Saturday, April 13, 2013

Makna Terdalam

Sabtu, 13 April 2013

Selamat sore Dream Catcher, sudah lama jemari ini tidak "menari" menorehkan secuil cerita di blog ini. Kali ini singkat saja ku ingin menceritakan apa yang kurasakan sekarang. Perjalanan ku dengan team paduan suara ku menuju international competition tinggal menghitung bulan, tapi semakin kesini semakin kurasa sesak di dada. Tanggung jawab ku sebagai dana usaha bagian sponsorship mencekik habis nafas ku, dan entah berapa lirih yang selalu keluar dari dalam sanubari hati yang terdalam. Kini di tambah lagi perasaan "terasingkan" dari sahabat-sahabatku, entah semacam perasaan sentimentil atau memang nyatanya seperti itu, aku merasa bahwa ada satu tembok yang muncul dari mereka terhadap diriku. Mungkin karena status mahasiswa yang melekat di diri kita berbeda jauh. Sejujurnya aku tidak ingin ada suatu "gep" semacam itu di antara kita, karena aku sudah menganggap mereka semua keluarga kedua ku, namun nyatanya "gep" tersebut semakin nyata terlihat. Hal itu membuatku tercekik dari hari ke hari, membuatku jengah dan ingin berteriak "bisakah kalian memahami ku seperti kalian memahami sesama kalian?." Tapi apa daya, itu hanya akan terpendam di hati ku yang terdalam, tanpa aku ingin memberitahu mereka.

Tapi di balik itu semua, dapat ku tarik pelajaran, bahwa aku harus bersifat professional ketika aku berorganisasi, kesampingkan rasa itu dan teruslah produktif. Karena ku yakini sabarku, lirihku, pedihku yang ku bungkam dalam hati pasti di lihat oleh Allah dan Dia pasti akan memberikan "hadiah" istimewa kepada ku di waktu yang tepat sesuai suratan yang Ia takdirkan. Selamat sore para dream catcher

teruslah berlari menyusuri lautan,
sekalipun orang-orang menghujammu,
bahwa kamu akan tenggelam disana

Sunday, March 31, 2013

The mean of processes

Minggu, 31 Maret 2013

Selamat malam penjaring mimpi di jagat raya, malam ini aku kembali menorehkan secarik tulisan ku. Malam ini aku sungguh mendapat sebuah kesamaan pandangan dengan sahabatku, yaitu THE MEAN OF PROCESSES. Aku kini sudah berkembang dan  tumbuh menjadi remaja yang sebentar lagi memasuki usia 20 tahun (tepat di Agustus tahun ini). 19 tahun aku hidup dengan kecintaan ku dan hobby ku dengan musik dan lagu. 19tahun aku merangkak membuktikan kepada keluarga ku bahwa hobby ku ini bukan sekedar hobby yang sekali lewat, dan sekarang?, insyaAllah aku akan mendekati gerbang pembuktianku, bahwa hobby ku (bernyanyi) dapat membawa ku sampai menyebrang ke Vietnam (di bulan Juni nanti) untuk melantunkan nada-nada indah bersama team paduan suara kampus ku, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Inilah aku Widiyoko Indrarto, bocah yang dulunya pemalu, telah bermetamorfosis menjadi sosok yang percaya diri, di percaya menjadi divisi dana usaha sponsorship untuk team paduan suara ku (posisi yang menurut ku amat penting), dan aku kini mempelajari bahwa mimpi ku memang di takdirkan untuk melekat di dalam kehidupan nyata ku dan semua itu aku percayai akan indah pada waktuNya asalkan aku mengerti, sabar & menghargai segala PROSES menuju ke mimpi ku itu yang di suguhkan oleh Allah. Terimakasih Allah atas segala skenarioMu atas mimpi ku. Akhirnya sebentar lagi aku akan merasakan pergi keluar negeri bukan karena uang, bukan karena fasilitas, tapi karena hobby dan kecintaan ku akan musik yang di anggap sebelah mata oleh sekitarku. Alhamdulillah dan syukur ku panjatkan kepadaMu.

Kutipan yang sama dengan kata hati ku yang terlontar dari sahabat ku malam ini adalah

"Gua menganggap ini bukan kompetisi, bukan keluar negerinya, bukan menangnya, tapi semua ini prosesnya." - Muhammad Fadly, 20 tahun, asal Makassar.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu melalui sahabat sahabat luar biasa seperti mereka.

