Sudah lama rasanya tak merasakan ada sahabat dalam hidup ini. Alhamdulillah sudah bertemu kembalu dengan sahabat bahkan saya anggap keluarga saya sendiri di bangku kuliah ini. Tapi masalah pun datang di tengah tengahnya, saya bermasalah dgn sahabat saya. Saya sudah meminta maaf, sudah sadar akan kesalahan, tapi dia masih begitu murka rasanya dengan saya. Penat rasanya melihat respon dia yang seperti itu, kesal, benci semua jadi satu. Saya berterimakasih mendapatkan sahabat seperti dia, perhatian dan baik, namun rasanya tak adil jika dia sulit memaafkan saya dan memaafkan yang lain (notabene orang tersebut statusnya juga bersahabat dengannya). Rasanya saya kesal dan benci, dan takut untuk bersahabat. Butuh beberapa hari saya menjauh dari rutinitas yang bersamaan dengannya, saya hanya tidak ingin emosi dan saya hanya sedih jika melihat respon dia seperti itu ke saya. Alangkah baiknya saya mundur satu atau dua langkah dari nya sejenak. Dan saya harap saya masih bisa bersahabat dengannya, saya tidak mau memiliki perbedaan dengannya. Namun dia seakan membuat tembok yang dia disana dan saya harus disini. Semoga Allah memperbaikin persahabatan kita ya. Maafkan saya jika menyakitkan mu dari kata atau sikap, tapi saya mohon jangan beginikan saya wahai sahabat. Saya manusia, saya bisa tertawa memang, tapi saya sakit hati di dalam.
No comments:
Post a Comment