Tak jarang beberapa hari belakangan, aku menemukan beberapa temanku memposting di akun sosial media mereka dengan kata kata "mamah aku kangen, bolehkah ku pulang sejenak?," "mamah aku kangen, mau pulang ke rumah," dan sebagainya. Iri rasanya bisa melihat mereka memposting itu dan memang nyatanya masih ada sosok fisik akan tujuan kata kata mereka itu. Rasanya aku ingin juga memposting "mamah aku kangen, bisakah kita bertemu, canda gurau, dan mencurahkan segala penatku?." Tapi aku berfikir bahwa, apakah halal atau pengecualian dari Allah kah aku bisa ke haribaanNya untuk bertemu mama ku dan meluapkan segala penatku dan ingin merasakan semangatnya?, kurasa tak mungkin hal itu terjadi. Memang terlihat lembek dan ringkih untuk seorang anak laki-laki seperti ku selalu merindu sosok mama hampir setiap hari. Namun ku tak peduli, aku sungguh rindu mama ku. Sungguh aku merindunya. Aku ingin rasanya bisa memposting seperti itu dengan destinasi yang cocok dalam menggambarkan postinganku itu. Tapi apalah daya, beliau sudah lebih dulu pergi tanpa bersamaku. Mungkin beberapa orang akan mensuggest ku untuk "kirimlah doa untuk mama mu yoko," aku tau aku jarang shalat menghadapnya, tapi aku selalu berdoa sebelum aku tidur dan aku selalu meminta sampaikanlah keluh kesahku akan menjalani usia remaja ku disini kepadanya. Bagiku untaian doa, melihatnya dari sebuah foto keluarga yg terpampang besar di ruang tamu, amatlah kurang mengisi relung hatiku yang sungguh amat merindukannya. Sungguh aku ingin bertemu dengannya, bertegur sapa, bercerita perjalanan hidup, bercerita tentang mimpiku, bercerita apa yang kucapai, dan bercerita apapun tentang dunia ini. Moment itu yang selalu ku rindukan hingga saat ini. Sampai detik ini aku menulis di blog kesayanganku soal mama, tak lain adalah sebagai media pengganti berkeluh kesah dan rindu kepadanya. Dengan sebuah keyakinan, bahwa apapun yang ku torehkan disini, mama selalu memperhatikanku. I miss you mom :")
Monday, November 11, 2013
Sunday, September 22, 2013
Senyumku Pertahananku
Air mata ini sudah di rasa kering dan hati ini sudah di rasa keluh untuk selalu merasakan deruan perkataan ayahku. Yang terpenting aku memiliki sahabat sahabat yang insyaAllah bisa membawa dampak baik untukku dan hidupku. Mereka salah satu alasanku untuk tetap tersenyum.
Saturday, September 14, 2013
Change The Lyric ('Bout Bestfriend Again)
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'll let them know
They're the one, They're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell
The one I can live for, the one who deserves
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'ma let 'em know
They're the one, they're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
-Taio Cruz - Tell The World-
I want to say that to all of em, but sometimes i feel they're not thinking about me like their bestfriend too. Ya...the end of the time, i just hope, that thing just my decoy in my mind.
Goodnight ;)
Wednesday, September 11, 2013
Definisi Sahabat Di Benak Saya
Wednesday, September 4, 2013
Hidup Itu Warna
Saturday, August 24, 2013
Teman,Junior,Dan Tempat Bertukar Pikiran
Hola bloggers, mau menggoreskan tinta maya lagi nih. Kali ini saya ingin bercerita tentang dua insan penerus Paramadina Choir yang menurut pandangan saya mereka adalah bocah bocah hebat yang bisa mengerti pikiran saya.
Langsung to the point saja ya :), dua insan itu adalah Fathul Bachri Sugama dan Fika Herlan. Kedua junior,teman dan tempat tukar pikiran saya ini sangatlah hebat, hebat dari sisi apa?. Oke saya jabarkan abbility mereka (berasa main game console arcade).
Mulai dari Fathul Bachri Sugama, bocah Makassar ini adalah mentee saya di Paramadina Choir dari sekian mentee di bawah naungan saya yang paling intens sampe sekarang bertukar fikiran, mulai dari urusan Choir hingga curhat. Awalnya ketika ada program mentoring, saya orang yang sangat riskan dengan hal itu. Kenapa?, karena saya merasa pribadi yang di rasa kurang bisa membina orang lain, saya juga gak pede dan takut apa yang saya bimbing ke mereka tidak membuat perubahan berarti bagi pribadi mereka. Namun nyatanya setelah di jalani, saya berhasil menyebarkan semangat saya dalam Choir kepadanya, saya juga mungkin berhasil menyebarkan semangat Divisi Sponsorship kepadanya untuk Choir. Selain itu anak ini hebat di mata saya karena dia bisa jadi soli di lagu dengan tingkat kesulitan nada yang cukup rumit, dia juga di percaya menjadi Person In Charge (PIC) untuk ajang promosi Paramadina Choir di acara Grha Mahardika Paramadina (sebutan ospek kampus saya) beberapa hari lalu. Dia juga penyanyi baru untuk angkatannya (2012) yang bisa ikut Paramadina Choir dalam kompetisi Paduan Suara Internasional yang kami ikuti di Vietnam kemarin. Dan berkat dia sebagai soli juga, kami mendapat gelar The Champion of Mixed Choir Category Difficulty Level II kemarin. Kurang hebat apa bocah ini?.
Kedua adalah Fika Herlan, si anak Alto yang terus berkembang menurut saya. Kenapa saya katakan berkembang?, karena ketika awal masuk Choir, produksi suara anak ini masih banyak mengeluarkan udara ketimbang suara, namun event bersama Paramadina Choir goes to Mall Ciputra kemarin, dia di percaya untuk jadi panutan suara bagi sesama teman satu suaranya (Alto). Selain dari bidang suara, dia juga di percaya menjadi Person In Charge juga bersama Fathul dalam ajang promosi GMP kemarin, bukan main hebatnya ini anak menurut saya.