Friday, March 29, 2013

Defying Gravity

Sabtu, 30 Maret 2013


Di sabtu pagi yang cerah, kembali kini ku torehkan secarik tulisan di teman setia ku ini.Di pagi ini, ku membuka akun YouTube ku seperti biasa, video pertama yang ku cari adalah video Paramadina Choir yang telah di ungguh oleh salah satu seniorku. Ku lihat setiap video mengenai Paramadina Choir, ku resapi setiap moment yang ada di video itu, kurasuki sedalam-dalamnya segala hal-hal kecil yang kudapati di Paramadina Choir selama 2 tahun aku berkecimpung di dalamnya, belum lagi ku tambah playlist Tears Of Love dari duo akustik gitar favorite ku Depapepe, makin lah rasa haru dan bangga di hati ini berkecamuk. Di setiap video Paramadina Choir yang ku perhatikan, ku lihat dan ku rasakan perkembangan yang sedikit demi sedikit terus meluas secara pasti. Ku rasakan setiap tahun ku di Paramadina Choir terus berkembang setiap harinya tanpa henti, ku nikmati segala inchi perkembangan di dalamnya. Dan kini ku sadari, aku sudah jauh berkembang pesat dan aku sudah berbeda dari indra sewaktu aku SMA, aku sudah jauh melangkah, bahkan melampaui pribadiku yang dulu. Bersama keluarga kecil ku di kampus (Paramadina Choir) aku berkembang menjadi pribadi yang semakin produktif dan bermanfaat bagi orang lain (insyaAllah). Dan bersama mereka lah aku belajar "bagaimana caranya meniti kesuksesan dari level terendah."

Dan kini, aku dan keluarga kecil ku ini (Paramadina Choir), sedang dalam proses menuju level selanjutnya yang lebih tinggi dalam dunia paduan suara. Dan pengalaman ini adalah pengalaman pertama kali kami, sekaligus jawaban Allah atas usaha kami, pengorbanan kami, lantunan nada yang terlontar tiada henti dari mulut kami, yakni International Choir Competition Hoi An,Vietnam. Doakan kami supaya kami bisa membanggakan Negara, membanggakan kampus, dan juga membanggakan setiap orang yang tidak pernah lelah untuk terus mendukung setiap langkah kami dalam mengais mimpi. Disini kami bersama sedang dalam proses DEFYING GRAVITY (seperti lagu yang selalu kami bawakan), membuktikan kepada semua bahwa mimpi kami bukan isapan jempol belaka, mimpi kami akan nyata terpampang di depan mata, kalau kami yakin, usaha tiada henti, dan percaya Allah selalu menjaga setiap derap langkah kami dalam merengkuh mimpi.


Bersama-sama kami akan merengkuh mimpi kami, mimpi yang insyaAllah akan bermanfaat bagi kami dan bagi semua insan yang mendukung kami dari belakang. Paramadina Choir goes to International Choir Competition Hoi An,Vietnam.

"tidak ada kata lelah bagi matahari untuk menunjukkan dirinya di pagi hari,
begitupun kita juga tidak boleh lelah untuk mengejar mimpi gemilang kita"

Perjalanan ku untuk mama

Selasa, 26 Maret 2013

Selamat malam semua, kali ini saya hanya ingin sedikit curhat atas kerinduan saya dengan almarhumah mama saya. 8 tahun sudah mama pergi ke haribaanNya mendahului saya dan kaka kaka saya serta papa saya, rindu masih terasa pilu di hati, sesak moment itu juga masih kuat di ingatan. Kembali ku melihat album album semasa kecil ku yang beruntung memiliki kenangan dokumentasi dengan mama (maklum mama gak terlalu suka di foto). Sekelebat langsung terbayang dalam benak "alasan apa yang mendasari aku masih bertahan hidup untuk berjalan mengarungi hidup?," "alasan apa yang mendasari aku harus tetap kokoh berdiri megais mimpi ku?," "alasan apa aku harus mejelma jadi sosok anak manja kesayangan mama, menjadi anak yang kuat dalam menghadapi masalah?." Rentetan pertanyaan itu ludes telibas rentetan foto yang ku temukan. Jalannya hanya satu "aku di sini, dengan segala perubahan yang ku miliki, hanya bermuara ke satu arah, yaitu MAMA."

