka 3, yang ada selalu naik -_-.

Sahabat saya ini menjadi  PILAR-PILAR MIMPI KU karena bocah ini selalu semangat dalam mengerjakan apapun, selalu tersenyum walau saya tau di hatinya gundah gulana gak karuan bentuknya, tapi proyeksi yang disuguhkan selalu senyum sumringah di wajahnya. Selain itu anak ini juga tidaj segan menagur saya, kalau saya memang salah. Sikap semangat, tak mudah nyerah, dan selalu senyum nya inilah yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU, saya harus bisa sepertinya (walaupun mungkin dari segi nilai saya belum bisa mendekati) yang selalu tak hentinya lelah menorehkan senyum kepada siapapun yang ia jumpai. Saya harus bisa menjadi anak yang lebih kokoh lagi seperti dia dalam mengarungi tantangan hidup.








2 Israruddin



Ya inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang kedua, Israruddin (biasa dipanggil Isra). Bocah yang berasal dari Aceh ini adalah sahabat saya di bangku kuliah. Tipikal anak ini adalah dominan, selalu ingin nomor satu, dan yang tak boleh dilupakan adalah setiap aspek apapun yang dibicarakan dengannya, PASTI selalu bisa berkesinambungan dengannya. Saya pun heran kenapa anak ini begitu banyak wawasannya. Sama seperti sahabat saya yang sebelumnya (fadly), anak ini pun juga memiliki otak diatas rata-rata (bagi saya), bocah ini selalu kelimpungan jika nilainya berubah jadi A-. Tapi dibalik itu semua yang ia miliki, anak ini menjadi pilar bagi mimpi saya karena dengan saya mengenal anak ini, tekad saya terpacu untuk menjadi anak yang ambisius akan mimpi saya, serta berusaha untuk terus melakukan segalanya dengan taraf perfect, khususnya dalam merealisasikan MIMPI saya.

3 Yuda Usman Abidin



PILAR-PILAR MIMPI KU yang ketiga adalah bocah dari tanah jawa (semarang tepatnya) yang bernama Yuda Usman Abidin, biasa dipanggil Yuda. Dia adalah teman pertama saya di Universitas Paramadina yang selanjutnya berubah menjadi sahabat saya. Awal saya kenal dengannya adalah ketika kita bertemu di facebook dan menjadi teman disana, kemudian selanjutnya kita bertemu di kampus, satu prodi juga (program ilmu komunikasi), dan sekarang kami menjadi satu perminatan juga, yakni Brand Management. Menurut saya dia adalah sahabat saya yang tidak luar biasa hebat dan takjubnya dengan sahabat-sahabat saya yang lainnya. Anak ini begitu rajin dan pintar (khususnya dalam tugas), dia pun juga perfectionist dalam mengerjakan, dan satu yang pasti sisi yang saya lihat di dalamnya adalah dia sangat yakin akan sebuah pencapaian tertentu jika memang dia sudah serius menjalaninya. Saya selalu mendapat pesan "raihlah mimpimu, kelak pasti kamu akan dapatkan" dari setiap pembicaraan saya dengannya mengenai pengalaman-pengalaman kita. Hal utama yang menjadikannya sebagai pilar mimpi saya adalah karenanya saya semangat untuk mengejar pencapaian yang sudah ia capai, yakni ber-misi budaya sampai ke belahan dunia lainnya. Dan alhamdulillah kini saya pun sedikit lagi akan bisa merasakan pengalaman yang ia rasakan kala itu, bedanya dia berkeliling dunia dengan menari, saya berkeliling dunia (insyaAllah Juni 2013 nanti) dengan melantunkan nada-nada merdu yang team choir kampus saya lantunkan untuk dunia, dari Indonesia. Dan kami saling support satu sama lain dalam hal non materil ataupun materil satu sama lain, jika memang salah satu dari kami membutuhkannya. Kami selalu saling menyemangati jalan yang kami ambil masing-masing. Hal itulah yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU.

4 Krisnawati



Krisnawati, biasa dipanggil Nina. Bocah dari tanah Majalengka,Jawa Barat yang selalu gemar menyanyi di setiap waktu ini (maklum satu team paduan suara dengan saya hehehe) merupakan  PILAR-PILAR MIMPI KU yang selanjutnya. Anak ini menurut saya sangatlah luar biasa, walaupun dia termasuk sahabat wanita saya yang memiliki karakteristik manja, namun di balik kemanjaannya itu dia bisa menjelma menjadi sosok yang mandiri dan tangguh, walaupun saat itu dia ingin sekali berhenti melangkah, dan menangis sejenak. Hal utama yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU adalah totalitas dia dalam bernyanyi di team choir kampus kami, hal itulah yang menjadikan saya untuk terus bersemangat bernyanyi, memperbaiki teknik saya dalam bernyanyi, di kala saya merasakan "terasingkan" dalam jenis suara saya di team. Dia lah yang membuat saya bisa berusaha sampai sekarang menerka dan mencoba memperbaiki kualitas suara saya.