Dan kedua anak inilah yang saya harapkan semangat saya dalam segala hal Choir menular ke mereka untuk kebaikan kepengurusan mereka selanjutnya. Saya berharap Fathul bisa menjadi ahli sponsorship yang handal, dan Fika menjadi Observer penampilan Choir Universitas lain yang bisa menginput nilai nilai baik untuk Paramadina Choir ke depannya. Walau saya sempat kecewa dulu saya tidak bisa menjabat sebagai ketua Paramadina Choir ataupun Wakil Paramadina Choir, dan memilih untuk stuck di Divisi Sponsorship untuk team ini, tapi saya bersyukur karena jabatan saya yang gak penting dalam team ini insyaAllah memberikan nilai nilai kecil yang positif bagi mereka dan pengurus 2012 lainnya kelak nanti.
Semangat Fathul semangat Fika :D. Kelak kami 2011 mungkin tak bisa intensif lagi dengan team, tapi sebisa mungkin kami akan mem back up kalian :").
Hidupku Di Usia 20 Tahun
Halo bloggers, hari ini kembali ingin menorehkan cerita bahagia yang ingin aku bagikan kepada sesama :). Ini soal kejutan kejutan kecil nan hangat di usia ku ke 20 kemarin (22 Agustus 2013). Tepat di hari Kamis,22 Agustus 2013 kemarin usia ku genap 20 tahun. Kalo kata orang sih harusnya sweet seventeen, tapi bagi saya being 20 is better than sweet seventeen :D, kenapa bisa begitu?, karena di perayaan kali ini banyak sekali kejutan kejutan kecil nan hangat dari sekitarku. Apa saja kejutannya?, oke aku akan menjabarkannya ;
Pertama, di ulangtahun ku kali ini jadi spesial karena ini adalah kali pertamaku merayakan ulangtahun dengan seorang sahabatku yang dari Majalengka, nama nya Krisnawati. Ya dia teman Paduan Suara ku dan si bocah Sunda yang suka nyanyi dengan suara merdunya. Ini kali pertama kita ngerayain ulangtahun sama sama,layaknya saudara kembar (entah kembar dari mananya hahaha). Lalu, di ulangtahunku kali ini aku juga mendapatkan kejutan dari sahabatku yang lainnya yaitu si Muhammad Fadly (sahabatku dari Makassar yang ngeselinnya kadang bikin naik pitam, tp sabarnya bukan kepalang), Nisa Hudzaifah (mojang Bandung yang introvert kadang kadang, tp selalu suka menghibur kayak badut Ancol), dan Fina Azmiya (bocah Klaten *kayaknya* yang sampe sekarang udah 2 tahun di Jakarta namun logat jowo nya nda ilang ilang). Kejutan kecil dari mereka adalah satu baki Ice Cream Walls Selection, di hiasi dengan lilin kecil nan terang (yaiyalah namanya juga lilin .-.) Tepat di pukul 00.00. Walaupun si Fadly sempet ngeselin karena mengundur waktu makan ku dengan perut keroncongan, tapi semua di tutup dengan baik oleh Ice Cream berlilin yang mereka suguhkan. Aku sayang kalian semua wahai sahabat :").
Ternyata kejutan gak sampai di situ, sepulangnya aku ke rumah setelah aku bercengkrama dengan sahabat sahabat ku tadi, tiba tiba kaka ipar perempuanku menelisik ke kamarku dan memberikan sekotak Cheese Cake Factory bertuliskan "Happy Birthday Om Indra" dengan gurauannya. Dan dia Mba Fatmawati namanya, kaka ipar ku yang baik :").
Kedua, tepat di tanggal 22 Agustus pagi, aku di suruh atasanku Mba Yosie Wulandari (Mba Wulan) untuk masuk shift pagi, yang awalnya aku kira memang shift ku di pindahkan, namun hal itu adalah sebuah intrik dari Mba Wulan untuk memberikan kejutan kue ulangtahun di jam setelah makan siang. Dan siang itu otomatis suasana kantor jadi ricuh dengan orang orang berhamburan datang ke ruangan untuk nyicipin kue dan memberikan selamat :"). Terimakasih Mba Wulan, Mba Ibel dan semuanya :"D.
Ketiga, ini kejutan paling stress menurut saya. Tepat di tanggal 23 Agustus pagi, whatsapp saya kena chatting attack dari sohib SMP si Iskandar Munde Zulkarnain, dia mengucapkan ulangtahun via whatsapp dan plus mengucapkan ulangtahun kepada saya via Trax Fm. Namun akibat handphone saya sudah mati dari malam hari, jadi Iskandar pun menggantikan saya untuk di interview Trax Fm perihal pribadi saya dan kehidupan saya. Dan berkat dia juga, mention Twitter penuh ucapan ulangtahun dari Trax Fm dan pendengarnya yang saya gak tau dari mana asalnya. Semua mengucapkan selamat ulangtahun, bahkan ada yang bilang "selamat ulangtahun ka yoko, terus membanggakan Almarhumah mamanya di Surga ya ka" buffff itu bener bener surprise yang gak terkira -_-. Dan membuat saya merasa jadi artis 1 hari.
Dan masih banyak lagi ucapan ulangtahun nan unyu yang berdatangan dari teman, senior, dan junior yang membuatku merasa being 20 its better than celebrate 17.
Terimakasih sahabat sahabatku (Fadly,Nisa,Fina,Iskandar,Nina). Terimakasih ibu boss (Mba Wulan). Terimakasih kaka iparku yang baik nan cantik (Mba Fatma). Terimakasih teman teman, senior, junior. Dan terimakasih semua orang yang telah mengucapkan ulangtahun ke saya dan tak bisa saya ucapkan satu satu. Saya beruntung bisa bernafas sampai di usia 20 tahun di sisi kalian dan semoga saya bisa terus semakin baik dalam menyuguhkan apapun untuk kalian dan sekitar.
Sekian curhatan saya hari ini. Dan teruslah bersyukur dalam situasi apapun. Big doesn't mean good, a goodness can be found anywhere, even that's from the little things.
