Sunday, March 31, 2013

The mean of processes

Minggu, 31 Maret 2013

Selamat malam penjaring mimpi di jagat raya, malam ini aku kembali menorehkan secarik tulisan ku. Malam ini aku sungguh mendapat sebuah kesamaan pandangan dengan sahabatku, yaitu THE MEAN OF PROCESSES. Aku kini sudah berkembang dan  tumbuh menjadi remaja yang sebentar lagi memasuki usia 20 tahun (tepat di Agustus tahun ini). 19 tahun aku hidup dengan kecintaan ku dan hobby ku dengan musik dan lagu. 19tahun aku merangkak membuktikan kepada keluarga ku bahwa hobby ku ini bukan sekedar hobby yang sekali lewat, dan sekarang?, insyaAllah aku akan mendekati gerbang pembuktianku, bahwa hobby ku (bernyanyi) dapat membawa ku sampai menyebrang ke Vietnam (di bulan Juni nanti) untuk melantunkan nada-nada indah bersama team paduan suara kampus ku, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Inilah aku Widiyoko Indrarto, bocah yang dulunya pemalu, telah bermetamorfosis menjadi sosok yang percaya diri, di percaya menjadi divisi dana usaha sponsorship untuk team paduan suara ku (posisi yang menurut ku amat penting), dan aku kini mempelajari bahwa mimpi ku memang di takdirkan untuk melekat di dalam kehidupan nyata ku dan semua itu aku percayai akan indah pada waktuNya asalkan aku mengerti, sabar & menghargai segala PROSES menuju ke mimpi ku itu yang di suguhkan oleh Allah. Terimakasih Allah atas segala skenarioMu atas mimpi ku. Akhirnya sebentar lagi aku akan merasakan pergi keluar negeri bukan karena uang, bukan karena fasilitas, tapi karena hobby dan kecintaan ku akan musik yang di anggap sebelah mata oleh sekitarku. Alhamdulillah dan syukur ku panjatkan kepadaMu.

Kutipan yang sama dengan kata hati ku yang terlontar dari sahabat ku malam ini adalah

"Gua menganggap ini bukan kompetisi, bukan keluar negerinya, bukan menangnya, tapi semua ini prosesnya." - Muhammad Fadly, 20 tahun, asal Makassar.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu melalui sahabat sahabat luar biasa seperti mereka.

Friday, March 29, 2013

Defying Gravity

Sabtu, 30 Maret 2013


Di sabtu pagi yang cerah, kembali kini ku torehkan secarik tulisan di teman setia ku ini.Di pagi ini, ku membuka akun YouTube ku seperti biasa, video pertama yang ku cari adalah video Paramadina Choir yang telah di ungguh oleh salah satu seniorku. Ku lihat setiap video mengenai Paramadina Choir, ku resapi setiap moment yang ada di video itu, kurasuki sedalam-dalamnya segala hal-hal kecil yang kudapati di Paramadina Choir selama 2 tahun aku berkecimpung di dalamnya, belum lagi ku tambah playlist Tears Of Love dari duo akustik gitar favorite ku Depapepe, makin lah rasa haru dan bangga di hati ini berkecamuk. Di setiap video Paramadina Choir yang ku perhatikan, ku lihat dan ku rasakan perkembangan yang sedikit demi sedikit terus meluas secara pasti. Ku rasakan setiap tahun ku di Paramadina Choir terus berkembang setiap harinya tanpa henti, ku nikmati segala inchi perkembangan di dalamnya. Dan kini ku sadari, aku sudah jauh berkembang pesat dan aku sudah berbeda dari indra sewaktu aku SMA, aku sudah jauh melangkah, bahkan melampaui pribadiku yang dulu. Bersama keluarga kecil ku di kampus (Paramadina Choir) aku berkembang menjadi pribadi yang semakin produktif dan bermanfaat bagi orang lain (insyaAllah). Dan bersama mereka lah aku belajar "bagaimana caranya meniti kesuksesan dari level terendah."

Dan kini, aku dan keluarga kecil ku ini (Paramadina Choir), sedang dalam proses menuju level selanjutnya yang lebih tinggi dalam dunia paduan suara. Dan pengalaman ini adalah pengalaman pertama kali kami, sekaligus jawaban Allah atas usaha kami, pengorbanan kami, lantunan nada yang terlontar tiada henti dari mulut kami, yakni International Choir Competition Hoi An,Vietnam. Doakan kami supaya kami bisa membanggakan Negara, membanggakan kampus, dan juga membanggakan setiap orang yang tidak pernah lelah untuk terus mendukung setiap langkah kami dalam mengais mimpi. Disini kami bersama sedang dalam proses DEFYING GRAVITY (seperti lagu yang selalu kami bawakan), membuktikan kepada semua bahwa mimpi kami bukan isapan jempol belaka, mimpi kami akan nyata terpampang di depan mata, kalau kami yakin, usaha tiada henti, dan percaya Allah selalu menjaga setiap derap langkah kami dalam merengkuh mimpi.


Bersama-sama kami akan merengkuh mimpi kami, mimpi yang insyaAllah akan bermanfaat bagi kami dan bagi semua insan yang mendukung kami dari belakang. Paramadina Choir goes to International Choir Competition Hoi An,Vietnam.

"tidak ada kata lelah bagi matahari untuk menunjukkan dirinya di pagi hari,
begitupun kita juga tidak boleh lelah untuk mengejar mimpi gemilang kita"

Perjalanan ku untuk mama

Selasa, 26 Maret 2013

Selamat malam semua, kali ini saya hanya ingin sedikit curhat atas kerinduan saya dengan almarhumah mama saya. 8 tahun sudah mama pergi ke haribaanNya mendahului saya dan kaka kaka saya serta papa saya, rindu masih terasa pilu di hati, sesak moment itu juga masih kuat di ingatan. Kembali ku melihat album album semasa kecil ku yang beruntung memiliki kenangan dokumentasi dengan mama (maklum mama gak terlalu suka di foto). Sekelebat langsung terbayang dalam benak "alasan apa yang mendasari aku masih bertahan hidup untuk berjalan mengarungi hidup?," "alasan apa yang mendasari aku harus tetap kokoh berdiri megais mimpi ku?," "alasan apa aku harus mejelma jadi sosok anak manja kesayangan mama, menjadi anak yang kuat dalam menghadapi masalah?." Rentetan pertanyaan itu ludes telibas rentetan foto yang ku temukan. Jalannya hanya satu "aku di sini, dengan segala perubahan yang ku miliki, hanya bermuara ke satu arah, yaitu MAMA."

