Sudah H-17 saya dan Paramadina Choir berangkat ke Vietnam untuk mengahrumkan nama Universitas, nama Negara, nama team, nama ku pribadi, sekaligus merealisasikan mimpi ku, mimpi kita bersama. Sesak rasanya menghitung hari yang semakin dekat, bukan sesak kekesalan, namun sesak keharuan yang entah menjadi apa di dalam hati ini. Setiap habis berdoa setelah latihan dengan team, dada ini begitu dingin di lewati angin bayang-bayang 5 hari bersama team, rasanya kalau tidak ada orang entah berapa air mata yang tak sengaja keluar dari kelopak mata ini. Tak kusangka, 2 tahun aku di Paramadina Choir, sampai di titik ini juga, yaitu titik awal dari tujuanku masuk Paduan Suara, yakni saya berangan bisa bersama dengan team ke luar negeri untuk mengikuti kompetisi, begitu Baik Allah SWT atas apa yang di inginkan umatNya.
Setiap ruas jalan yang ku lewati, memiliki kenangan tersendiri di benak ini, kenangan dimana malam-malam kami haru mengamen mengais rupiah-rupiah penopang keberangkatan kami, ruas jalan yang selalu menjadi bahan gumaman ku ketika kaki ku ini begitu letih untuk mengikuti iringan derap kaki teman-teman, ruas jalan yang selalu ku duduki ketika kami semua letih bernyanyi, dan ruas jalan yang selalu kami keluarkan kata-kata andalan "selamat malam bapak-bapak, kakak-kakak, teman-teman, kami dari Paramadina Choir..." untuk sekedar membuat mereka menoleh dan memperhatikan lantunan nada yang kami lontarkan dari dalam hati. Sungguh ku ingin meneteskan air mata, tak kusangka aku dan team sudah sejauh ini melangkah, sudah sebesar ini angan-angan yang akan kita realisasikan. Sungguh kesabaran, dan ketekunan dalam menjalani skenarioNya itu teramat ampuh dalam memegang mimpi menjadi nyata.
Terimakasih ya Allah, terimakasih teman-teman, begitu banyak warna yang kalian torehkan dalam kehidupanku ini yang awalnya ku sangka hidupku berada dalam level stagnancy yang akut, ternyata aku menemukan kalian, aku menemukan UKM yang membuatku happy (walaupun tak jarang UKM ini juga buat pening dan gondok hahaha), ada masanya nanti ketika umurku sudah jauh bertambah, aku tidak dapat bertemu lagi dengan kalian karena rutinitas yang begitu deras membunuh waktuku, moment ini lah dan partitur yang begitu tebal itulah yang akan selalu ada di sisiku dan terus membuka setiap inci kenangan perjalanan kita bersama-sama, ya ini tolak ukur pertama kita. Sukses untuk kita semua Paramadina Choir.
No comments:
Post a Comment