Dulu ku ingat, betapa mama sungguh menyayangi ku dengan sepenuh hati, beliau selalu menuruti apapun yang aku minta tanpa bilang "tidak" hanya jawaban halus yang terlontar darinya ketika dia berusaha menolak permintaan ku "nanti ya dek, kalau mama sudah punya uang, adek bisa beli itu. Sekarang adek belum butuh." Alasan itu tetap tidak ampuh bagi ambisi ku untuk mendapatkannya, alhasil mama membiarkan aku merengek sambil bergumam "nanti juga capek sendiri." Betapa itu semua sekarang menjadi kenangan lucu yang melekat dalam otak. Betapa lucu aku mengingat dulu aku anak manja, egois, dan tidak bisa menerima permintaan ku di tolak mama.

Malam ini, semua itu kembali merasuk ke dalam memori ku. Aku mem-flashback sangat jauh atas hidup ku yang sekarang. Sungguh aku rindu aroma masakan sederhana mama, yaitu mie goreng dengan telur orak arik di hari minggu, masakan itu yang bisa membangunkan ku dalam lelapnya tidur. Rindunya diriku atas sosok mama yang selalu menemani ku menonton tv dan bertanya "gimana sekolahnya tadi dek?," rindunya aku dengan rutinitas keluarga ku membuat kue menjelang hari raya, rindunya aku dengan sosok mama ku yang sibuk mempersiapkan hari ulang tahun ku yang ke-6, rindunya aku dengan sosok mama yang selalu bilang "ini nih anak bontot kesayangan mama," rindunya aku dengan segala atribut mama yang melekat kuat di benak ku. Kini?, aku hanya bisa berjuang di sini, memperjuangkan mimpi ku, untuk mama terkasih yang sudah 'tidur' sembari memperhatikan ku.

Sekarang aku sudah bukan indra kecil kesayangan mama seperti dulu lagi, aku sudah survive dengan tenaga dan asa ku dalam meraih cita-cita ku, kini aku sudah mejelma jadi indra berusia 19tahun yang akan berjuang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional bersama team choir kampus ku, dan semua ini ku sadari bahwa kepergian mama membuat ku selalu ingin melakukan hal yang membanggakan di dedikasikan untuknya. Dengan kepergian mama, aku sadari Allah dan alam ingin aku belajar menjadi anak bontot yang kuat dan manja akan kasih sayang mama. Di sini indra berjuang untuk mama, melangkah untuk mama, apapun hasilnya aku hanya berharap mama bisa bangga dengan torehan 'tinta' dalam 'kertas' hidup ku.

Selamat beristirahat mama, aku di sini untuk mama. Pantau terus anak mu ini berkembang, insyaAllah aku bisa membanggakan mama kelak. I miss you mom.

Alasan Atas Mimpiku

Jumat, 29 Maret 2013

Jumat siang yang begitu terik menusuk kulit, di tengah teriknya siang ini, ku merenung atas perjalanan hidupku. 19tahun aku mengarungi berkah hidup dan nyawa yang di hembuskan olehNya, 8tahun ku berdiri melalui segala fase optimis, putus asa, hampa, dan flat sepeninggalan mama di tanggal 5 Mei 2005. Semakin ku sering merenung, semakin aku binggung atas skenario Allah di dalam hidupku. Tapi kini ku terbangun dan ku sadari, bahwa kepergian mama bukan alasanku untuk memukul mundur mimpi-mimpi besarku, tapi karena itulah aku harus menarik sekuat tenaga mimpi-mimpi itu untuk mendekat dan terbentuk dalam bentuk nyata dalam hidupku. Dan benar ternyata, alasanku sekarang dalam mengejar mimpi adalah....MAMA KU, semua pencapaianku dan jatuh bangun perjalananku, semua bermuara untuk membahagiakan mama di saat aku dewasa nanti.

"Kerja keras selalu terbayar; itu hanya masalah waktu."
"Jika Anda mempunyai 100 masalah, ingatlah bahwa Tuhan mempunyai 101 cara untuk menyelesaikannya."
"Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur."

Merry Riana

 

Wednesday, March 27, 2013

Merengkuh Mimpi

Kamis, 28 Maret 2013

Mimpi diciptakan untuk di taruh di tempat yang tertinggi. Bukan untuk di letakkan tepat di bawah kaki mu dan "menempel" di tanah. Jadi wajar memang sebagai kodratnya meraih atau merengkuh mimpi itu dibutuhkan proses panjang dan berkelumit. Nikmati segala prosesnya, cicipi dengan nikmat hasilnya.

Ku yakini keyakinan yang teguh, usaha tak kenal lelah, serta keikut sertaan Allah dalam langkah, akan membuahkan hasil yang gemilang.