Dulu ku ingat, betapa mama sungguh menyayangi ku dengan sepenuh hati, beliau selalu menuruti apapun yang aku minta tanpa bilang "tidak" hanya jawaban halus yang terlontar darinya ketika dia berusaha menolak permintaan ku "nanti ya dek, kalau mama sudah punya uang, adek bisa beli itu. Sekarang adek belum butuh." Alasan itu tetap tidak ampuh bagi ambisi ku untuk mendapatkannya, alhasil mama membiarkan aku merengek sambil bergumam "nanti juga capek sendiri." Betapa itu semua sekarang menjadi kenangan lucu yang melekat dalam otak. Betapa lucu aku mengingat dulu aku anak manja, egois, dan tidak bisa menerima permintaan ku di tolak mama.

Malam ini, semua itu kembali merasuk ke dalam memori ku. Aku mem-flashback sangat jauh atas hidup ku yang sekarang. Sungguh aku rindu aroma masakan sederhana mama, yaitu mie goreng dengan telur orak arik di hari minggu, masakan itu yang bisa membangunkan ku dalam lelapnya tidur. Rindunya diriku atas sosok mama yang selalu menemani ku menonton tv dan bertanya "gimana sekolahnya tadi dek?," rindunya aku dengan rutinitas keluarga ku membuat kue menjelang hari raya, rindunya aku dengan sosok mama ku yang sibuk mempersiapkan hari ulang tahun ku yang ke-6, rindunya aku dengan sosok mama yang selalu bilang "ini nih anak bontot kesayangan mama," rindunya aku dengan segala atribut mama yang melekat kuat di benak ku. Kini?, aku hanya bisa berjuang di sini, memperjuangkan mimpi ku, untuk mama terkasih yang sudah 'tidur' sembari memperhatikan ku.

Sekarang aku sudah bukan indra kecil kesayangan mama seperti dulu lagi, aku sudah survive dengan tenaga dan asa ku dalam meraih cita-cita ku, kini aku sudah mejelma jadi indra berusia 19tahun yang akan berjuang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional bersama team choir kampus ku, dan semua ini ku sadari bahwa kepergian mama membuat ku selalu ingin melakukan hal yang membanggakan di dedikasikan untuknya. Dengan kepergian mama, aku sadari Allah dan alam ingin aku belajar menjadi anak bontot yang kuat dan manja akan kasih sayang mama. Di sini indra berjuang untuk mama, melangkah untuk mama, apapun hasilnya aku hanya berharap mama bisa bangga dengan torehan 'tinta' dalam 'kertas' hidup ku.

Selamat beristirahat mama, aku di sini untuk mama. Pantau terus anak mu ini berkembang, insyaAllah aku bisa membanggakan mama kelak. I miss you mom.

Alasan Atas Mimpiku

Jumat, 29 Maret 2013

Jumat siang yang begitu terik menusuk kulit, di tengah teriknya siang ini, ku merenung atas perjalanan hidupku. 19tahun aku mengarungi berkah hidup dan nyawa yang di hembuskan olehNya, 8tahun ku berdiri melalui segala fase optimis, putus asa, hampa, dan flat sepeninggalan mama di tanggal 5 Mei 2005. Semakin ku sering merenung, semakin aku binggung atas skenario Allah di dalam hidupku. Tapi kini ku terbangun dan ku sadari, bahwa kepergian mama bukan alasanku untuk memukul mundur mimpi-mimpi besarku, tapi karena itulah aku harus menarik sekuat tenaga mimpi-mimpi itu untuk mendekat dan terbentuk dalam bentuk nyata dalam hidupku. Dan benar ternyata, alasanku sekarang dalam mengejar mimpi adalah....MAMA KU, semua pencapaianku dan jatuh bangun perjalananku, semua bermuara untuk membahagiakan mama di saat aku dewasa nanti.

"Kerja keras selalu terbayar; itu hanya masalah waktu."
"Jika Anda mempunyai 100 masalah, ingatlah bahwa Tuhan mempunyai 101 cara untuk menyelesaikannya."
"Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur."

Merry Riana

 

Wednesday, March 27, 2013

Merengkuh Mimpi

Kamis, 28 Maret 2013

Mimpi diciptakan untuk di taruh di tempat yang tertinggi. Bukan untuk di letakkan tepat di bawah kaki mu dan "menempel" di tanah. Jadi wajar memang sebagai kodratnya meraih atau merengkuh mimpi itu dibutuhkan proses panjang dan berkelumit. Nikmati segala prosesnya, cicipi dengan nikmat hasilnya.

Ku yakini keyakinan yang teguh, usaha tak kenal lelah, serta keikut sertaan Allah dalam langkah, akan membuahkan hasil yang gemilang.

Monday, March 25, 2013

"suplemen" semangat ku


Senin, 25 Maret 2013

Selamat sore para penjaring mimpi di luar sana, saya harap mimpi-mimpi kalian tidak pernah pudar, begitupun semangat dan kegigihan kalian dalam mengejar mimpi-mimpi itu. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang "suplemen" semangat ku. Menurut kajian ilmiah, suplemen adalah sebuah zat, pil, atau cairan penambah daya tahan tubuh dalam sistem kekebalan menahan atau melawan penyakit yang hendak datang ke dalam tubuh kita. Tapi bagi saya, suplemen itu adalah seperangkat atau orang-orang tertentu yang selalu membuat ketahanan langkah saya dalam melangkah meraih mimpi semakin kuat dan tegar setiap menitnya. Ingin tahu siapa "suplemen" semangat ku itu?. Berikut dengan bangga ku paparkan siapa mereka dan karena mereka lah aku bisa menjelma sedikit demi sedikit menjadi sosok anak muda yang tangguh melalui petuah-petuah yang mereka berikan.

