Sudah lama rasanya tak merasakan ada sahabat dalam hidup ini. Alhamdulillah sudah bertemu kembalu dengan sahabat bahkan saya anggap keluarga saya sendiri di bangku kuliah ini. Tapi masalah pun datang di tengah tengahnya, saya bermasalah dgn sahabat saya. Saya sudah meminta maaf, sudah sadar akan kesalahan, tapi dia masih begitu murka rasanya dengan saya. Penat rasanya melihat respon dia yang seperti itu, kesal, benci semua jadi satu. Saya berterimakasih mendapatkan sahabat seperti dia, perhatian dan baik, namun rasanya tak adil jika dia sulit memaafkan saya dan memaafkan yang lain (notabene orang tersebut statusnya juga bersahabat dengannya). Rasanya saya kesal dan benci, dan takut untuk bersahabat. Butuh beberapa hari saya menjauh dari rutinitas yang bersamaan dengannya, saya hanya tidak ingin emosi dan saya hanya sedih jika melihat respon dia seperti itu ke saya. Alangkah baiknya saya mundur satu atau dua langkah dari nya sejenak. Dan saya harap saya masih bisa bersahabat dengannya, saya tidak mau memiliki perbedaan dengannya. Namun dia seakan membuat tembok yang dia disana dan saya harus disini. Semoga Allah memperbaikin persahabatan kita ya. Maafkan saya jika menyakitkan mu dari kata atau sikap, tapi saya mohon jangan beginikan saya wahai sahabat. Saya manusia, saya bisa tertawa memang, tapi saya sakit hati di dalam.
Sunday, August 18, 2013
Monday, August 5, 2013
Rinduku Kepada Mama Di Bulan Ramadhan
Halo blog tercinta,halo bloggers. Kali ini saya ingin curhat (tetep hahaha :D) tentang rindu ku kepada almarhumah mama. Ini sudah lebaran tahun ke delapan (sejak 2005) tanpa ada nya mama. Sosok wanita hebat di mataku yg tidak sudi meneteskan air matanya di depan anak-anaknya dan memproyeksikannya dalam bentuk goretan senyum di wajah. Sungguh aku merindu nya, aku rindu sosok beliau yang selalu sibuk bertanya "bagaimana hari mu di sekolah dek?" Setiap aku pulang beraktifitas. Aku rindu sosoknya yang selalu sibuk bermain adonan kue dan berkutat di depan oven lawasnya untuk membuat kue lebaran (biasanya H-7 beliau mulai sibuk), aku rindu sosoknya yang bertanya "mau beli baju lebaran dimana dek?," dan aku rindu sosoknya yang selalu bilang "besok mama dinas dek, adek mau oleh oleh apa?," sungguh aku merindunya, rindu sosoknya, senyumnya, dan rutinitasnya. Bagiku beliau wanita tangguh yang pernah ku kenal, aku bangga lahir dari rahimnya, aku senang memutar kenangannya di dalam theater of mind ku. Tidak ada cacat bagiku tentang perawakannya. Aku rindu setengah mati dan rasa rindu ini sering kali membuatku menangis jika mengingatnya. Namun di balik itu semua, aku meyakini bahwa apa yang jadi impianku, apa yang telah ku capai, dan apa yang telah ku titi selama ini, pasti juga menggoreskan senyum bangga di wajahnya di kejauhan sana. Aku sungguh rindu mama ku, aku rindu segalanya dan aku tidak akan pernah malu mengakui bahwa aku anak beliau. Aku hasil didikan beliau, aku cahaya beliau, dan aku harapan beliau. Itulah mamaku, sosok mama yang selalu penuh kasih kepada anak anaknya, sosok mama yang ingin berjuang demi melihat senyum senang di wajah anak anaknya, dan sosok mama yang sukses (menurutku) mengajarkan arti hidup kepada anak anaknya.
