Sunday, September 22, 2013

Senyumku Pertahananku

Halo bloggers, kali ini kembali mau menorehkan tinta kehidupan nih di blog saya, semoga tidak pernah bosan membaca celotehan saya di blog ini :).

Saat usia ku sudah menginjak 20tahun ini, entah kenapa aku merasakan banyak sekali ujian dariNya. Dalam otak aku berfikir mungkin Dia sayang kepadaku, sehingga begitu banyak "UTS" dan "UAS" yang Dia berikan dalam ujianNya di dalam hidupku. Khususnya dalam ujian kesabaraku menghadapi ayahku. Entah apa yang ada di benaknya, usahaku yang ingin mencoba tidak merepotkan dia dari sisi financial keseharianku dengan cara aku bekerja part time, di anggapnya membangkang. Di anggapnya meremehkannya, di anggapnya melawannya selaku orangtua. Entah dimana pikirannya, entah bagaimana lagi caranya aku menyampaikannya kepadanya bahwa aku disini bergelut dengan segala kegiatanku hanya ingin mencoba tidak merepotkannya. Semalam aku bertengkar hebat dengannya, sungguh hebat, aku dengannya cekcok mulut entah bagaimana lagi hanya untuk menyampaikan AKU INGIN MENCOBA TIDAK MENYUSAHKANMU. Dan pembicaraan semalam aku dengannya cukup membuat hati ini hancur sehancur hancurnya, baru ku tahu bahwa dia sama sekali bahwa dia tidak suka aku melakukan part time, sungguh ku kalap. Semua apa yang menjadi gundah gulana di hatiku ku sampaikan, namun yang ada beliau semakin meninggi dan menghempasku dengan kesimpulan di otakku bahwa aku ANAK SAMPAH haha :D. Ya sampah, karena aku tidak akan pernah bisa membuahkan sesuatu yang baik dan progresive di benaknya. Tapi di balik itu semua, ku mencoba mensyukuri, bahwa aku di "paksa" olehNya untuk menjadi sebuah anak yang berkualitas tinggi (insyaAllah). Dalam setiap perjalananku, aku selalu berkata dalam hati "pak, seberapa keras pun kata kata mu yang tidak pernah mendukungmu, aku akan buktiin bahwa aku bukan anak yang berandalan dan aku bisa sukses meraih mimpi dan anganku di dunia ini insyaAllah."

Sekemelut apapun di rumahku dengan ayahku, ketika aku keluar rumah, aku selalu merasa bagaikan burung yang bebas dari sangkar, sekalipun banyak gundah gulana di kepala ku mengenai kata kata ayahku, tapi aku selalu berusaha tersenyum ketika aku keluar rumah dan tidak ingin menunjukkan kepada sahabat dan temanku bahwa aku sedang bermasalah di rumah. Beruntungnya lagi aku memiliki sahabat dan teman yang tidak neko neko, bahkan jauh dari kata neko neko, aku banyak belajar hidup dari mereka, aku belajar banyak persahabatan dari mereka. Dan mereka pendukungku untuk terus berkembang, sekalipun aku di rumah hancurnya seperti apa melihat tingkah ayah kandungku sendiri begitu "menghardik" ku.

Air mata ini sudah di rasa kering dan hati ini sudah di rasa keluh untuk selalu merasakan deruan perkataan ayahku. Yang terpenting aku memiliki sahabat sahabat yang insyaAllah bisa membawa dampak baik untukku dan hidupku. Mereka salah satu alasanku untuk tetap tersenyum.

Selamat malam semua :).

https://si0.twimg.com/profile_images/378800000488720230/eb654f9f9212f9f8e91a985b40bf6346.jpeg

Saturday, September 14, 2013

Change The Lyric ('Bout Bestfriend Again)

Every part in my heart I'm giving out
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'll let them know

They're the one, They're the one, I say it loud
They're the one, They're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves

Every part in my heart I'm giving out
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'ma let 'em know

They're the one, they're the one, I say it loud
They're the one, they're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life

Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh

I'm telling the world that I've found a bestfriends
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life

Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah

-Taio Cruz - Tell The World-


I want to say that to all of em, but sometimes i feel they're not thinking about me like their bestfriend too. Ya...the end of the time, i just hope, that thing just my decoy in my mind.