5 Nisa Hudzaifah



Nisa Hudzaifah, biasanya dipanggil dzae (saya pun gak ngerti kenapa nama panggilan bocah ini melenceng terlampau jauh dari nama aslinya -_-). Bocah atraktif bergolongan darah O ini berasal dari tanah Bandung. Dia juga mahasiswa program Beasiswa bersama Fadly, Isra, dan Nina di kampus saya, Universitas Paramadina. Tipikal anak ini kurang lebih sama seperti Fadly, periang dan murah senyum (mungkin karena mereka satu golongan darah yang sama), tap satu yang tidak saya suka dari sahabat saya yang satu ini, ketika dia sudah mulai kesal dengan orang lain, anak ini tidak segan untuk menegurnya (agak kasar sih cara dia negur,hahaha) walaupun orang yang dia tegurnya jauh lebih tua dengannya. Tapi dibalik itu semua, yang pasti dia adalah salah satu PILAR-PILAR MIMPI KU, karena dia adalah sahabatku yang selalu tau jika saya mulai bermasalah dengan kecamuk di hati saya, dan dia datang untuk berusaha masuk dan memberika solusi jalan apa yang mungkin saya ambil dalam memecahkan masalah hidup saya. Dia adalah alasan saya bisa terus berlari, berjalan, dan bertatih dalam mengais MIMPI GEMILANG saya.

6 Inge Andhini



Inge Andhini, biasa dipanggil Ade ataupun Inge. Anak penggila jurusan kedokteran ini adalah sahabat saya di bangku kuliah ini selalu menajadi sahabat yang setia memberikan nasihat jika saya benar ataupun jika saya salah, dia saya jadikan layaknya kakak saya sendiri yang tidak hentinya memberikan saya nasihat. Dan alasan utama yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU adalah saya ingin melihat saya bangga dan merasa terdedikasi atas segala masukan yang ia berikan kepada saya selama saya berjalan mengarungi hidup 4 semester di Paramadina. Dia sahabatku yang paling saya kagumi dengan segala potensi, kehidupan yang ia miliki.

7 Mama

Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang terakhir dan UTAMA, yaitu Mama ku tersayang Mama ku tercinta. Beliau selalu menjadi alasan ku berjalan mengarungi hidup dengan segala kesabaran yang kumiliki dalam menghadapi masalah yang ada. Kata kata beliau yang selalu keluar "jadi anak yang sukses di masa depan nanti ya dek" adalah kata-kata pamungkas bagiku untuk mendongkrak kekendurannya semangatku dalam meraih mimpi. Beliau adalah target utama ku dalam mencapai mimpi dan target utama ku dalam menorehkan garis senyum di wajah orang lain. Walaupun aku dengannya sudah terpisah jarak dan waktu yang terlampau jauh, tapi aku yakini sampai aku se usia ini, bahwa beliau selalu mendampingi ku, menjaga ku dalam melangkah mengarungi hidup, dan beliau selalu aku rindukan sampai kapanpun. Beliau sungguh luar biasa bagiku, beliau mengajarkanku begitu banyak pelajaran, pelajaran menjadi sosok yang sabar, sosok yang tangguh, sosok yang penyemangat, sosok yang periang, sosok yang baik kepada sesama dan beliau adalah THE BEST WOMAN I'VE EVER MET IN THIS WORLD. No one can't replace her in my head and in my mind. Tataplah dengan bangga anak mu ini ma, disini indra berjuang membanggakan mama, meraih mimpi indra dan disini indra merancang  masa depan indra yang gemilang, Indra ingin jadi pendongkrak ekonomi keluarga layaknya mama dulu berjuang dalam keungan keluarga di tengah keluarga besar yang tidak mengerti perjuangan keluarga kita ma. Terimakasih mama atas pembelajaran mama, kesabaran, senyum, dan semangat dan terimakasih mama sudah mau berjuang untuk melahirkan indra di dunia ini. Indra akan menajadi sosok anak yang membanggakan bagi mama, seperti halnya kata mama yang selalu terucap "ini nih anak bontot kesayangan mama dan kebanggaan mama."

Itulah ketujuh PILAR-PILAR MIMPI KU, mereka lah alasanku dalam gigih berlari mengejar mimpiku, dan mereka juga lah target utama proyek "senyum bahagia nan bangga" yang aku usahakan tergores di wajah mereka di saat mimpi besarku dan semua mimpi kecilku sudah berhasil ke rengkuh satu per satu. Teruslah menajadi PILAR-PILAR MIMPI KU  dan terimakasih atas dukungan kalian sejauh dan selama ini.

