Wednesday, September 11, 2013

Definisi Sahabat Di Benak Saya

Halo bloggers, ketemu lagi di 'diary' saya yang baru. Kali ini saya ingin menuliskan tentang apa sih itu definisi sahabat. Gak lama-lama, berikut saya akan memaparkan definisi sahabat dari beberapa orang yang saya survey, yakni ;

1. "sahabat itu ya ketika ada saat lo dalamn situasi apapun, gak ada tembok, gak ada batas, dan feedback yang lo dapetin setimpal dengan apa yang lo lakuin ke mereka (kebaikan). Tapi satu syarat, feedback baik tersebut bakal datang ke hidup lo, kalo lo tulus memberikan kebaikan itu kepada mereka." Definisi pertama ini, saya dapatkan dari seseorang yang merasa sebenarnya sahabat itu gak ada, karena menurut pengalaman dia ya yang namanya sahabat itu gak ada, semua memiliki kepentingan ketika mereka mendekatkan diri ke kita.

2. "sahabat itu menurut gw, ya ketika lo susah dia ada, ketika lo seneng dia ada, ketika lo bener ya dia juga ada, ketika lo salah, dia gak akan membenarkan lo hanya karena dia sahabat lo. Tapi sejujurnya, gw itu individualis, gw sampe sekarang belum nemuin sahabat, ya karena menurut gw, sahabat gw itu calon istri gw kelak, dan keluarga gw. Bukan orang di luar keturunan gw. Menurut gw, lo terlampau cepat melabelisasi orang-orang di sekitar lo, sedangkan yang gw tau, penglabelan itu datangnya dari ekspektasi, dan ekspektasi akhirnya ke dua hal, antara emang sesuai ekspektasi lo atau jauh drastis dari ekspaktasi, nah ketika jauh dari ekspektasi, siapa yang sakit?. Ya diri lo sendiri, kalo mereka gak sesuai dengan apa yang udah lo lakukan untuk mereka, ya mending lo anggap mereka temen baik aja. Karena gak selamanya lo bisa diam." Ini saya dapatkan dari salah orang yang saya kenal dari semester 1 di kampus Paramadina. Dia bassicnya indivualis (dalam memandang definisi sahabat), tapi dia memiliki banyak teman deket di sisinya.

3. "sahabat itu menurutku gak ada ka, kenapa gak ada?. Karena menurutku, sahabat kan forever ya, ya sedangkan di dunia ini gak ada yang selamanya bisa abadi. Kenapa aku bilang gak ada yang selamanya?, karena mereka gak selamanya ada di sisi kita di segala moment ka, kan mereka punya kesibukan sendiri." Ini saya dapatkan dari junior saya yang juga berfikir bahwa sahabat tidak ada. Yang ada hanya temen baik, that's enough.

4. "sahabat itu simple, dia baik sama lo karena emang mereka tulus temenan atau sahabatan sama lo." Kalau ini jawaban paling singkat yang pernah saya dapat tentang observasi ini, melalui pertanyaan panjang lebar. Ya dari senior saya tepatnya.

Ya begitulah opini-opini orang yang saya observasi, mereka punya pandangan tersendiri mengenai arti kata sahabat itu. Ada yang masuk akal menurut saya adapun yang radikalnya gak ketulungan. Ya begitulah namanya hidup, semua orang punya opini akan fenomena hidup itu sendiri. Tapi akibat observasi kecil-kecilan yang saya lakuin ini, ada satu konsep yang keluar dari otak saya mengenai difinisi sahabat, yaitu "sahabat gak papa hanya satu arah datangnya (means hanya dari sisi gw aja yang nganggep mereka sahabat, tapi belum tentu mereka anggep gw sahabat mereka karena satu dan lain hal), tapi yang penting gw selalu ngelakuin hal yang terbaik buat mereka, dan mereka seneng. Maka gw pun insyaAllah akan seneng melihat mereka seneng. Dan satu lagi, gw harus bisa memastikan kadar sayang gw sama sahabat sahabat gw gak akan pernah berkurang, sekalipun masalah gak kelar kelar datengnya. Semua bisa di selesaikan." Itu deh definisi sahabat menurut gw, satu arah gak papa, yang penting tulus ikhlas :).

Sekian curhatan kali ini ya bloggers, semoga kalau yang baca 'diary' saya ini memiliki kesamaan cerita hidup dalam memaknai sahabat, 'diary' ini bisa menginspirasi kalian.

Assalamualaikum

"sometimes your bestfriend, your the biggest enemy in your life. even that things comes up, keep show the best part of you" - anonymous.

No comments:

Post a Comment