Goodnight ;)

Wednesday, September 11, 2013

Definisi Sahabat Di Benak Saya

Halo bloggers, ketemu lagi di 'diary' saya yang baru. Kali ini saya ingin menuliskan tentang apa sih itu definisi sahabat. Gak lama-lama, berikut saya akan memaparkan definisi sahabat dari beberapa orang yang saya survey, yakni ;

1. "sahabat itu ya ketika ada saat lo dalamn situasi apapun, gak ada tembok, gak ada batas, dan feedback yang lo dapetin setimpal dengan apa yang lo lakuin ke mereka (kebaikan). Tapi satu syarat, feedback baik tersebut bakal datang ke hidup lo, kalo lo tulus memberikan kebaikan itu kepada mereka." Definisi pertama ini, saya dapatkan dari seseorang yang merasa sebenarnya sahabat itu gak ada, karena menurut pengalaman dia ya yang namanya sahabat itu gak ada, semua memiliki kepentingan ketika mereka mendekatkan diri ke kita.

2. "sahabat itu menurut gw, ya ketika lo susah dia ada, ketika lo seneng dia ada, ketika lo bener ya dia juga ada, ketika lo salah, dia gak akan membenarkan lo hanya karena dia sahabat lo. Tapi sejujurnya, gw itu individualis, gw sampe sekarang belum nemuin sahabat, ya karena menurut gw, sahabat gw itu calon istri gw kelak, dan keluarga gw. Bukan orang di luar keturunan gw. Menurut gw, lo terlampau cepat melabelisasi orang-orang di sekitar lo, sedangkan yang gw tau, penglabelan itu datangnya dari ekspektasi, dan ekspektasi akhirnya ke dua hal, antara emang sesuai ekspektasi lo atau jauh drastis dari ekspaktasi, nah ketika jauh dari ekspektasi, siapa yang sakit?. Ya diri lo sendiri, kalo mereka gak sesuai dengan apa yang udah lo lakukan untuk mereka, ya mending lo anggap mereka temen baik aja. Karena gak selamanya lo bisa diam." Ini saya dapatkan dari salah orang yang saya kenal dari semester 1 di kampus Paramadina. Dia bassicnya indivualis (dalam memandang definisi sahabat), tapi dia memiliki banyak teman deket di sisinya.

3. "sahabat itu menurutku gak ada ka, kenapa gak ada?. Karena menurutku, sahabat kan forever ya, ya sedangkan di dunia ini gak ada yang selamanya bisa abadi. Kenapa aku bilang gak ada yang selamanya?, karena mereka gak selamanya ada di sisi kita di segala moment ka, kan mereka punya kesibukan sendiri." Ini saya dapatkan dari junior saya yang juga berfikir bahwa sahabat tidak ada. Yang ada hanya temen baik, that's enough.

4. "sahabat itu simple, dia baik sama lo karena emang mereka tulus temenan atau sahabatan sama lo." Kalau ini jawaban paling singkat yang pernah saya dapat tentang observasi ini, melalui pertanyaan panjang lebar. Ya dari senior saya tepatnya.

Ya begitulah opini-opini orang yang saya observasi, mereka punya pandangan tersendiri mengenai arti kata sahabat itu. Ada yang masuk akal menurut saya adapun yang radikalnya gak ketulungan. Ya begitulah namanya hidup, semua orang punya opini akan fenomena hidup itu sendiri. Tapi akibat observasi kecil-kecilan yang saya lakuin ini, ada satu konsep yang keluar dari otak saya mengenai difinisi sahabat, yaitu "sahabat gak papa hanya satu arah datangnya (means hanya dari sisi gw aja yang nganggep mereka sahabat, tapi belum tentu mereka anggep gw sahabat mereka karena satu dan lain hal), tapi yang penting gw selalu ngelakuin hal yang terbaik buat mereka, dan mereka seneng. Maka gw pun insyaAllah akan seneng melihat mereka seneng. Dan satu lagi, gw harus bisa memastikan kadar sayang gw sama sahabat sahabat gw gak akan pernah berkurang, sekalipun masalah gak kelar kelar datengnya. Semua bisa di selesaikan." Itu deh definisi sahabat menurut gw, satu arah gak papa, yang penting tulus ikhlas :).