Di sini indra meraih mimpi yang indra gadang gadang di hadapan mama sedari indra kecil, dan indra yakin mama selalu mendampingiku kemanapun dan kapanpun. I miss you mom. Selamat hari raya idul fitri 1434 H mama ;)
Friday, July 19, 2013
Tersenyum Dan Menangis
Aku belajar dari sosok mamaku, beliau selalu berkata "tersenyumlah selagi kamu bisa tersenyum, bersedihlah selagi kamu tidak bisa meredamnya lagi. Tapi jgn bermurung atau menggerutu hanya jika kamu tidak kuat berdiri dari jatuhmu." Dulu serasa berat kata itu untuk ku cerna, sekarang aku tau, dengan tersenyum maka dunia tidak akan tau bahwa sesungguhnya kamu sedang di rundung rintihan yang tak henti menjerit. Maka kamu akan selalu bisa membuat sekelilingmu tertawa sekalipun kamu sesungguhnya ingin sekali membagi bebanmu.
Dengan menangis, maka dunia akan tau bahwa sesungguhnya kamu memang manusia biasa yang masih memiliki perasaan tersakiti. Namun jika kamu bermurung, tidak ada hasil yang kamu dapat. Kamu hanya akan mendapatkan sebuah fatamorgana kehidupan tanpa ujung.
Wednesday, July 10, 2013
Sukses Tidak Selalu Datang Dari Emas
Ya...apa kabar temanku (read: blog). Sudah terlampau aku tak menorehkan kisah ku di dirimu, kali ini aku ingin bercerita tentang sedihku namun di dalamnya ku sematkan rasa syukurku kepada Allah SWT.
Hari ini, ya sore ini adalah buka puasa pertama ku dengan keluarga. Seperti puasa tahun kemarin, sebelum berbuka suasana rumah di warnai percekcokan kaka iparku dengan papaku. Sungguh pemandangan yang tidak mengenakan ini selalu mengihiasi hidupku selama di rumah. Mungkin alasan ini juga yang membuatku sungguh tidak betah berlama-lama bersama keluarga, penat rasanya. Aku rasa ketika canda tawa yang di sebarkan dalam beberapa waktu hanya sekedar kamuflase sementara, namun pada akhirnya semua keharmonisan itu akan kandas di gerus waktu. Sekejap aku langsung berfikir dan istigfar bukan main kepada Allah melihat hal ini. Sungguh ku merasa miris, aku merasakan kasih seorang mama hanya seumur 11 tahun. Selebihnya 8 tahun aku hidup selalu dalam rumah yang berwarnakan cekcok tak henti, aku iri melihat temanku yang memiliki keluarga yang tidak sepertiku, aku iri melihat teman ku yang bisa melancong ke Jakarta dengan segudang doa, harapan dan dukungan di tangan mereka dalam mengejar mimpi. Sedangkan aku?, aku merasa doa bermunculan bukan dari keluarga, tapi dari kalangan sahabatku, harapan dan dukungan bukan datangnya dari keluargaku, tapi datangnya lagi lagi dari sahabatku yang mencintaiku, bahkan aku sendiri adalah orang yang tidak ingin berlama lama di rumah, sedangkan temanku selalu ingin pulang ke rumah ketika liburan. Aku menyibukkan diriku di luar rumah dengan segudang kegiatan yang aku rangkai sedemikian rupa sehingga ketika aku pulang, aku akan mendapati keluargaku sudah tidur nyenyak. Aku rapuh sesungguhnya dan aku rasanya ingin berteriak melihat semua ini tiada ujungnya, tapi di lain sisi aku bersyukur kepada Allah SWT karena aku terbentuk menjadi anak yang kekurangan kasih sayang, anak yang tidak bisa tersenyum di rumah, namun aku menjadi anak yang mampu mengukir prestasi dan mengejar sebagian kecil mimpiku di luar rumah. Aku hanya meminta kepada Allah, jika memang jalan ini Ia ciptakan untuk menguatkan diriku, maka aku memohon kepadaNya untuk selalu menguatkan ku hingga akhirnya seluruh mimpiku terjawan sudah. Namun jika Ia menciptakan jalan ini untuk melihat skor kesabaranku, maka aku meminta maka hadapkanlah aku langsung ke level Ujian Akhir Nya, sehingga aku bisa tenang meniti masa depan dan mimpiku dengan sesuai yang apa ku inginkan.
Itu saja yang ingin aku bagi, entah hanya kepada lagu dan tulisannya aku bisa berbagi. Terimakasih ya Allah atas segalanya hingga saat ini.
Friday, June 14, 2013
Bukan Berarti
Murungku bukan berarti, sedih senduku
Candaku bukan berarti, riangnya hatiku
Tangisku bukan berarti, hancurku