dream catcher
just odinary boy who want to be a great person to each other
Sunday, April 19, 2015
Lama Tak Berjumpa. Apa Kabarnya?
Perjalanan masa studi kami terasa cepat (bagi saya). Dulu, rasanya masih jadi anak SMA yang datang ke kampus ini diantar dengan sanak keluarga, menerjang macetnya arus lalu lintas Jakarta hanya demi kelas di pagi hari buta (kenapa pagi hari buta? Karena kelas terpagi di Paramadina tidak seperti kampus lainnya, sebut saja Binus, UNTAR, dll yang mulai perkuliahan jam 8 pagi. Kita? Jam 7.00 pagi sudah harus bertatap muka dengan rangkaian presentasi dosen). Semester 4-6 rasanya Semester tersibuk bagi kami anak-anak Brand Management. Banyak urutan antri tugas-tugas kuliah, baik dari individu, kelompok, menjawab pertanyaan, membuat esai, hingga membuat rancangan kampanye suatu merek. Ya itulah sensasi dari perminatan kami, "menusuk" diawal, "membinggungkan" diakhir. Rasanya dulu kami seringkali menghabiskan waktu di kost-an teman untuk mengerjakan tugas, menanti kelas yang jedanya cukup jauh, & hingga pulang ralut hanya untuk berdiskusi menyelesaikan tugas. Masa itu juga tak jarang jadi masa yang selalu menjadi momen "adu otak" antara kami (khususnya tugas kelompok) & saya termasuk orang yang selalu bilang "oke manutlah sama kalian" ketika dua teman saya yang cerdas dan perfectionist beradu argumen menyelesaikan tugas -- nama mereka Nina dan Inge :D -- dan siap dipresentasikan keesokan harinya. Ya....saya rindu masa-masa payah kami saat itu. Rindu berargumen dengan mereka mencapai hasil yang terbaik untuk kami (karena bagi kami, kadang terbaik dalam kelas tidak menjamin terbaik untuk kami). Saya rindu semua kaleidoskop itu.
Sekarang, kami sudah menjelma menjadi calon-calon Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Ik) dengan masing-masing objek, pembahasan, & metode skripsi kami. Bahkan sahabat-sahabat karib saya -- sebut saja Muhammad Fadly, Yudhita Anugerah Putri -- sudah selesai menuntaskan masa studi mereka, dan tulisan ".S.Ik" sebentar lagi akan bersanding di belakang nama lengkap mereka. Mereka adalah dua orang yang saya kenal secara tak sengaja. Mulai dari Fadly, saya gak tau keberadaan dia kalau tidak "cinta" mati sama Paramadina Choir (sampai detik ini), sempat satu kelas juga dan "berkompetisi" kelompok juga. Odhit (panggilan untuk Yudhita) saya bertemu dengan dia di Facebook awalnya, lalu ketemu di GMP & malu-malu bertegur sapa karena.....takut salah orang (tengsin parah kalo sampe salah orang). Tapi ya itulah Mahasiswa, semua akan ada fasenya untuk menyelesaikan tanggung jawabnya masing-masing dan akan begitu banyak kenanagan yang lucu untuk diingat nantinya.
Apa kabar kalian semua sahabat terkasih ku? Baik yang sudah (mau) resmi jadi S.Ik dan yang sedang berjuang mendapatkan gelar S.Ik (seperti saya). Kabar baik kah kalian semua? Berjuanglah tanpa henti kawan-kawanku. Aku senang berjumpa kalian, berproses dengan kalian, sayang kepada kalian, & yang terpenting mengenal kalian adalah suatu cerita yang unik. Teruslah mengukir angan kalian dengan orisinalitas kalian masing-masing, pantang menyerah, tetaplah tersenyum apapun kondisinya, dan yang paling aku harapkan, semoga yang rindu, dan sayang dengan segala warna yang tercipta ini bukan ganya saya seorang, melainkan kalian juga merasakan apa yang saya rasakan. Teruslah semangat orang-orang terkasihku. Sampai jumpa di masa depan dengan cerita kebanggaan masing-masing dan mari jaga ikatan kita ini :D.