1 Nabilla Aidid

Nabilla Aidid, sapaan akrab saya dengannya adalah Bella. Senior saya yang satu ini adalah bocah tomboy nan nyolot dari tanah bengkulu. Dia merupakan mahasiswa perantauan di kampus saya, Universitas Paramadina. Perawakannya yang tomboy, cuek, jutek, dan terlihat sangar membuat orang yang pertama kali mengenal dengannya merasa enggan untuk sekedar bertegur sapa dengannya (termasuk saya kala itu, hahahaha). Tapi siapa disangka, dibalik sosoknya seperti itu, setelah saya mengenalnya lebih dekat, sering bertukar pandangannya dan juga sering curhat masalah dengannya, tenyata dia merupakan sosok senior yang cukup perhatian, senior yang loyal kepada temannya (selama kita juga memberikan input positif kepadanya). Dan yang pasti dia selalu bisa menjadi "suplemen" semangat ku dengan semangat dan kata-kata yang ia lontarkan ketika saya dirundung masalah yang tidak habis-habisnya saya bebani kepada diri saya sendiri. Tapi satu kejelekannya, sampai sekarang dia masih terlihat atau bahkan terkesan egois atas apa yang ada di dirinya dan "memaksa" orang lain untuk sepaham dengannya atas apa yang ia pikirkan, bagi seglintir orang mungkin akan merasa "riweh" dengan sikapnya ini, tapi bagi orang-orang yang dekat dengannya, itu bukanlah perkara besar yang harus di besar-besarkan. Anyway, dialah salah satu "suplemen" semangat ku dalam mengarungi rutinitas choir.

2 Nur Annisa Widyayuliana

Nur Annisa Widyayuliani, saya biasa memangilnya Ka Icha. Dialah "suplemen" semangat ku yang berikutnya sekaligus yang terakhir dalam edisi kali ini hehehe. Gadis muda asal Jawa ini (entah Jawa bagian mana hehehe) merupakan mentor ku dalam team choir. Awalnya sistem mentoring ini aku tidak merasakan dampak yang berarti, karena aku juga jarang berkomunikasi dengan beliau. Tapi ketika aku menemukan sebuah titik masalah dengan padus yang tidak bisa ku telan sendirian, akhirnya aku memutuskan bercerita dengannya tentang masalah tersebut dan benar ternyata, perawakannya yang pendiam ini membawa sebuah "emas" tersendiri yang saya lihat di baliknya. Dia ternyata sering memperhatikan ku dan dia selalu bilang "setiap gua ketemu lu,pasti ada sesuatu yang kepikiran di otak lu yok." Beruntunglah saya mendapatkan mentor sepertinya, perhatian dan mengerti kapan dia harus berposisi sebagai mentor yang bertugas menengahi jika saya bermasalah, dan kapan dia harus menajdi teman baik saya dalam padus. Dialah "suplemen" semangat ku yang ku syukuri keberadaannya. Berkatnya aku belajar mengenai arti kata "sabar" dan "lebih netral."

Itulah kedua "suplemen" semangat ku dalam perjalanan ku mengarungi hidup dan kemelut yang ku temui dalam setiap fase kedewasaanku. Terimakasih Ka bella, terimakasih Ka icha, berkat kalian, berkat perpaduan kalian di benak saya, saya bisa mengerti untuk menjadi anak yang tangguh dengan cara keras dalam berjuang, tapi secara berbarengan pun saya bisa berusaha menjelma menjadi anak yang tangguh secara "soft" dan terus berpasrah di tengah perjuanganku mengejar mimpi.

Sunday, March 24, 2013

Pilar-Pilar Mimpi ku






Minggu, 24 Maret 2013

Selamat malam pengejar mimpi, kali ini saya kembali menorehkan tulisan saya mengenai PILAR-PILAR MIMPI KU. Sebelum ku memaparkan apa saja yang menjadi pilar-pilar mimpi ku, aku ingin bercerita tentang latar belakang hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menorehkan tulisan ini di blog ku. Kemarin di sore hari, diriku merenung, entah apa yang ku renungkan, segala macam hal ku renungkan dalam renunganku itu, dan......tiba-tiba ada sebuah gambaran dengan judul diatasnya "syukur."

Seketika diriku langsung mem-flashback memori ku, memori ku tentang perjalanan hidupku, perjalanan pendidikanku, perjalanan ku menuju usia 20 tahun, perjalanan hidupku mencari tahu apa yang ingin ku cari tahu, hingga perjalanan ku meraih dan terus menanjak mimpi anganku sampai detik ini. Dan ketika gambaran inilah datang, ku putuskan untuk menuliskan rasa "syukur" itu di dalam blog ini dan merubahnya menjadi kata PILAR-PILAR MIMPI KU. Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU.

Sahabat-sahabat terkasih :

1 Muhammad Fadly



Bocah ini namanya Muhammad Fadly, biasa dipanggil Fadly. Dia sahabatku yang berasal dari Makassar,Sulawesi Selatan. Dia adalah salah satu mahasiswa program beasiswa di kampusku, Universitas Paramadina. Kemampuan otaknya tak saya ragukan untuk acungkan jempol, 4 jempol mungkin akan saya acungi untuknya. IPK nya selalu membuat mata saya terbelalak melihatnya, selalu stabil di angka 3, tidak pernah turun dari angka 3, yang ada selalu naik -_-.

Sahabat saya ini menjadi  PILAR-PILAR MIMPI KU karena bocah ini selalu semangat dalam mengerjakan apapun, selalu tersenyum walau saya tau di hatinya gundah gulana gak karuan bentuknya, tapi proyeksi yang disuguhkan selalu senyum sumringah di wajahnya. Selain itu anak ini juga tidaj segan menagur saya, kalau saya memang salah. Sikap semangat, tak mudah nyerah, dan selalu senyum nya inilah yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU, saya harus bisa sepertinya (walaupun mungkin dari segi nilai saya belum bisa mendekati) yang selalu tak hentinya lelah menorehkan senyum kepada siapapun yang ia jumpai. Saya harus bisa menjadi anak yang lebih kokoh lagi seperti dia dalam mengarungi tantangan hidup.








2 Israruddin



Ya inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang kedua, Israruddin (biasa dipanggil Isra). Bocah yang berasal dari Aceh ini adalah sahabat saya di bangku kuliah. Tipikal anak ini adalah dominan, selalu ingin nomor satu, dan yang tak boleh dilupakan adalah setiap aspek apapun yang dibicarakan dengannya, PASTI selalu bisa berkesinambungan dengannya. Saya pun heran kenapa anak ini begitu banyak wawasannya. Sama seperti sahabat saya yang sebelumnya (fadly), anak ini pun juga memiliki otak diatas rata-rata (bagi saya), bocah ini selalu kelimpungan jika nilainya berubah jadi A-. Tapi dibalik itu semua yang ia miliki, anak ini menjadi pilar bagi mimpi saya karena dengan saya mengenal anak ini, tekad saya terpacu untuk menjadi anak yang ambisius akan mimpi saya, serta berusaha untuk terus melakukan segalanya dengan taraf perfect, khususnya dalam merealisasikan MIMPI saya.