Sunday, August 18, 2013
Sahabat Itu Apa Dan Bagaimana
Sudah lama rasanya tak merasakan ada sahabat dalam hidup ini. Alhamdulillah sudah bertemu kembalu dengan sahabat bahkan saya anggap keluarga saya sendiri di bangku kuliah ini. Tapi masalah pun datang di tengah tengahnya, saya bermasalah dgn sahabat saya. Saya sudah meminta maaf, sudah sadar akan kesalahan, tapi dia masih begitu murka rasanya dengan saya. Penat rasanya melihat respon dia yang seperti itu, kesal, benci semua jadi satu. Saya berterimakasih mendapatkan sahabat seperti dia, perhatian dan baik, namun rasanya tak adil jika dia sulit memaafkan saya dan memaafkan yang lain (notabene orang tersebut statusnya juga bersahabat dengannya). Rasanya saya kesal dan benci, dan takut untuk bersahabat. Butuh beberapa hari saya menjauh dari rutinitas yang bersamaan dengannya, saya hanya tidak ingin emosi dan saya hanya sedih jika melihat respon dia seperti itu ke saya. Alangkah baiknya saya mundur satu atau dua langkah dari nya sejenak. Dan saya harap saya masih bisa bersahabat dengannya, saya tidak mau memiliki perbedaan dengannya. Namun dia seakan membuat tembok yang dia disana dan saya harus disini. Semoga Allah memperbaikin persahabatan kita ya. Maafkan saya jika menyakitkan mu dari kata atau sikap, tapi saya mohon jangan beginikan saya wahai sahabat. Saya manusia, saya bisa tertawa memang, tapi saya sakit hati di dalam.
Monday, August 5, 2013
Rinduku Kepada Mama Di Bulan Ramadhan
Halo blog tercinta,halo bloggers. Kali ini saya ingin curhat (tetep hahaha :D) tentang rindu ku kepada almarhumah mama. Ini sudah lebaran tahun ke delapan (sejak 2005) tanpa ada nya mama. Sosok wanita hebat di mataku yg tidak sudi meneteskan air matanya di depan anak-anaknya dan memproyeksikannya dalam bentuk goretan senyum di wajah. Sungguh aku merindu nya, aku rindu sosok beliau yang selalu sibuk bertanya "bagaimana hari mu di sekolah dek?" Setiap aku pulang beraktifitas. Aku rindu sosoknya yang selalu sibuk bermain adonan kue dan berkutat di depan oven lawasnya untuk membuat kue lebaran (biasanya H-7 beliau mulai sibuk), aku rindu sosoknya yang bertanya "mau beli baju lebaran dimana dek?," dan aku rindu sosoknya yang selalu bilang "besok mama dinas dek, adek mau oleh oleh apa?," sungguh aku merindunya, rindu sosoknya, senyumnya, dan rutinitasnya. Bagiku beliau wanita tangguh yang pernah ku kenal, aku bangga lahir dari rahimnya, aku senang memutar kenangannya di dalam theater of mind ku. Tidak ada cacat bagiku tentang perawakannya. Aku rindu setengah mati dan rasa rindu ini sering kali membuatku menangis jika mengingatnya. Namun di balik itu semua, aku meyakini bahwa apa yang jadi impianku, apa yang telah ku capai, dan apa yang telah ku titi selama ini, pasti juga menggoreskan senyum bangga di wajahnya di kejauhan sana. Aku sungguh rindu mama ku, aku rindu segalanya dan aku tidak akan pernah malu mengakui bahwa aku anak beliau. Aku hasil didikan beliau, aku cahaya beliau, dan aku harapan beliau. Itulah mamaku, sosok mama yang selalu penuh kasih kepada anak anaknya, sosok mama yang ingin berjuang demi melihat senyum senang di wajah anak anaknya, dan sosok mama yang sukses (menurutku) mengajarkan arti hidup kepada anak anaknya.
Di sini indra meraih mimpi yang indra gadang gadang di hadapan mama sedari indra kecil, dan indra yakin mama selalu mendampingiku kemanapun dan kapanpun. I miss you mom. Selamat hari raya idul fitri 1434 H mama ;)
Friday, July 19, 2013
Tersenyum Dan Menangis
Aku belajar dari sosok mamaku, beliau selalu berkata "tersenyumlah selagi kamu bisa tersenyum, bersedihlah selagi kamu tidak bisa meredamnya lagi. Tapi jgn bermurung atau menggerutu hanya jika kamu tidak kuat berdiri dari jatuhmu." Dulu serasa berat kata itu untuk ku cerna, sekarang aku tau, dengan tersenyum maka dunia tidak akan tau bahwa sesungguhnya kamu sedang di rundung rintihan yang tak henti menjerit. Maka kamu akan selalu bisa membuat sekelilingmu tertawa sekalipun kamu sesungguhnya ingin sekali membagi bebanmu.
Dengan menangis, maka dunia akan tau bahwa sesungguhnya kamu memang manusia biasa yang masih memiliki perasaan tersakiti. Namun jika kamu bermurung, tidak ada hasil yang kamu dapat. Kamu hanya akan mendapatkan sebuah fatamorgana kehidupan tanpa ujung.
Wednesday, July 10, 2013
Sukses Tidak Selalu Datang Dari Emas
Ya...apa kabar temanku (read: blog). Sudah terlampau aku tak menorehkan kisah ku di dirimu, kali ini aku ingin bercerita tentang sedihku namun di dalamnya ku sematkan rasa syukurku kepada Allah SWT.
Hari ini, ya sore ini adalah buka puasa pertama ku dengan keluarga. Seperti puasa tahun kemarin, sebelum berbuka suasana rumah di warnai percekcokan kaka iparku dengan papaku. Sungguh pemandangan yang tidak mengenakan ini selalu mengihiasi hidupku selama di rumah. Mungkin alasan ini juga yang membuatku sungguh tidak betah berlama-lama bersama keluarga, penat rasanya. Aku rasa ketika canda tawa yang di sebarkan dalam beberapa waktu hanya sekedar kamuflase sementara, namun pada akhirnya semua keharmonisan itu akan kandas di gerus waktu. Sekejap aku langsung berfikir dan istigfar bukan main kepada Allah melihat hal ini. Sungguh ku merasa miris, aku merasakan kasih seorang mama hanya seumur 11 tahun. Selebihnya 8 tahun aku hidup selalu dalam rumah yang berwarnakan cekcok tak henti, aku iri melihat temanku yang memiliki keluarga yang tidak sepertiku, aku iri melihat teman ku yang bisa melancong ke Jakarta dengan segudang doa, harapan dan dukungan di tangan mereka dalam mengejar mimpi. Sedangkan aku?, aku merasa doa bermunculan bukan dari keluarga, tapi dari kalangan sahabatku, harapan dan dukungan bukan datangnya dari keluargaku, tapi datangnya lagi lagi dari sahabatku yang mencintaiku, bahkan aku sendiri adalah orang yang tidak ingin berlama lama di rumah, sedangkan temanku selalu ingin pulang ke rumah ketika liburan. Aku menyibukkan diriku di luar rumah dengan segudang kegiatan yang aku rangkai sedemikian rupa sehingga ketika aku pulang, aku akan mendapati keluargaku sudah tidur nyenyak. Aku rapuh sesungguhnya dan aku rasanya ingin berteriak melihat semua ini tiada ujungnya, tapi di lain sisi aku bersyukur kepada Allah SWT karena aku terbentuk menjadi anak yang kekurangan kasih sayang, anak yang tidak bisa tersenyum di rumah, namun aku menjadi anak yang mampu mengukir prestasi dan mengejar sebagian kecil mimpiku di luar rumah. Aku hanya meminta kepada Allah, jika memang jalan ini Ia ciptakan untuk menguatkan diriku, maka aku memohon kepadaNya untuk selalu menguatkan ku hingga akhirnya seluruh mimpiku terjawan sudah. Namun jika Ia menciptakan jalan ini untuk melihat skor kesabaranku, maka aku meminta maka hadapkanlah aku langsung ke level Ujian Akhir Nya, sehingga aku bisa tenang meniti masa depan dan mimpiku dengan sesuai yang apa ku inginkan.
