Senin, 25 Maret 2013
Selamat sore para penjaring mimpi di luar sana, saya harap mimpi-mimpi kalian tidak pernah pudar, begitupun semangat dan kegigihan kalian dalam mengejar mimpi-mimpi itu. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang "suplemen" semangat ku. Menurut kajian ilmiah, suplemen adalah sebuah zat, pil, atau cairan penambah daya tahan tubuh dalam sistem kekebalan menahan atau melawan penyakit yang hendak datang ke dalam tubuh kita. Tapi bagi saya, suplemen itu adalah seperangkat atau orang-orang tertentu yang selalu membuat ketahanan langkah saya dalam melangkah meraih mimpi semakin kuat dan tegar setiap menitnya. Ingin tahu siapa "suplemen" semangat ku itu?. Berikut dengan bangga ku paparkan siapa mereka dan karena mereka lah aku bisa menjelma sedikit demi sedikit menjadi sosok anak muda yang tangguh melalui petuah-petuah yang mereka berikan.
1 Nabilla Aidid
Nabilla Aidid, sapaan akrab saya dengannya adalah Bella. Senior saya yang satu ini adalah bocah tomboy nan nyolot dari tanah bengkulu. Dia merupakan mahasiswa perantauan di kampus saya, Universitas Paramadina. Perawakannya yang tomboy, cuek, jutek, dan terlihat sangar membuat orang yang pertama kali mengenal dengannya merasa enggan untuk sekedar bertegur sapa dengannya (termasuk saya kala itu, hahahaha). Tapi siapa disangka, dibalik sosoknya seperti itu, setelah saya mengenalnya lebih dekat, sering bertukar pandangannya dan juga sering curhat masalah dengannya, tenyata dia merupakan sosok senior yang cukup perhatian, senior yang loyal kepada temannya (selama kita juga memberikan input positif kepadanya). Dan yang pasti dia selalu bisa menjadi "suplemen" semangat ku dengan semangat dan kata-kata yang ia lontarkan ketika saya dirundung masalah yang tidak habis-habisnya saya bebani kepada diri saya sendiri. Tapi satu kejelekannya, sampai sekarang dia masih terlihat atau bahkan terkesan egois atas apa yang ada di dirinya dan "memaksa" orang lain untuk sepaham dengannya atas apa yang ia pikirkan, bagi seglintir orang mungkin akan merasa "riweh" dengan sikapnya ini, tapi bagi orang-orang yang dekat dengannya, itu bukanlah perkara besar yang harus di besar-besarkan. Anyway, dialah salah satu "suplemen" semangat ku dalam mengarungi rutinitas choir.
2 Nur Annisa Widyayuliana
Nur Annisa Widyayuliani, saya biasa memangilnya Ka Icha. Dialah "suplemen" semangat ku yang berikutnya sekaligus yang terakhir dalam edisi kali ini hehehe. Gadis muda asal Jawa ini (entah Jawa bagian mana hehehe) merupakan mentor ku dalam team choir. Awalnya sistem mentoring ini aku tidak merasakan dampak yang berarti, karena aku juga jarang berkomunikasi dengan beliau. Tapi ketika aku menemukan sebuah titik masalah dengan padus yang tidak bisa ku telan sendirian, akhirnya aku memutuskan bercerita dengannya tentang masalah tersebut dan benar ternyata, perawakannya yang pendiam ini membawa sebuah "emas" tersendiri yang saya lihat di baliknya. Dia ternyata sering memperhatikan ku dan dia selalu bilang "setiap gua ketemu lu,pasti ada sesuatu yang kepikiran di otak lu yok." Beruntunglah saya mendapatkan mentor sepertinya, perhatian dan mengerti kapan dia harus berposisi sebagai mentor yang bertugas menengahi jika saya bermasalah, dan kapan dia harus menajdi teman baik saya dalam padus. Dialah "suplemen" semangat ku yang ku syukuri keberadaannya. Berkatnya aku belajar mengenai arti kata "sabar" dan "lebih netral."
Itulah kedua "suplemen" semangat ku dalam perjalanan ku mengarungi hidup dan kemelut yang ku temui dalam setiap fase kedewasaanku. Terimakasih Ka bella, terimakasih Ka icha, berkat kalian, berkat perpaduan kalian di benak saya, saya bisa mengerti untuk menjadi anak yang tangguh dengan cara keras dalam berjuang, tapi secara berbarengan pun saya bisa berusaha menjelma menjadi anak yang tangguh secara "soft" dan terus berpasrah di tengah perjuanganku mengejar mimpi.



No comments:
Post a Comment