3 Yuda Usman Abidin



PILAR-PILAR MIMPI KU yang ketiga adalah bocah dari tanah jawa (semarang tepatnya) yang bernama Yuda Usman Abidin, biasa dipanggil Yuda. Dia adalah teman pertama saya di Universitas Paramadina yang selanjutnya berubah menjadi sahabat saya. Awal saya kenal dengannya adalah ketika kita bertemu di facebook dan menjadi teman disana, kemudian selanjutnya kita bertemu di kampus, satu prodi juga (program ilmu komunikasi), dan sekarang kami menjadi satu perminatan juga, yakni Brand Management. Menurut saya dia adalah sahabat saya yang tidak luar biasa hebat dan takjubnya dengan sahabat-sahabat saya yang lainnya. Anak ini begitu rajin dan pintar (khususnya dalam tugas), dia pun juga perfectionist dalam mengerjakan, dan satu yang pasti sisi yang saya lihat di dalamnya adalah dia sangat yakin akan sebuah pencapaian tertentu jika memang dia sudah serius menjalaninya. Saya selalu mendapat pesan "raihlah mimpimu, kelak pasti kamu akan dapatkan" dari setiap pembicaraan saya dengannya mengenai pengalaman-pengalaman kita. Hal utama yang menjadikannya sebagai pilar mimpi saya adalah karenanya saya semangat untuk mengejar pencapaian yang sudah ia capai, yakni ber-misi budaya sampai ke belahan dunia lainnya. Dan alhamdulillah kini saya pun sedikit lagi akan bisa merasakan pengalaman yang ia rasakan kala itu, bedanya dia berkeliling dunia dengan menari, saya berkeliling dunia (insyaAllah Juni 2013 nanti) dengan melantunkan nada-nada merdu yang team choir kampus saya lantunkan untuk dunia, dari Indonesia. Dan kami saling support satu sama lain dalam hal non materil ataupun materil satu sama lain, jika memang salah satu dari kami membutuhkannya. Kami selalu saling menyemangati jalan yang kami ambil masing-masing. Hal itulah yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU.

4 Krisnawati



Krisnawati, biasa dipanggil Nina. Bocah dari tanah Majalengka,Jawa Barat yang selalu gemar menyanyi di setiap waktu ini (maklum satu team paduan suara dengan saya hehehe) merupakan  PILAR-PILAR MIMPI KU yang selanjutnya. Anak ini menurut saya sangatlah luar biasa, walaupun dia termasuk sahabat wanita saya yang memiliki karakteristik manja, namun di balik kemanjaannya itu dia bisa menjelma menjadi sosok yang mandiri dan tangguh, walaupun saat itu dia ingin sekali berhenti melangkah, dan menangis sejenak. Hal utama yang menjadikannya sebagai PILAR-PILAR MIMPI KU adalah totalitas dia dalam bernyanyi di team choir kampus kami, hal itulah yang menjadikan saya untuk terus bersemangat bernyanyi, memperbaiki teknik saya dalam bernyanyi, di kala saya merasakan "terasingkan" dalam jenis suara saya di team. Dia lah yang membuat saya bisa berusaha sampai sekarang menerka dan mencoba memperbaiki kualitas suara saya.

5 Nisa Hudzaifah



Nisa Hudzaifah, biasanya dipanggil dzae (saya pun gak ngerti kenapa nama panggilan bocah ini melenceng terlampau jauh dari nama aslinya -_-). Bocah atraktif bergolongan darah O ini berasal dari tanah Bandung. Dia juga mahasiswa program Beasiswa bersama Fadly, Isra, dan Nina di kampus saya, Universitas Paramadina. Tipikal anak ini kurang lebih sama seperti Fadly, periang dan murah senyum (mungkin karena mereka satu golongan darah yang sama), tap satu yang tidak saya suka dari sahabat saya yang satu ini, ketika dia sudah mulai kesal dengan orang lain, anak ini tidak segan untuk menegurnya (agak kasar sih cara dia negur,hahaha) walaupun orang yang dia tegurnya jauh lebih tua dengannya. Tapi dibalik itu semua, yang pasti dia adalah salah satu PILAR-PILAR MIMPI KU, karena dia adalah sahabatku yang selalu tau jika saya mulai bermasalah dengan kecamuk di hati saya, dan dia datang untuk berusaha masuk dan memberika solusi jalan apa yang mungkin saya ambil dalam memecahkan masalah hidup saya. Dia adalah alasan saya bisa terus berlari, berjalan, dan bertatih dalam mengais MIMPI GEMILANG saya.

6 Inge Andhini



Inge Andhini, biasa dipanggil Ade ataupun Inge. Anak penggila jurusan kedokteran ini adalah sahabat saya di bangku kuliah ini selalu menajadi sahabat yang setia memberikan nasihat jika saya benar ataupun jika saya salah, dia saya jadikan layaknya kakak saya sendiri yang tidak hentinya memberikan saya nasihat. Dan alasan utama yang menjadikannya PILAR-PILAR MIMPI KU adalah saya ingin melihat saya bangga dan merasa terdedikasi atas segala masukan yang ia berikan kepada saya selama saya berjalan mengarungi hidup 4 semester di Paramadina. Dia sahabatku yang paling saya kagumi dengan segala potensi, kehidupan yang ia miliki.