Itu saja yang ingin aku bagi, entah hanya kepada lagu dan tulisannya aku bisa berbagi. Terimakasih ya Allah atas segalanya hingga saat ini.
Friday, June 14, 2013
Bukan Berarti
Murungku bukan berarti, sedih senduku
Candaku bukan berarti, riangnya hatiku
Tangisku bukan berarti, hancurku
Thursday, June 13, 2013
Rasanya Ingin Menangis
Monday, June 10, 2013
Senyumku Sedihku
Friday, May 31, 2013
Setiap ruas jalan yang ku lewati, memiliki kenangan tersendiri di benak ini, kenangan dimana malam-malam kami haru mengamen mengais rupiah-rupiah penopang keberangkatan kami, ruas jalan yang selalu menjadi bahan gumaman ku ketika kaki ku ini begitu letih untuk mengikuti iringan derap kaki teman-teman, ruas jalan yang selalu ku duduki ketika kami semua letih bernyanyi, dan ruas jalan yang selalu kami keluarkan kata-kata andalan "selamat malam bapak-bapak, kakak-kakak, teman-teman, kami dari Paramadina Choir..." untuk sekedar membuat mereka menoleh dan memperhatikan lantunan nada yang kami lontarkan dari dalam hati. Sungguh ku ingin meneteskan air mata, tak kusangka aku dan team sudah sejauh ini melangkah, sudah sebesar ini angan-angan yang akan kita realisasikan. Sungguh kesabaran, dan ketekunan dalam menjalani skenarioNya itu teramat ampuh dalam memegang mimpi menjadi nyata.
Terimakasih ya Allah, terimakasih teman-teman, begitu banyak warna yang kalian torehkan dalam kehidupanku ini yang awalnya ku sangka hidupku berada dalam level stagnancy yang akut, ternyata aku menemukan kalian, aku menemukan UKM yang membuatku happy (walaupun tak jarang UKM ini juga buat pening dan gondok hahaha), ada masanya nanti ketika umurku sudah jauh bertambah, aku tidak dapat bertemu lagi dengan kalian karena rutinitas yang begitu deras membunuh waktuku, moment ini lah dan partitur yang begitu tebal itulah yang akan selalu ada di sisiku dan terus membuka setiap inci kenangan perjalanan kita bersama-sama, ya ini tolak ukur pertama kita. Sukses untuk kita semua Paramadina Choir.
Monday, May 27, 2013
Siapa Itu Sahabat, Sahabat Itu Apa, Apa Itu Sahabat?
Kadang dalam benak ingin berteriak "kalian sungguh enak, ketika kalian pulang ke rumah kelak, kalian akan di rindukan, aku?. Aku pulang tidak ada yang mengapresiasiku sama sekali. Bertanya 'Kenapa?' saja kesannya enggan. Aku terasingkan di sana sini, tidak dengan kalian!!." Tapi aku sadar, untuk apa aku berteriak, untuk apa aku membagi, aku tau bahwa setiap insan di Dunia ini sebagian besar hanya menjadi Good Listener saja, jadi daripada saya hanya menadapat julukan "anak manja" lebih baik biar saya, hati saya, Allah SWT, dan "teman-teman" setia saya yang mengetahui kapan saya tertawa lepas, kapan saya tersenyum palsu untuk menghindari kerapuhanku, dan kapan aku benar-benar menangis.
Tuesday, May 14, 2013
Satu Kata
Saturday, May 11, 2013
Ku Bersyukur
Friday, May 10, 2013
Ada Rasa Itu Kembali
Wednesday, May 8, 2013
Titik Jenuh
Saturday, April 27, 2013
proses
Sunday, April 14, 2013
Lirih ku
Kikisan Kepercayaan
Hola :D, kembali ku ingin bercerita di blog ku teman setia sepanjang masa ku ini :D. Hari terus semakin terus bergulir, semain cepat waktu memakan setiap detik nafas ku. Di perjalanan itu ku rasakan dua hal besar yang berkecamuk di dada ku, perasaan bangga karena keberangkatan ku dengan team paduan suara semakin dekat untuk membanggakan kampus ku dan nama Indonesia di kancah internasional. Namun di sisi bangga itu ku rasa ada sesuatu yang mengganggu dan mengikis kepercayaan ku kepada orang orang yang ku anggap saudara ku sendiri di paduan suara ini, yakni sahabat sahabatku. Semakin terlihat jelas beda "menu" persembahan yang mereka suguhkan kepada ku, pandangan ku semakin kuat, ketika ku tahu bahwa banyak orang orang di sekitarku yang merasakan itu muncul di sikap sikap sahabatku. Semakin habis ku rasa kepercayaan ku kepada mereka. Tapi sudah lah, ada orang yag berbicara bahwa "terkadang kita tidak perlu memikirkan hal yang membuat kita sakit hati, semua itu BULLSHIT." Apapun yang mereka proyeksikan di hadapan ku, aku akan tetap menyuguhkan yang terbaik bagi mereka. Mari membangun semangat dan jaring jaring mimpiku untuk masa depan.