Monday, August 11, 2014
Tak Lagi Muda
Saturday, January 25, 2014
Dream Just Like A Purpose
Halo blog tercinta, kembali saya ingin menorehkan cerita sederhana dalam hidup saya ke dalam blog ini. Kali ini saya ingin menyampaikan pandangan saya tentang "Dream is Just Like A Purpose". Ya banyak yang merangkai mimpi mereka begitu mulai, besar (dalam artian berdampak massive kepada Dunia), bahkan ada yang merangkai dengan begitu mulia. Namun bagi saya, mimpi yang ada dalam hidup saya cukup memiliki 3 komponen yaitu, happiness, smile, & independent. Kenapa hanya tiga hal itu?, dan mungkin mimpi saya akan terlihat tidak se-gemilang mimpi orang kebanyakan. Saya menerapkan itu karena pertimbangan oleh aspek internal dan internal. Jika ketika pertama saya membuat kata "mimpi" dalam hidup,maka saya harus memulai nya dengan prinsip happiness, karena ketika saya menjalaninya dengan kesenangan maka output yang dikeluarkan pun akan tulus dan saya akan selalu optimis menjalani itu sampai hasil final. Lalu ketika saya sudah berhasil memulai first step, maka saya pun memulai prinsip smile. Kenapa smile?, karena ketika saya sudah tulus menjalani langkah mimpi saya & saya berhasil membuat orang terdekat (minimal sahabat & keluarga) merasa senang bahkan tertular semangat positif saya, maka doa dan pengharapan tulus mereka pun akan terlontar layaknya dzikir kepadaNya. Tiada henti, dan selalu menyentuh relung hati saya ketika mungkin saja ada titik nadir dalam proses mengejar mimpi yang saya rasakan. Dan ketika dua prinsip itu sudah 'berhasil' saya jalankan, maka yang terakhir yang perlu saya terapkan adalah independent. Independent saya pilih karena saya menjadikan mimpi saya bukan sebagai ajang pamer, ajang penunjuk eksistensi 'kekuatan' saya yang secara nyata sesungguhnya tak seberapa, namun lebih kepada tujuan mimpi saya adalah menjadikan diri ini lebih mandiri menjalani nada hidup & menghargai setiap proses mencari yang diberikan Tuhan & alam kepada saya. Sehingga ketika mimpi saya pun terwujud, saya lebih senang menjadikannya bukan sebagai achievement yang harus di pampang, namun lebih menitik beratkan kepada sharing session kepada sesama. Dengan harapan, bahwa orang sekitar juga setidaknya mau mencoba menembus batas mereka yang selama ini mencengkram mereka. Dan terakhir, saya menganggap tujuan/target adalah sebagian dari kata luas dari 'mimpi'. Jadi apapun tujuan/target hidup yang ada dalam diri saya, itulah mimpi-mimpi kecil saya. Dan pengalaman saya kemarin ke Vietnam bersama Choir, berhasil magang (walau sebentar) di tempat Strategic Branding Consultant MakkiMakki merupakan mimpi-mimpi saya yang saya yakin bisa menentukan my path of life in the future. Karena semuanya itu saya jalani sesuai dengan minat dan passion saya di dalamnya.
Well, itu saja yang bisa saya share. Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat dan kalian bisa mengerti my point of view. Selamat menjalani hidupmu teman.
Monday, November 11, 2013
"Mamah Aku Kangen"
Tak jarang beberapa hari belakangan, aku menemukan beberapa temanku memposting di akun sosial media mereka dengan kata kata "mamah aku kangen, bolehkah ku pulang sejenak?," "mamah aku kangen, mau pulang ke rumah," dan sebagainya. Iri rasanya bisa melihat mereka memposting itu dan memang nyatanya masih ada sosok fisik akan tujuan kata kata mereka itu. Rasanya aku ingin juga memposting "mamah aku kangen, bisakah kita bertemu, canda gurau, dan mencurahkan segala penatku?." Tapi aku berfikir bahwa, apakah halal atau pengecualian dari Allah kah aku bisa ke haribaanNya untuk bertemu mama ku dan meluapkan segala penatku dan ingin merasakan semangatnya?, kurasa tak mungkin hal itu terjadi. Memang terlihat lembek dan ringkih untuk seorang anak laki-laki seperti ku selalu merindu sosok mama hampir setiap hari. Namun ku tak peduli, aku sungguh rindu mama ku. Sungguh aku merindunya. Aku ingin rasanya bisa memposting seperti itu dengan destinasi yang cocok dalam menggambarkan postinganku itu. Tapi apalah daya, beliau sudah lebih dulu pergi tanpa bersamaku. Mungkin beberapa orang akan mensuggest ku untuk "kirimlah doa untuk mama mu yoko," aku tau aku jarang shalat menghadapnya, tapi aku selalu berdoa sebelum aku tidur dan aku selalu meminta sampaikanlah keluh kesahku akan menjalani usia remaja ku disini kepadanya. Bagiku untaian doa, melihatnya dari sebuah foto keluarga yg terpampang besar di ruang tamu, amatlah kurang mengisi relung hatiku yang sungguh amat merindukannya. Sungguh aku ingin bertemu dengannya, bertegur sapa, bercerita perjalanan hidup, bercerita tentang mimpiku, bercerita apa yang kucapai, dan bercerita apapun tentang dunia ini. Moment itu yang selalu ku rindukan hingga saat ini. Sampai detik ini aku menulis di blog kesayanganku soal mama, tak lain adalah sebagai media pengganti berkeluh kesah dan rindu kepadanya. Dengan sebuah keyakinan, bahwa apapun yang ku torehkan disini, mama selalu memperhatikanku. I miss you mom :")
Sunday, September 22, 2013
Senyumku Pertahananku
Air mata ini sudah di rasa kering dan hati ini sudah di rasa keluh untuk selalu merasakan deruan perkataan ayahku. Yang terpenting aku memiliki sahabat sahabat yang insyaAllah bisa membawa dampak baik untukku dan hidupku. Mereka salah satu alasanku untuk tetap tersenyum.
Saturday, September 14, 2013
Change The Lyric ('Bout Bestfriend Again)
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'll let them know
They're the one, They're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell
The one I can live for, the one who deserves
Every song on my lips I'm singing out
Any fear in my soul I'm letting go
And anyone who asks I'ma let 'em know
They're the one, they're the one, I say it proud
Ring a bell, ring a bell for the whole crowd
Ring a bell, ring a bell
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh
The one I can live for, the one who deserves
To give all the light, a reason to fly
The one I can live for, a reason for life
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
Oh ay oh, oh ay oh oh, yeah yeah
-Taio Cruz - Tell The World-
I want to say that to all of em, but sometimes i feel they're not thinking about me like their bestfriend too. Ya...the end of the time, i just hope, that thing just my decoy in my mind.
Goodnight ;)