7 Mama

Dan inilah PILAR-PILAR MIMPI KU yang terakhir dan UTAMA, yaitu Mama ku tersayang Mama ku tercinta. Beliau selalu menjadi alasan ku berjalan mengarungi hidup dengan segala kesabaran yang kumiliki dalam menghadapi masalah yang ada. Kata kata beliau yang selalu keluar "jadi anak yang sukses di masa depan nanti ya dek" adalah kata-kata pamungkas bagiku untuk mendongkrak kekendurannya semangatku dalam meraih mimpi. Beliau adalah target utama ku dalam mencapai mimpi dan target utama ku dalam menorehkan garis senyum di wajah orang lain. Walaupun aku dengannya sudah terpisah jarak dan waktu yang terlampau jauh, tapi aku yakini sampai aku se usia ini, bahwa beliau selalu mendampingi ku, menjaga ku dalam melangkah mengarungi hidup, dan beliau selalu aku rindukan sampai kapanpun. Beliau sungguh luar biasa bagiku, beliau mengajarkanku begitu banyak pelajaran, pelajaran menjadi sosok yang sabar, sosok yang tangguh, sosok yang penyemangat, sosok yang periang, sosok yang baik kepada sesama dan beliau adalah THE BEST WOMAN I'VE EVER MET IN THIS WORLD. No one can't replace her in my head and in my mind. Tataplah dengan bangga anak mu ini ma, disini indra berjuang membanggakan mama, meraih mimpi indra dan disini indra merancang  masa depan indra yang gemilang, Indra ingin jadi pendongkrak ekonomi keluarga layaknya mama dulu berjuang dalam keungan keluarga di tengah keluarga besar yang tidak mengerti perjuangan keluarga kita ma. Terimakasih mama atas pembelajaran mama, kesabaran, senyum, dan semangat dan terimakasih mama sudah mau berjuang untuk melahirkan indra di dunia ini. Indra akan menajadi sosok anak yang membanggakan bagi mama, seperti halnya kata mama yang selalu terucap "ini nih anak bontot kesayangan mama dan kebanggaan mama."

Itulah ketujuh PILAR-PILAR MIMPI KU, mereka lah alasanku dalam gigih berlari mengejar mimpiku, dan mereka juga lah target utama proyek "senyum bahagia nan bangga" yang aku usahakan tergores di wajah mereka di saat mimpi besarku dan semua mimpi kecilku sudah berhasil ke rengkuh satu per satu. Teruslah menajadi PILAR-PILAR MIMPI KU  dan terimakasih atas dukungan kalian sejauh dan selama ini.

"Gantungkan mimpimu setinggi bintang di langit. 
Rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan."

Merry Riana
 

Thursday, March 21, 2013

do something epic, earn something special


kamis, 21 Maret 2013

Selamat siang para dream catcher di luaran sana?, saya harap mimpi dan angan kalian terus berkembang, berkobar setiap hari nya dan yang terpenting langkah kalian terus tersusun secara baik sampai mimpi itu berhasil kalian rangkul di benak kehidupan kalian. Kali ini saya menuliskan 2 "entri" cerita menarik di dalam hari hari saya belakangan ini. Pertama, mengenai kesadaran saya, bahwa saya memiliki sahabat-sahabat yang sebenarnya mereka mengekspektasikan sangat tinggi akan diri saya (bersyukur alhamdulillah dalam hati) dan yang kedua, bahwa hari ini saya mendapat sebuah "link" yang insyaAllah bisa membantu PKL saya di semester selanjutnya dari senior saya, sekaligus senior saya itu menyuntikan energi positif tentang "kuliah lo harus kelar tahun depan!."

Mulai dari "entri" pertama, kemarin malam seperti biasa saya sehabis latihan bersama Paramadina Choir (team paduan suara yang saya ikuti) kita bercengkrama layaknya kakak dan adik yang saling share tentang kehidupan atau apapun yang mereka dapatkan selama beberapa hari terakhir. Di moment seperti itu saya sadari seketika, bahwa mereka ternyata begitu hangat mendekap saya layaknya keluarga mereka, mereka percaya akan kehadiran saya di tengah mereka, mereka dengan yakin dan percaya menceritakan apa yang mereka keluhkan selama berkuliah 4 semester, dan saya merasa bangga, haru, dan tanggung jawab tersendiri ketika mendengar mereka bercerita secara gamblang seperti itu ke saya. Maafkan saya yaAllah atas prasangka buruk saya kepada mereka belakangan terakhir, saya keliru, saya merasa bersalah, dan saya sadari bahwa memang mereka adalah salah satu, salah dua, salah tiga, bahkan salah empat dari pilar penyanggah alasan saya hidup untuk mengejar mimpi yang saya inginkan di masa depan.

Oke, cerita tentang "entri" satu sudah cukup dibahas secara umumnya saja sampai situ hehehe. Lanjut ke "entri" kedua yang saya dapatkan siang ini (karena ini menurut saya lebih menyentuh hehehe). Hari ini, sehabis kelas fotografi asdos (assistant dosen) saya bercengkrama dengan teman-teman saya termasuk saya sehabis kelas. Dia menceritakan pengalaman dia PKL, dia juga memberikan saran mengerjakan skripsi dan portfolio seperti apa nantinya, inti cerita begitu banyak yang dia "input" ke benak saya dan teman-teman saya dan pada akhirnya bagi diri saya pribadi memang inputan itu benar,serta baik adanya. Berkat dia saya bertekad keras saya ingin "mencuci" nilai saya di semester pendek atas mata kuliah yang failed, saya juga bertekad lulus tahun depan (jika bisa, diizinkan Allah, lancar jalannya. Amin), dan yang terpenting hari ini saya dapatkan jaminan "link" untuk PKL di kantor senior saya itu nantinya. Tapi satu kutipan kata yang bisa saya serap dari kutipan senior saya itu, yaitu "keadaan yang membuat gua berfikir 'ya kuliah gua harus kelar sekarang, gak mau tau caranya gimana, yang jelas gua gak mau nambah uang bayaran di semester depan.'" Ya benar, kata itu benar adanya, saya harus sekuat senior saya itu, saya harus menyusun strategi konkrit dan jitu untuk merangkul mimpi dan sukses saya di masa depan. Saya harus bergerak dari sekarang untuk persiapan memegang mimpi saya kelak, saya harus lulus kuliah cepat, ayah saya pensiunan Kepala Sekolah SD, kedua kaka saya sudah punya tanggungan keluarga, ibu tiri saya sibuk mengembangkan uang untuk anaknya sendiri, dan saya harus bisa lulus lebih cepat dari normalnya agar saya bisa membuktikan, bahwa mama saya meninggalkan saya ke surga bukan tanpa persiapan, beliau menyisipkan rentetan sikap dan ketahanan hidup yang positif di dalam diri saya, beliau meyakini sedari saya kecil bahwa kelak saya akan jadi anaknya yang sukses, dan saya akan juga membuktikan bahwa memang saya pantas menjadi anak yang sukses meski saya tidak lagi mendapatkan kasih sayang mama saya. SAYA HARUS SUKSES MERAIH MIMPI GEMILANG SAYA.