Sekian curhatan kali ini ya bloggers, semoga kalau yang baca 'diary' saya ini memiliki kesamaan cerita hidup dalam memaknai sahabat, 'diary' ini bisa menginspirasi kalian.

Assalamualaikum

"sometimes your bestfriend, your the biggest enemy in your life. even that things comes up, keep show the best part of you" - anonymous.

Wednesday, September 4, 2013

Hidup Itu Warna

September, 4 2013

Selamat malam DreamCatcher di luaran sana, apa kabar kalian semua?. Mudah mudahan senyum selalu terus terpampang di wajah kalian dengan berseri-seri serta tulus ikhlas dalam hati. Kali ini ingin meluangkan cerita lagi di sahabat saya yang satu ini, ya kegiatan menulis cerita ini di rasa menjadi sebuah kebiasaan yang sudah terpatri di otak, hati, dan tangan saya ketika saya rasa "oksigen" kehidupan dunia ini sudah mulai menipis dan menghimpit dada.

Kali ini saya mau bercerita tentang hidup saya yang di rasa penuh warna, ya ada kalanya warna terang nan indah begitu menyeruak di dalam setiap langkahku, namun tak jarang juga warna kelam juga menyeruak di jalan ini. Hmm....rasanya ingin melempar "kain kanvas" ini ketika aku begitu banyak mendapatkan tinta hitam gelam, bahkan kelam untuk "kain kanvas" ini. Ya!!, kali ini tinta itu ada lagi di hadapan saya, ingin saya hempas rasanya, ingin saya buang buang jauh tinta itu, namun di rasa sulit tangan ini untuk sekedar menganyunkan botol tinta itu untuk di hempaskan keluar ruangan hati ini. Yang tersisa hanya apa?, hanya ketololan saya, hanya kebodohan saya, hanya kegoblokan saya, yang terus memaksakan senyum di saat kondisi hati ini begitu gelam untuk mengeluarkan cahaya senyum. Ya saya orang yang sangat enggan untuk mendirect ke orang yang saya tuju untuk saya beritahu bahwa saya MUAK!!, saya sangat menjaga itu. Entah kenapa begitu tololnya saya mempunyai sifat ini.

"Tinta" gelam yang ku maksud ini adalah orang orang yang ku ANGGAP SAHABAT, ku ANGGAP KELUARGA ku, ku ANGGAP TEMPAT TERNYAMANKU, di rasa mereka semua berubah 180". Jauh semakin menjauh dari kata kata yang saya paparkan itu. Dan saya kembali mempertanyakan dalam benak dalam hati "sahabat itu ada ya?. Bentuknya gimana ya?. Di rasa tidak pernah ada sosok nyata untuk kata itu dalam hidup saya." Rasanya sakit melihat mereka, rasanya perih liat mereka di rasa tidak pernah menghargaiku, dan di rasa terlalu pedih ketika mereka terlalu hiruk pikuk dengan dunia mereka sendiri, tanpa dia sadari ada aku di sisi mereka. Ya itulah kebiasaan mereka yang ternyata dari dulu sudah bersarang dalam hubungan yang ku anggap sahabat ini. Saya terlalu naif untuk menyadari, bahwa mereka tidak menganggap ku sahabat layaknya aku menganggap mereka sahabat. Hanya satu yang ku sadari, aku hanya NEW COMER di tengah 4 sekawan ini yang ku anggap sahabat, jadi ku rasa memang tidak mungkin mereka menganggapku sahabat seperti halnya sahabat lainnya :). Mau seperti apapun mereka, aku akan tetap berusaha normal, karena menurutku mereka lah ya memang keluargaku, kakaku yang tidak pernah ku dapatkan kedua sosok itu di rumah ;). Aku disini selalu untuk mereka, walaupun ku sadari aku bagaikan manusia mengais matahari yang tak pernah tau ujungnya dimana.

"Once bestfriend, it will be a bestfriend forever" - anonymous