Saturday, April 13, 2013
Makna Terdalam
Selamat sore Dream Catcher, sudah lama jemari ini tidak "menari" menorehkan secuil cerita di blog ini. Kali ini singkat saja ku ingin menceritakan apa yang kurasakan sekarang. Perjalanan ku dengan team paduan suara ku menuju international competition tinggal menghitung bulan, tapi semakin kesini semakin kurasa sesak di dada. Tanggung jawab ku sebagai dana usaha bagian sponsorship mencekik habis nafas ku, dan entah berapa lirih yang selalu keluar dari dalam sanubari hati yang terdalam. Kini di tambah lagi perasaan "terasingkan" dari sahabat-sahabatku, entah semacam perasaan sentimentil atau memang nyatanya seperti itu, aku merasa bahwa ada satu tembok yang muncul dari mereka terhadap diriku. Mungkin karena status mahasiswa yang melekat di diri kita berbeda jauh. Sejujurnya aku tidak ingin ada suatu "gep" semacam itu di antara kita, karena aku sudah menganggap mereka semua keluarga kedua ku, namun nyatanya "gep" tersebut semakin nyata terlihat. Hal itu membuatku tercekik dari hari ke hari, membuatku jengah dan ingin berteriak "bisakah kalian memahami ku seperti kalian memahami sesama kalian?." Tapi apa daya, itu hanya akan terpendam di hati ku yang terdalam, tanpa aku ingin memberitahu mereka.
Tapi di balik itu semua, dapat ku tarik pelajaran, bahwa aku harus bersifat professional ketika aku berorganisasi, kesampingkan rasa itu dan teruslah produktif. Karena ku yakini sabarku, lirihku, pedihku yang ku bungkam dalam hati pasti di lihat oleh Allah dan Dia pasti akan memberikan "hadiah" istimewa kepada ku di waktu yang tepat sesuai suratan yang Ia takdirkan. Selamat sore para dream catcher
Sunday, March 31, 2013
The mean of processes
Minggu, 31 Maret 2013
Selamat malam penjaring mimpi di jagat raya, malam ini aku kembali menorehkan secarik tulisan ku. Malam ini aku sungguh mendapat sebuah kesamaan pandangan dengan sahabatku, yaitu THE MEAN OF PROCESSES. Aku kini sudah berkembang dan tumbuh menjadi remaja yang sebentar lagi memasuki usia 20 tahun (tepat di Agustus tahun ini). 19 tahun aku hidup dengan kecintaan ku dan hobby ku dengan musik dan lagu. 19tahun aku merangkak membuktikan kepada keluarga ku bahwa hobby ku ini bukan sekedar hobby yang sekali lewat, dan sekarang?, insyaAllah aku akan mendekati gerbang pembuktianku, bahwa hobby ku (bernyanyi) dapat membawa ku sampai menyebrang ke Vietnam (di bulan Juni nanti) untuk melantunkan nada-nada indah bersama team paduan suara kampus ku, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Inilah aku Widiyoko Indrarto, bocah yang dulunya pemalu, telah bermetamorfosis menjadi sosok yang percaya diri, di percaya menjadi divisi dana usaha sponsorship untuk team paduan suara ku (posisi yang menurut ku amat penting), dan aku kini mempelajari bahwa mimpi ku memang di takdirkan untuk melekat di dalam kehidupan nyata ku dan semua itu aku percayai akan indah pada waktuNya asalkan aku mengerti, sabar & menghargai segala PROSES menuju ke mimpi ku itu yang di suguhkan oleh Allah. Terimakasih Allah atas segala skenarioMu atas mimpi ku. Akhirnya sebentar lagi aku akan merasakan pergi keluar negeri bukan karena uang, bukan karena fasilitas, tapi karena hobby dan kecintaan ku akan musik yang di anggap sebelah mata oleh sekitarku. Alhamdulillah dan syukur ku panjatkan kepadaMu.
Kutipan yang sama dengan kata hati ku yang terlontar dari sahabat ku malam ini adalah
"Gua menganggap ini bukan kompetisi, bukan keluar negerinya, bukan menangnya, tapi semua ini prosesnya." - Muhammad Fadly, 20 tahun, asal Makassar.
Terimakasih ya Allah atas karuniaMu melalui sahabat sahabat luar biasa seperti mereka.
Friday, March 29, 2013
Defying Gravity
Perjalanan ku untuk mama
Selasa, 26 Maret 2013
Selamat malam semua, kali ini saya hanya ingin sedikit curhat atas kerinduan saya dengan almarhumah mama saya. 8 tahun sudah mama pergi ke haribaanNya mendahului saya dan kaka kaka saya serta papa saya, rindu masih terasa pilu di hati, sesak moment itu juga masih kuat di ingatan. Kembali ku melihat album album semasa kecil ku yang beruntung memiliki kenangan dokumentasi dengan mama (maklum mama gak terlalu suka di foto). Sekelebat langsung terbayang dalam benak "alasan apa yang mendasari aku masih bertahan hidup untuk berjalan mengarungi hidup?," "alasan apa yang mendasari aku harus tetap kokoh berdiri megais mimpi ku?," "alasan apa aku harus mejelma jadi sosok anak manja kesayangan mama, menjadi anak yang kuat dalam menghadapi masalah?." Rentetan pertanyaan itu ludes telibas rentetan foto yang ku temukan. Jalannya hanya satu "aku di sini, dengan segala perubahan yang ku miliki, hanya bermuara ke satu arah, yaitu MAMA."
Dulu ku ingat, betapa mama sungguh menyayangi ku dengan sepenuh hati, beliau selalu menuruti apapun yang aku minta tanpa bilang "tidak" hanya jawaban halus yang terlontar darinya ketika dia berusaha menolak permintaan ku "nanti ya dek, kalau mama sudah punya uang, adek bisa beli itu. Sekarang adek belum butuh." Alasan itu tetap tidak ampuh bagi ambisi ku untuk mendapatkannya, alhasil mama membiarkan aku merengek sambil bergumam "nanti juga capek sendiri." Betapa itu semua sekarang menjadi kenangan lucu yang melekat dalam otak. Betapa lucu aku mengingat dulu aku anak manja, egois, dan tidak bisa menerima permintaan ku di tolak mama.