"as soon as you start to
persue a dream, your life
wakes up and everything
has meaning"

Sunday, March 17, 2013

mama

Minggu,17 Maret 2013

Kembali ku torehkan secarik tulisan di teman setia ku (re: my blog). Sejenak...eh tidak,bukan hanya sejenak kurasa,tiap momentum selalu di benak ku berteriak "kangen mama." Kata itu yang sampai saat ini usiaku 19 tahun menjelang 20 tahun Agustus ini yang selalu menggelayuti sanubariku. Entah mengapa,fase ketika aku kehilangan beliau saat aku beranjak masuk SMP kelas 1,itu masih terlintas jelas tanpa blur yang menggelayutinya. Aku selalu ingat moment bagaikan petir tentang kabar kecelakaan mama. Rasanya shock untuk anak se usia ku kala itu. Bagaimana tidak,kala itu aku berhasil masuk SMP unggulan di Jakarta yang dimana bisa aku banggakan ketika kedua kaka ku dulu ingin masuk sana,tapi terhalang karena sistem rayon yang membatasi pendaftaran sekolah berdasarkan wilayah domisili tempat tinggal. Begitu bangga aku bisa menerobos sejarah keluarga ku kala itu,hingga kini aku berkuliah di Universitas Paramadina dengan di biyai papaku yang seorang pensiunan Kepala Sekolag SD,dengan tanggungan biaya yang puluhan juta banyaknya. Bersyukur aku masih bisa bersekolah di kampus itu,bersyukur aku masih bisa berjalan kesana dengan fasilitas yang ada. Tapi tetap ada yang mengganjal hatiku,aku belum bisa meraih IPK 3 sampai detik ini aku semester 4,dikala semua temanku sudah merasakannya. Hanya satu yang ku gadangkan disini,yakni aku berkuliah dengan tekad dan niat baik,masalah nilaiku tak mencukupi 3,aku yakini dengan semangatku dan impianku yang kuat,aku bisa meraih MIMPI ku yang gemilang ketika aku terjun ke dunia karier nanti,aku yakini itu dan menancapkan sedalam-dalamnya di hatiku.

Kadang aku merasa iri ketika nanti pada saatnya wisuda,semua temanku di dampingi mama nya,dan hanya aku yang tidak,ketika nanti bekerja hanya mama dan papa yang jadi tujuan kariernya,hanya aku yang menempatkan itu dengan posisi papa seorang tanpa di dampingi mama. Aku rindu mama yang selalu berusaha keras mengupayakan apa yang aku ingin,aku rindu mama yang berjuang keras mati matian mengangkat ekonomi keluarga ku yang bisa sampai di fase menengah sampai saat ini,aku rindu sosok mama yang tegar,dan satu yang pasti aku rindu mama sampai aku menikah kelak nantinya. Entah rasanya hampa tidak ada beliau,merasa sepi,merasa sendu,merasa mood boosterku lenyap,dan merasa rindu di sebut "anak bontot kesayngan mama." Aku rindu di manja mama.

Tapi dibalik itu,aku harus terus BERLARI mengejar mimpi gemilangku,membuat mamaku tersenyum di surga sana,dan merealisasikan impianku untuk membangun rumah mewah,punya mobil mewah,dan membuktikan bahwa aku penerus mama dalam hal membangkitkan status ekonomi keluarga. I MISS YOU MOM.

sekalipun engkau jauh disana
aku yakini engkau terus memantauku disini
dan ku yakini juga
bahwa kamu tidak akan berhenti berdoa untukku
I Love You Mom

life isn't easy


Minggu,17 Maret 2013. Kali ini saya ingin menulis tentang pandangan saya mengenai hidup sekaligus memaparkan seperti apa sih karakteristik saya,barangkali bisa menjadi media reflektor bagi pembaca. Okay we start from the statement LIFE ISN'T EASY. Kalimat tersebut terkesan berat atau malah memberatkan atau mungkin mendramatisasi atau malah memang itu nyatanya?,ya memang. Kata itu bisa mewakili keempat pertanyaan yang saya ajukan tadi tergantung kalian memandang dari segi sebelah mananya. Kata itu bisa saja berat,bagi orang yang mudah desperate,lebih suka berkamuflase dengan senyumannya di keadaan hati yang sedang renyuh dan runtuh gak karuan. Kata itu bisa menjadi memberatkan bagi pribadi yang memegang teguh statement "yaudah sih,hidup di bawa santai aja." Kata itu bisa menjadi drama tersendiri bagi pribadi yang memang ingin mengeluhkan apa yang mereka dapat tanpa mereka SYUKURI. Dan terakhir kata itu bisa menjadi realistis,bagi individu yang berpikiran "kadang hidup lo harus di atas dan juga di bawh." Semua tergantung ke pribadi masing masing yang menyerapnya ke dalam benak mereka mengenai LIFE ISN'T EASY. Tapi bagi saya kata ini begitu berat untuk saya terima,apalagi jika saya sudah harus menjalaninya. Mengapa demikian?,karena sejujurnya saya amat sangat mudah desperate,saya juga lebih suka orang lain memandang saya sebgai sosok yang selalu periang,bukan pemurung,dan yang terakhir adalah saya termasuk orang yang tidak ingin menyusahkan siapapun yang di samping saya,termasuk sahabat sahabat saya sendiri. Alhamdulillah nya saya di karuniai Allah sahabat yang banyak,selain itu saya juga sangat ahli memendam masalah dengan cara merubah outputnya menjadi senyum saya yang periang,selain itu otak saya juga multitasking hahahaha. Kenapa saya sebut otak saya multitasking?,karena berapapun masalah yang datang ke saya,saya akan bisa mengcovernya satu per satu dengan senyum saya (walaupun akhir akhir ini saya kurang bisa menutupinya).