Monday, March 25, 2013

"suplemen" semangat ku


Senin, 25 Maret 2013

Selamat sore para penjaring mimpi di luar sana, saya harap mimpi-mimpi kalian tidak pernah pudar, begitupun semangat dan kegigihan kalian dalam mengejar mimpi-mimpi itu. Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang "suplemen" semangat ku. Menurut kajian ilmiah, suplemen adalah sebuah zat, pil, atau cairan penambah daya tahan tubuh dalam sistem kekebalan menahan atau melawan penyakit yang hendak datang ke dalam tubuh kita. Tapi bagi saya, suplemen itu adalah seperangkat atau orang-orang tertentu yang selalu membuat ketahanan langkah saya dalam melangkah meraih mimpi semakin kuat dan tegar setiap menitnya. Ingin tahu siapa "suplemen" semangat ku itu?. Berikut dengan bangga ku paparkan siapa mereka dan karena mereka lah aku bisa menjelma sedikit demi sedikit menjadi sosok anak muda yang tangguh melalui petuah-petuah yang mereka berikan.

1 Nabilla Aidid

Nabilla Aidid, sapaan akrab saya dengannya adalah Bella. Senior saya yang satu ini adalah bocah tomboy nan nyolot dari tanah bengkulu. Dia merupakan mahasiswa perantauan di kampus saya, Universitas Paramadina. Perawakannya yang tomboy, cuek, jutek, dan terlihat sangar membuat orang yang pertama kali mengenal dengannya merasa enggan untuk sekedar bertegur sapa dengannya (termasuk saya kala itu, hahahaha). Tapi siapa disangka, dibalik sosoknya seperti itu, setelah saya mengenalnya lebih dekat, sering bertukar pandangannya dan juga sering curhat masalah dengannya, tenyata dia merupakan sosok senior yang cukup perhatian, senior yang loyal kepada temannya (selama kita juga memberikan input positif kepadanya). Dan yang pasti dia selalu bisa menjadi "suplemen" semangat ku dengan semangat dan kata-kata yang ia lontarkan ketika saya dirundung masalah yang tidak habis-habisnya saya bebani kepada diri saya sendiri. Tapi satu kejelekannya, sampai sekarang dia masih terlihat atau bahkan terkesan egois atas apa yang ada di dirinya dan "memaksa" orang lain untuk sepaham dengannya atas apa yang ia pikirkan, bagi seglintir orang mungkin akan merasa "riweh" dengan sikapnya ini, tapi bagi orang-orang yang dekat dengannya, itu bukanlah perkara besar yang harus di besar-besarkan. Anyway, dialah salah satu "suplemen" semangat ku dalam mengarungi rutinitas choir.

2 Nur Annisa Widyayuliana

Nur Annisa Widyayuliani, saya biasa memangilnya Ka Icha. Dialah "suplemen" semangat ku yang berikutnya sekaligus yang terakhir dalam edisi kali ini hehehe. Gadis muda asal Jawa ini (entah Jawa bagian mana hehehe) merupakan mentor ku dalam team choir. Awalnya sistem mentoring ini aku tidak merasakan dampak yang berarti, karena aku juga jarang berkomunikasi dengan beliau. Tapi ketika aku menemukan sebuah titik masalah dengan padus yang tidak bisa ku telan sendirian, akhirnya aku memutuskan bercerita dengannya tentang masalah tersebut dan benar ternyata, perawakannya yang pendiam ini membawa sebuah "emas" tersendiri yang saya lihat di baliknya. Dia ternyata sering memperhatikan ku dan dia selalu bilang "setiap gua ketemu lu,pasti ada sesuatu yang kepikiran di otak lu yok." Beruntunglah saya mendapatkan mentor sepertinya, perhatian dan mengerti kapan dia harus berposisi sebagai mentor yang bertugas menengahi jika saya bermasalah, dan kapan dia harus menajdi teman baik saya dalam padus. Dialah "suplemen" semangat ku yang ku syukuri keberadaannya. Berkatnya aku belajar mengenai arti kata "sabar" dan "lebih netral."

Itulah kedua "suplemen" semangat ku dalam perjalanan ku mengarungi hidup dan kemelut yang ku temui dalam setiap fase kedewasaanku. Terimakasih Ka bella, terimakasih Ka icha, berkat kalian, berkat perpaduan kalian di benak saya, saya bisa mengerti untuk menjadi anak yang tangguh dengan cara keras dalam berjuang, tapi secara berbarengan pun saya bisa berusaha menjelma menjadi anak yang tangguh secara "soft" dan terus berpasrah di tengah perjuanganku mengejar mimpi.