Malam ini, semua itu kembali merasuk ke dalam memori ku. Aku mem-flashback sangat jauh atas hidup ku yang sekarang. Sungguh aku rindu aroma masakan sederhana mama, yaitu mie goreng dengan telur orak arik di hari minggu, masakan itu yang bisa membangunkan ku dalam lelapnya tidur. Rindunya diriku atas sosok mama yang selalu menemani ku menonton tv dan bertanya "gimana sekolahnya tadi dek?," rindunya aku dengan rutinitas keluarga ku membuat kue menjelang hari raya, rindunya aku dengan sosok mama ku yang sibuk mempersiapkan hari ulang tahun ku yang ke-6, rindunya aku dengan sosok mama yang selalu bilang "ini nih anak bontot kesayangan mama," rindunya aku dengan segala atribut mama yang melekat kuat di benak ku. Kini?, aku hanya bisa berjuang di sini, memperjuangkan mimpi ku, untuk mama terkasih yang sudah 'tidur' sembari memperhatikan ku.
Sekarang aku sudah bukan indra kecil kesayangan mama seperti dulu lagi, aku sudah survive dengan tenaga dan asa ku dalam meraih cita-cita ku, kini aku sudah mejelma jadi indra berusia 19tahun yang akan berjuang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional bersama team choir kampus ku, dan semua ini ku sadari bahwa kepergian mama membuat ku selalu ingin melakukan hal yang membanggakan di dedikasikan untuknya. Dengan kepergian mama, aku sadari Allah dan alam ingin aku belajar menjadi anak bontot yang kuat dan manja akan kasih sayang mama. Di sini indra berjuang untuk mama, melangkah untuk mama, apapun hasilnya aku hanya berharap mama bisa bangga dengan torehan 'tinta' dalam 'kertas' hidup ku.
Selamat beristirahat mama, aku di sini untuk mama. Pantau terus anak mu ini berkembang, insyaAllah aku bisa membanggakan mama kelak. I miss you mom.
Alasan Atas Mimpiku
Jumat siang yang begitu terik menusuk kulit, di tengah teriknya siang ini, ku merenung atas perjalanan hidupku. 19tahun aku mengarungi berkah hidup dan nyawa yang di hembuskan olehNya, 8tahun ku berdiri melalui segala fase optimis, putus asa, hampa, dan flat sepeninggalan mama di tanggal 5 Mei 2005. Semakin ku sering merenung, semakin aku binggung atas skenario Allah di dalam hidupku. Tapi kini ku terbangun dan ku sadari, bahwa kepergian mama bukan alasanku untuk memukul mundur mimpi-mimpi besarku, tapi karena itulah aku harus menarik sekuat tenaga mimpi-mimpi itu untuk mendekat dan terbentuk dalam bentuk nyata dalam hidupku. Dan benar ternyata, alasanku sekarang dalam mengejar mimpi adalah....MAMA KU, semua pencapaianku dan jatuh bangun perjalananku, semua bermuara untuk membahagiakan mama di saat aku dewasa nanti.
Wednesday, March 27, 2013
Merengkuh Mimpi
Kamis, 28 Maret 2013
Mimpi diciptakan untuk di taruh di tempat yang tertinggi. Bukan untuk di letakkan tepat di bawah kaki mu dan "menempel" di tanah. Jadi wajar memang sebagai kodratnya meraih atau merengkuh mimpi itu dibutuhkan proses panjang dan berkelumit. Nikmati segala prosesnya, cicipi dengan nikmat hasilnya.
Ku yakini keyakinan yang teguh, usaha tak kenal lelah, serta keikut sertaan Allah dalam langkah, akan membuahkan hasil yang gemilang.
Monday, March 25, 2013
"suplemen" semangat ku
Senin, 25 Maret 2013
Sunday, March 24, 2013
Pilar-Pilar Mimpi ku
Minggu, 24 Maret 2013
Selamat malam pengejar mimpi, kali ini saya kembali menorehkan tulisan saya mengenai PILAR-PILAR MIMPI KU. Sebelum ku memaparkan apa saja yang menjadi pilar-pilar mimpi ku, aku ingin bercerita tentang latar belakang hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menorehkan tulisan ini di blog ku. Kemarin di sore hari, diriku merenung, entah apa yang ku renungkan, segala macam hal ku renungkan dalam renunganku itu, dan......tiba-tiba ada sebuah gambaran dengan judul diatasnya "syukur."
Seketika diriku langsung mem-flashback memori ku, memori ku tentang perjalanan hidupku, perjalanan pendidikanku, perjalanan ku menuju usia 20 tahun, perjalanan hidupku mencari tahu apa yang ingin ku cari tahu, hingga perjalanan ku meraih dan terus menanjak mimpi anganku sampai detik ini. Dan ketika gambaran inilah datang, ku putuskan untuk menuliskan rasa "syukur" itu di dalam blog ini dan merubahnya menjadi kata PILAR-PILAR MIMPI KU. Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU.
Sahabat-sahabat terkasih :
1 Muhammad Fadly
Bocah ini namanya Muhammad Fadly, biasa dipanggil Fadly. Dia sahabatku yang berasal dari Makassar,Sulawesi Selatan. Dia adalah salah satu mahasiswa program beasiswa di kampusku, Universitas Paramadina. Kemampuan otaknya tak saya ragukan untuk acungkan jempol, 4 jempol mungkin akan saya acungi untuknya. IPK nya selalu membuat mata saya terbelalak melihatnya, selalu stabil di angka 3, tidak pernah turun dari angka 3, yang ada selalu naik -_-.
Sahabat saya ini menjadi PILAR-PILAR MIMPI KU karena bocah ini selalu semangat dalam mengerjakan apapun, selalu tersenyum walau saya tau di hatinya gundah gulana gak karuan bentuknya, tapi proyeksi yang disuguhkan selalu senyum sumringah di wajahnya. Selain itu anak ini juga tidaj segan menagur saya, kalau saya memang salah. Sikap semangat, tak mudah nyerah, dan selalu senyum nya inilah yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU, saya harus bisa sepertinya (walaupun mungkin dari segi nilai saya belum bisa mendekati) yang selalu tak hentinya lelah menorehkan senyum kepada siapapun yang ia jumpai. Saya harus bisa menjadi anak yang lebih kokoh lagi seperti dia dalam mengarungi tantangan hidup.