Ada dua hal yang bisa ditarik dari sifat saya ini,tentunya positif dan negatifnya. Positif,karena dengan tabiat saya yang seperti ini saya tidak perlu menyusahkan orang lain (khususnya sahabat sahabat saya),negatifnya adalah say terlalu memforsir otak saya untuk terus berfikir menyelesaikan masalah tanpa harus membaginya dan saya belakangan terakhir sering frustasi bukan main belakangan terakhir akibat tabiat saya ini. Kembali ke statement awal,yakni LIFE ISN'T EASY,ada satu kasus yang bisa saya implementasikan. Kini saya sedang bergulat dengan perasaan "terasingkan" di hati saya terhadap orang orang yang saya anggap sahabat. Belakangan terakhir saya merasa ada satu "spot" yang tidak bisa saya sentuh ketika mereka sudah berkumpul,sekalipun saya ber statuskan sahabat mereka. Ada rasa "gep" tersendiri di benak saya atas pandagan ku ke mereka. Saya merasa terasingkan,tidak bisa di terima ketika mereka sudah berkumpul. Entah lah ini memang nyatanya begitu atau prasangka saya saja yang berlebihan terhadap mereka. Satu yang pasti,saya harus tetap menyingkirkan sisi itu dalam otak saya ketika saya berkumpul dengan mereka,kembali lah dengan niat awal saya berkuliah,yakni "berteman lah dengan siapapun,tanpa memandang status satu sama lain." Mungkin fase ini adalah fase bagi saya untuk belajar beberapa hal :
1. Belajar untuk bersabar dan tidak lelah untuk jadi pribadi yang periang
2. Cobalah membagi bebanmu kepada sahabatmu sekalipun beban itu letaknya ada dalam masalah mu dengan sahabatmu
3. Belajarlah untuk terus bersyukur dan jangan lupa bahwa nyatanya banyak sahabat dan orang orang yang ada di sekitarmu,jadikan mereka alasan mu untuk tetap kuat

Jangan berhenti melangkah mengejar mimpi,sekalipun begitu banyak beban yang kau pikul. Tanamkan dalam otak bahwa masih banyak di luaran sana yang membutuhkan senyum mu untuk penyemangat mereka. Tidak akan saya lupa nasihat senior saya tentang "rajin merenung,absord semua yang lo dapat dan rasakan makna kata 'bersyukur' di dalam aktifitas lu itu." Harus tetep semangat yoko!!!,do the best to your bestfriend,eventough maybe there's something reason why you not acceptable into their life,keep smile and keep growing in the word LIFE ISN'T EASY. You blessed with all the things you've got,make em as your weapong to face all of the life's problem.Don't forget to always praise Allah for everything. You're not angle,you just a human,when you have a problem try to share with your besfriend,if they can't help you,back to Allah and ask the solutions.

See ya on the next post,keep energetic and do epic.

Tuesday, March 12, 2013

Senior high friend

Selamat sore,alhamdulillah belakangan terakhir Allah & alam menyuntikan energi positif ke hidup saya belakangan ini,ingin share tentang teman dekat saya ini.

Dia adalah Dwi Lestari,teman dekat saya sewaktu sma,teman kerjasama ulangan saya sewaktu sma,teman belakang bangku "exclusive" saya sewaktu sma,teman berdebat saya sewaktu sma,dan teman seperjuangan atas mimpi kita. Dulu sewaktu sma saya berteman dekat dengannya dan dua orang lagi,yakni Wedya Permana Putri dan Hany Septiniar. Kami selalu bersenda gurau di waktu kelas,waktu istirahat dan tak jarang kami sering menjadikan celaan satu sama lain menjadi bercandaan sehari-hari. Dulu kami berempat berambisi utk masuk UNPAD & UI,untuk UNPAD sendiri yg berambisi adalah saya dan Hany,sedangkan untuk UI si Dwi dan Wedya yang berambisi. Dan pada akhirnya mereka pun berhasil masuk ke Universitas idaman mereka dan saya pun masuk Universitas kebanggaan saya dan pembuka jalan mimpi saya,yakni Universitas Paramadina.

Dulu kami sempat mengadakan obrolan perihal reunian kecil-kecilan antara kami berempat serta kami menuliskan target apa yang ingin kita capai di sebuah secarik kertas. Mimpi khas anak SMA saya torehkan di kertas itu dan kami berempat saling bertukar kertas mimpi kita itu. Kini sudah sekian lama tidak jumpa,akhirnya Dwi membuka pembicaraan dengan saya di Twitter perihal misi budaya saya bersama Paduan Suara Paramadina Choir ke Vietnam. Segala tetek bengek saya jelaskan ke dia,dari mulai kapan saya dan team bertolak dari Indonesia ke Vietnam,lalu penyelenggaraan kompetisi di Vietnam tanggal berapa akan berlangsung,sampai ke promosi saya kepadanya tentang pre competition concert yang akan di adakan. Dan jawaban yang keluar dari teman dekat saya ini adalah "proud of u deh" sontak saya merasa haru,betapa banyak orang di sekitar saya yang juga merasakan rasa senang dan bangga akan diri saya,bersyukur saya kepada Allah atas penguatanNya kepada diri saya. Dan yang semakin membuat suasana haru di tengah perbincangan kecil kami adalah kata kata Dwi yang berbunyi "pas gua buka dompet,nemu kertas kumel,dekil yang tulisan lu dan mimpi mimpi kecil lu. Tapi sekarang lu udah bawa kenyataan yang lebih fabulous dari mimpi lu itu" (kurang lebih itu kata-katanya). Hal ini membuat saya sadar,betapa tangguhnya perjalanan saya,betapa saya berjuang keras mengarungi hidup saya ini,dan sekarang akhirnya?,saya sadar pencapaian saya ini sudah melampaui mimpi mimpi kecil saya di secarik kertas itu dan saya berhasil membuat teman dekat saya itu merasa bangga atas pencapaian saya. Terimakasih ya Allah atas karuniaMu dan kekuatanMu yang di sisipkan di tubuh saya ini sehingga saya sudah berhasil menorehkan warna yang indah di dalam 19tahun perjalanan hidup saya ini. Terakhir adalah saya dan teman saya ini berencana untuk reuni di suatu Negara kelak jika kami sudah sama sama sukses (amin,semoga di ijabah oleh Allah).

Sekian dulu share cerita tentang saya sore ini. Semoga bisa meng inspirasi semua orang yang membaca dan jangan pernah lelah bermimpi,berjalanlah dengan tangguh menyongsong mimpi mu,tidak butuh berlari untuk mendapatkannya cukup berjalan dengan pasti ke arahnya,insyaAllah Tuhan akan terus mendampingimu supaya mimpi mu itu akan menjadi warna abadi yang tak terlupakan dalam hidupmu.

Wednesday, March 6, 2013

M.O.M

Kamis,7 Maret 2013. Siang hari seperti biasa,rutinitas kuliah,berkutat dengan sahabat sahabat di kampus,latihan padus dan ya itulah rutinitas saya dari senin - sabtu (kecuali latihan,itu itungannya jadi sama hari minggu). Beruntung punya kegiatan yang padat di kampus,beruntung punya sahabat dan temen temen yang bisa melukiskan goretan senyum di hari hari saya,sangat beruntung juga sudah dilahirkan sebagai anak terakhir almarhumah Lasmiyati.