"Gantungkan mimpimu setinggi bintang di langit. 
Rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan."

Merry Riana
 

Thursday, March 21, 2013

do something epic, earn something special


kamis, 21 Maret 2013

Selamat siang para dream catcher di luaran sana?, saya harap mimpi dan angan kalian terus berkembang, berkobar setiap hari nya dan yang terpenting langkah kalian terus tersusun secara baik sampai mimpi itu berhasil kalian rangkul di benak kehidupan kalian. Kali ini saya menuliskan 2 "entri" cerita menarik di dalam hari hari saya belakangan ini. Pertama, mengenai kesadaran saya, bahwa saya memiliki sahabat-sahabat yang sebenarnya mereka mengekspektasikan sangat tinggi akan diri saya (bersyukur alhamdulillah dalam hati) dan yang kedua, bahwa hari ini saya mendapat sebuah "link" yang insyaAllah bisa membantu PKL saya di semester selanjutnya dari senior saya, sekaligus senior saya itu menyuntikan energi positif tentang "kuliah lo harus kelar tahun depan!."

Mulai dari "entri" pertama, kemarin malam seperti biasa saya sehabis latihan bersama Paramadina Choir (team paduan suara yang saya ikuti) kita bercengkrama layaknya kakak dan adik yang saling share tentang kehidupan atau apapun yang mereka dapatkan selama beberapa hari terakhir. Di moment seperti itu saya sadari seketika, bahwa mereka ternyata begitu hangat mendekap saya layaknya keluarga mereka, mereka percaya akan kehadiran saya di tengah mereka, mereka dengan yakin dan percaya menceritakan apa yang mereka keluhkan selama berkuliah 4 semester, dan saya merasa bangga, haru, dan tanggung jawab tersendiri ketika mendengar mereka bercerita secara gamblang seperti itu ke saya. Maafkan saya yaAllah atas prasangka buruk saya kepada mereka belakangan terakhir, saya keliru, saya merasa bersalah, dan saya sadari bahwa memang mereka adalah salah satu, salah dua, salah tiga, bahkan salah empat dari pilar penyanggah alasan saya hidup untuk mengejar mimpi yang saya inginkan di masa depan.

Oke, cerita tentang "entri" satu sudah cukup dibahas secara umumnya saja sampai situ hehehe. Lanjut ke "entri" kedua yang saya dapatkan siang ini (karena ini menurut saya lebih menyentuh hehehe). Hari ini, sehabis kelas fotografi asdos (assistant dosen) saya bercengkrama dengan teman-teman saya termasuk saya sehabis kelas. Dia menceritakan pengalaman dia PKL, dia juga memberikan saran mengerjakan skripsi dan portfolio seperti apa nantinya, inti cerita begitu banyak yang dia "input" ke benak saya dan teman-teman saya dan pada akhirnya bagi diri saya pribadi memang inputan itu benar,serta baik adanya. Berkat dia saya bertekad keras saya ingin "mencuci" nilai saya di semester pendek atas mata kuliah yang failed, saya juga bertekad lulus tahun depan (jika bisa, diizinkan Allah, lancar jalannya. Amin), dan yang terpenting hari ini saya dapatkan jaminan "link" untuk PKL di kantor senior saya itu nantinya. Tapi satu kutipan kata yang bisa saya serap dari kutipan senior saya itu, yaitu "keadaan yang membuat gua berfikir 'ya kuliah gua harus kelar sekarang, gak mau tau caranya gimana, yang jelas gua gak mau nambah uang bayaran di semester depan.'" Ya benar, kata itu benar adanya, saya harus sekuat senior saya itu, saya harus menyusun strategi konkrit dan jitu untuk merangkul mimpi dan sukses saya di masa depan. Saya harus bergerak dari sekarang untuk persiapan memegang mimpi saya kelak, saya harus lulus kuliah cepat, ayah saya pensiunan Kepala Sekolah SD, kedua kaka saya sudah punya tanggungan keluarga, ibu tiri saya sibuk mengembangkan uang untuk anaknya sendiri, dan saya harus bisa lulus lebih cepat dari normalnya agar saya bisa membuktikan, bahwa mama saya meninggalkan saya ke surga bukan tanpa persiapan, beliau menyisipkan rentetan sikap dan ketahanan hidup yang positif di dalam diri saya, beliau meyakini sedari saya kecil bahwa kelak saya akan jadi anaknya yang sukses, dan saya akan juga membuktikan bahwa memang saya pantas menjadi anak yang sukses meski saya tidak lagi mendapatkan kasih sayang mama saya. SAYA HARUS SUKSES MERAIH MIMPI GEMILANG SAYA.

"as soon as you start to
persue a dream, your life
wakes up and everything
has meaning"