2 Israruddin
Ya inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang kedua, Israruddin (biasa dipanggil Isra). Bocah yang berasal dari Aceh ini adalah sahabat saya di bangku kuliah. Tipikal anak ini adalah dominan, selalu ingin nomor satu, dan yang tak boleh dilupakan adalah setiap aspek apapun yang dibicarakan dengannya, PASTI selalu bisa berkesinambungan dengannya. Saya pun heran kenapa anak ini begitu banyak wawasannya. Sama seperti sahabat saya yang sebelumnya (fadly), anak ini pun juga memiliki otak diatas rata-rata (bagi saya), bocah ini selalu kelimpungan jika nilainya berubah jadi A-. Tapi dibalik itu semua yang ia miliki, anak ini menjadi pilar bagi mimpi saya karena dengan saya mengenal anak ini, tekad saya terpacu untuk menjadi anak yang ambisius akan mimpi saya, serta berusaha untuk terus melakukan segalanya dengan taraf perfect, khususnya dalam merealisasikan MIMPI saya.
3 Yuda Usman Abidin
PILAR-PILAR MIMPI KU yang ketiga adalah bocah dari tanah jawa (semarang tepatnya) yang bernama Yuda Usman Abidin, biasa dipanggil Yuda. Dia adalah teman pertama saya di Universitas Paramadina yang selanjutnya berubah menjadi sahabat saya. Awal saya kenal dengannya adalah ketika kita bertemu di facebook dan menjadi teman disana, kemudian selanjutnya kita bertemu di kampus, satu prodi juga (program ilmu komunikasi), dan sekarang kami menjadi satu perminatan juga, yakni Brand Management. Menurut saya dia adalah sahabat saya yang tidak luar biasa hebat dan takjubnya dengan sahabat-sahabat saya yang lainnya. Anak ini begitu rajin dan pintar (khususnya dalam tugas), dia pun juga perfectionist dalam mengerjakan, dan satu yang pasti sisi yang saya lihat di dalamnya adalah dia sangat yakin akan sebuah pencapaian tertentu jika memang dia sudah serius menjalaninya. Saya selalu mendapat pesan "raihlah mimpimu, kelak pasti kamu akan dapatkan" dari setiap pembicaraan saya dengannya mengenai pengalaman-pengalaman kita. Hal utama yang menjadikannya sebagai pilar mimpi saya adalah karenanya saya semangat untuk mengejar pencapaian yang sudah ia capai, yakni ber-misi budaya sampai ke belahan dunia lainnya. Dan alhamdulillah kini saya pun sedikit lagi akan bisa merasakan pengalaman yang ia rasakan kala itu, bedanya dia berkeliling dunia dengan menari, saya berkeliling dunia (insyaAllah Juni 2013 nanti) dengan melantunkan nada-nada merdu yang team choir kampus saya lantunkan untuk dunia, dari Indonesia. Dan kami saling support satu sama lain dalam hal non materil ataupun materil satu sama lain, jika memang salah satu dari kami membutuhkannya. Kami selalu saling menyemangati jalan yang kami ambil masing-masing. Hal itulah yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU.
Krisnawati, biasa dipanggil Nina. Bocah dari tanah Majalengka,Jawa Barat yang selalu gemar menyanyi di setiap waktu ini (maklum satu team paduan suara dengan saya hehehe) merupakan PILAR-PILAR MIMPI KU yang selanjutnya. Anak ini menurut saya sangatlah luar biasa, walaupun dia termasuk sahabat wanita saya yang memiliki karakteristik manja, namun di balik kemanjaannya itu dia bisa menjelma menjadi sosok yang mandiri dan tangguh, walaupun saat itu dia ingin sekali berhenti melangkah, dan menangis sejenak. Hal utama yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU adalah totalitas dia dalam bernyanyi di team choir kampus kami, hal itulah yang menjadikan saya untuk terus bersemangat bernyanyi, memperbaiki teknik saya dalam bernyanyi, di kala saya merasakan "terasingkan" dalam jenis suara saya di team. Dia lah yang membuat saya bisa berusaha sampai sekarang menerka dan mencoba memperbaiki kualitas suara saya.
5 Nisa Hudzaifah
Nisa Hudzaifah, biasanya dipanggil dzae (saya pun gak ngerti kenapa nama panggilan bocah ini melenceng terlampau jauh dari nama aslinya -_-). Bocah atraktif bergolongan darah O ini berasal dari tanah Bandung. Dia juga mahasiswa program Beasiswa bersama Fadly, Isra, dan Nina di kampus saya, Universitas Paramadina. Tipikal anak ini kurang lebih sama seperti Fadly, periang dan murah senyum (mungkin karena mereka satu golongan darah yang sama), tap satu yang tidak saya suka dari sahabat saya yang satu ini, ketika dia sudah mulai kesal dengan orang lain, anak ini tidak segan untuk menegurnya (agak kasar sih cara dia negur,hahaha) walaupun orang yang dia tegurnya jauh lebih tua dengannya. Tapi dibalik itu semua, yang pasti dia adalah salah satu PILAR-PILAR MIMPI KU, karena dia adalah sahabatku yang selalu tau jika saya mulai bermasalah dengan kecamuk di hati saya, dan dia datang untuk berusaha masuk dan memberika solusi jalan apa yang mungkin saya ambil dalam memecahkan masalah hidup saya. Dia adalah alasan saya bisa terus berlari, berjalan, dan bertatih dalam mengais MIMPI GEMILANG saya.
6 Inge Andhini
Inge Andhini, biasa dipanggil Ade ataupun Inge. Anak penggila jurusan kedokteran ini adalah sahabat saya di bangku kuliah ini selalu menajadi sahabat yang setia memberikan nasihat jika saya benar ataupun jika saya salah, dia saya jadikan layaknya kakak saya sendiri yang tidak hentinya memberikan saya nasihat. Dan alasan utama yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU adalah saya ingin melihat saya bangga dan merasa terdedikasi atas segala masukan yang ia berikan kepada saya selama saya berjalan mengarungi hidup 4 semester di Paramadina. Dia sahabatku yang paling saya kagumi dengan segala potensi, kehidupan yang ia miliki.