For your info,Lasmiyati adalah nama mama saya yang paling saya kasihi dan sayangi,beliau sangat saya idolakan,dewasanya,tangguhnya,sabarnya,pekerja kerasnya,kasih sayangnya ke anak anaknya,totalitas menjalani hidup untuk anak anaknya,dan yang paling penting beliau ibu terhebat yang pernah saya kenal dan tercantik yang pernah saya lihat. Sungguh bangga dan senang bisa dilahirkan dari rahim beliau,tapi sayangnya beliau tidak bisa lagi melihat anak terakhirnya ini berkembang jadi pribadi yang sekarang,tidak bisa mendampingi saya di dalam mobil ketika nanti saya akan wisuda,dan yang paling menyedihkan ketika nanti saya berfoto dengan keluarga saya dengan mengenakan baju toga,tidak ada lagi sosok beliau yang selalu senyum dan bangga atas apa yang saya torehkan dalam hidup. Kenangan dengan beliau masih sungguh terasa menusuk sanu bari ini,saya masih ingat momentum ulangtahun saya yang kali pertama di rayakan olehnya selama saya hidup,saya masih ingat ketika dia memberikan saya kado jauh sebelum saya ulangtahun,saya masih ingat ketika dia membela saya mati-matian ketika saya harus terkena omelan papa saya yang membabi buta,saya masih ingat ketika hanya dia seorang yang mengerti alur jalan pikiran saya,dan saya pun masih ingat saat saat dia bertanya "nanti adek mau jadi apa kalau besar?,banggain mama ya dek," kata kata dan momentum seperti itu masih sesak terasa di sanu bari saya. Hancur berkeping rasanya ketika memori memori itu harus mencuat lagi ke dalam ingatan,penyesalan,kesal kepada keadaan,dan rapuh semua jadi satu entah bagaimana saya mendeskripsikannya. Kini yang paling terasa adalah sedih rasanya ketika anak anak seusia saya masih di perhatikan oleh mama mereka,tapi saya hanya bisa meyakini saja bahwa nun jauh di ujung sana,mama ku selalu mendoakan,mendukung,dan memeluk setiap langkah keputusan yang saya ambil. Saya sudah semester 4,banyak perkembangan dalam diri saya,saya sudah mau 20tahun,saya sudah harus mulai memikirkan tentang skripsi apa yang saya buat di 2 tahun mendatang,saya sudah kenal dengan organisasi,bahkan saya sudah menggapai salah satu cita cita saya yakni keluar negeri dengan bernyanyi,tapi semua itu tanpa ada beliau di sisi saya yang selalu mendampingi dan menanyakan perkembangan saya setiap langkah yang saya tapaki sejengkal demi sejengkal. Ingin rasanya menyusulnya kesana,tapi nyatanya tidak bisa,saya punya kehidupan dan kewajiban yang harus saya lakoni di dunia. Sungguh ma,indra kangen sama mama,indra kangen mama selalu nunggu indra kalau sehabis berakifitas diluar rumah,indra kangen mama nanya nilai indra gimana,indra kangen masakan mie goreng telur orak arik yang selalu mama buat di hari minggu (masakan beliau yang satu itu selalu berhasil membangunkan saya di tidur panjang pada hari minggu),dan indra kangen bantuin mama bikin kue (makananin adonan doang sih emang) untuk lebar setiap H-7 lebaran,indra kangen fase itu semua. Pulang ma sesekali ke mimpi indra,8 tahun mama ninggalin indra,tapi sendunya masih belum bisa hilang ma. Indra yakini,mama lagi nunggu indra dengan tenang disana,tungguin indra ya ma,indra yakin kita insyaAllah ketemu. Yang tenang disana ya ma,jaga kesahatan dan pantau indra terus di dunia sini,bantu indra untuk jadi pribadi yang kuat dalam mengarungi dunia ini dan bantu indra meniti sukses kelak. Amin

best regards,
Your lovely son

I Love You and I Miss You M.O.M

Monday, March 4, 2013

my family will be grow

this is it,my second post :D,now i will talking about my family at campus. Who is that?,ya!!,they're my lovely choir team PARAMADINA CHOIR. Semakin seiring berjalannya waktu,pendawasaan karakter tiap personil,semakin membuat banyak fenomena yang saya rasakan langsung dan lihat. Ada moment kekeluargaan yang begitu hangat di dalam,namun kadang juga ada rasa kejengkelan satu sama lain yang kadang bisa bikin sesak nafas,tapi suka jadi bahan guyonan sesama di penghujung moment tersebut. Ya saya pikir,itulah team,itulah organisasi,dan itu semua adalah seninya. Beberapa bulan ke depan saya dan keluarga kecil saya ini akan bertolak ke Hoi An,Vietnam mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional. Degup khawatir pasti ada (2 bulan lagi masbro),degup penasaran tak kalah hebatnya,tapi yang jauh lebih hebat adalah DECAK KAGUM atas kenaikan kelas keluarga mini saya ini. Internasional?,YA!,itu cita cita kami dan kami haus akan suasana internasional yang menggugah diafragma kami untuk mengaluarkan suara kami,sungguh tak sabar menghitung hari menanti hal itu menghampiri kami. Sungguh sayang dan cinta sekali saya dengan keluarga kecilku ini,waktu dan tenaga saya usahakan untuk mereka,tawa dan senyum saya lukiskan untuk mereka,suara saya senandungkan untuk mereka (walau suara saya gak sekeras dengan tenor (jenis range suara saya di choir) yang lain),tapi saya bangga dan senang bisa bersenyawa dengan mereka. Menghirup udara kompetisi sama sama,menejelikan mata untuk membaca partitur yang berlembar-lembar secara bersamaan,tidak ada kata yang bisa melukiskan secara konkrit atas apa yang saya temukan di PARAMADINA CHOIR ini. Sahabat,keluarga,teman baik,mentoring,begitu banyak yang saya dapatkan di dalamnya. Dan saya bangga menjadi salah satu personil di dalam team yang luar biasa (menurut saya) ini. Keep passing through the walls together,catch up all of our dreams. Doakan kami untuk kompetisi ini (19 - 23 Juni 2013) di Hoi An,Vietnam. I LOVE YOU PARAMADINA CHOIR,you've already give me all the things that i never had before. Hold this warm until we graduate from our little campus.