7 Mama
Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang terakhir dan UTAMA, yaitu Mama ku tersayang Mama ku tercinta. Beliau selalu menjadi alasan ku berjalan mengarungi hidup dengan segala kesabaran yang kumiliki dalam menghadapi masalah yang ada. Kata kata beliau yang selalu keluar "jadi anak yang sukses di masa depan nanti ya dek" adalah kata-kata pamungkas bagiku untuk mendongkrak kekendurannya semangatku dalam meraih mimpi. Beliau adalah target utama ku dalam mencapai mimpi dan target utama ku dalam menorehkan garis senyum di wajah orang lain. Walaupun aku dengannya sudah terpisah jarak dan waktu yang terlampau jauh, tapi aku yakini sampai aku se usia ini, bahwa beliau selalu mendampingi ku, menjaga ku dalam melangkah mengarungi hidup, dan beliau selalu aku rindukan sampai kapanpun. Beliau sungguh luar biasa bagiku, beliau mengajarkanku begitu banyak pelajaran, pelajaran menjadi sosok yang sabar, sosok yang tangguh, sosok yang penyemangat, sosok yang periang, sosok yang baik kepada sesama dan beliau adalah THE BEST WOMAN I'VE EVER MET IN THIS WORLD. No one can't replace her in my head and in my mind. Tataplah dengan bangga anak mu ini ma, disini indra berjuang membanggakan mama, meraih mimpi indra dan disini indra merancang masa depan indra yang gemilang, Indra ingin jadi pendongkrak ekonomi keluarga layaknya mama dulu berjuang dalam keungan keluarga di tengah keluarga besar yang tidak mengerti perjuangan keluarga kita ma. Terimakasih mama atas pembelajaran mama, kesabaran, senyum, dan semangat dan terimakasih mama sudah mau berjuang untuk melahirkan indra di dunia ini. Indra akan menajadi sosok anak yang membanggakan bagi mama, seperti halnya kata mama yang selalu terucap "ini nih anak bontot kesayangan mama dan kebanggaan mama."
Itulah ketujuh PILAR-PILAR MIMPI KU, mereka lah alasanku dalam gigih berlari mengejar mimpiku, dan mereka juga lah target utama proyek "senyum bahagia nan bangga" yang aku usahakan tergores di wajah mereka di saat mimpi besarku dan semua mimpi kecilku sudah berhasil ke rengkuh satu per satu. Teruslah menajadi PILAR-PILAR MIMPI KU dan terimakasih atas dukungan kalian sejauh dan selama ini.
Merry Riana
Thursday, March 21, 2013
do something epic, earn something special
kamis, 21 Maret 2013
Selamat siang para dream catcher di luaran sana?, saya harap mimpi dan angan kalian terus berkembang, berkobar setiap hari nya dan yang terpenting langkah kalian terus tersusun secara baik sampai mimpi itu berhasil kalian rangkul di benak kehidupan kalian. Kali ini saya menuliskan 2 "entri" cerita menarik di dalam hari hari saya belakangan ini. Pertama, mengenai kesadaran saya, bahwa saya memiliki sahabat-sahabat yang sebenarnya mereka mengekspektasikan sangat tinggi akan diri saya (bersyukur alhamdulillah dalam hati) dan yang kedua, bahwa hari ini saya mendapat sebuah "link" yang insyaAllah bisa membantu PKL saya di semester selanjutnya dari senior saya, sekaligus senior saya itu menyuntikan energi positif tentang "kuliah lo harus kelar tahun depan!."
Mulai dari "entri" pertama, kemarin malam seperti biasa saya sehabis latihan bersama Paramadina Choir (team paduan suara yang saya ikuti) kita bercengkrama layaknya kakak dan adik yang saling share tentang kehidupan atau apapun yang mereka dapatkan selama beberapa hari terakhir. Di moment seperti itu saya sadari seketika, bahwa mereka ternyata begitu hangat mendekap saya layaknya keluarga mereka, mereka percaya akan kehadiran saya di tengah mereka, mereka dengan yakin dan percaya menceritakan apa yang mereka keluhkan selama berkuliah 4 semester, dan saya merasa bangga, haru, dan tanggung jawab tersendiri ketika mendengar mereka bercerita secara gamblang seperti itu ke saya. Maafkan saya yaAllah atas prasangka buruk saya kepada mereka belakangan terakhir, saya keliru, saya merasa bersalah, dan saya sadari bahwa memang mereka adalah salah satu, salah dua, salah tiga, bahkan salah empat dari pilar penyanggah alasan saya hidup untuk mengejar mimpi yang saya inginkan di masa depan.
Oke, cerita tentang "entri" satu sudah cukup dibahas secara umumnya saja sampai situ hehehe. Lanjut ke "entri" kedua yang saya dapatkan siang ini (karena ini menurut saya lebih menyentuh hehehe). Hari ini, sehabis kelas fotografi asdos (assistant dosen) saya bercengkrama dengan teman-teman saya termasuk saya sehabis kelas. Dia menceritakan pengalaman dia PKL, dia juga memberikan saran mengerjakan skripsi dan portfolio seperti apa nantinya, inti cerita begitu banyak yang dia "input" ke benak saya dan teman-teman saya dan pada akhirnya bagi diri saya pribadi memang inputan itu benar,serta baik adanya. Berkat dia saya bertekad keras saya ingin "mencuci" nilai saya di semester pendek atas mata kuliah yang failed, saya juga bertekad lulus tahun depan (jika bisa, diizinkan Allah, lancar jalannya. Amin), dan yang terpenting hari ini saya dapatkan jaminan "link" untuk PKL di kantor senior saya itu nantinya. Tapi satu kutipan kata yang bisa saya serap dari kutipan senior saya itu, yaitu "keadaan yang membuat gua berfikir 'ya kuliah gua harus kelar sekarang, gak mau tau caranya gimana, yang jelas gua gak mau nambah uang bayaran di semester depan.'" Ya benar, kata itu benar adanya, saya harus sekuat senior saya itu, saya harus menyusun strategi konkrit dan jitu untuk merangkul mimpi dan sukses saya di masa depan. Saya harus bergerak dari sekarang untuk persiapan memegang mimpi saya kelak, saya harus lulus kuliah cepat, ayah saya pensiunan Kepala Sekolah SD, kedua kaka saya sudah punya tanggungan keluarga, ibu tiri saya sibuk mengembangkan uang untuk anaknya sendiri, dan saya harus bisa lulus lebih cepat dari normalnya agar saya bisa membuktikan, bahwa mama saya meninggalkan saya ke surga bukan tanpa persiapan, beliau menyisipkan rentetan sikap dan ketahanan hidup yang positif di dalam diri saya, beliau meyakini sedari saya kecil bahwa kelak saya akan jadi anaknya yang sukses, dan saya akan juga membuktikan bahwa memang saya pantas menjadi anak yang sukses meski saya tidak lagi mendapatkan kasih sayang mama saya. SAYA HARUS SUKSES MERAIH MIMPI GEMILANG SAYA.














