Saturday, April 27, 2013

proses

Selamat siang para dreamcatcher :D, Sabtu,27 April 2013

Sudah lama gak nulis di blog tercinta. Waktu begitu banyak tersita dengan rutinitas yang menggila. Tapi kalau  kata teman, "jangan banyak ngeluh!." Yap!!, benar, diriku tidak boleh banyak mengeluh atas apa yang ada di dalam perjalanan hidupku, termasuk dengan rutinitas gila ini. 

Hm....apa ya yang ingin saya sampaikan disini?, gak banyak sih yang ingin saya ceritakan kali ini. Tapi satu yang ingin saya sporadis kan kepada pembaca, yakni PROSES. Ya,PROSES itu adalah unsur penting dalam sebuah perjalanan sekecil apapun itu. Tanpa proses, hasil mungkin bisa didapatkan, tapi meaning nya gak akan sampai di dada terasanya. Dan di dalam team yang akan berangkat ke Vietnam, aku begitu banyak mendapatkan arti sesungguhnya dari kata PROSES. Ya, awalnya aku begitu sensi melihat apapun yang menurutku tidak sesuai dengan ide dan ekspektasiku di dalam team, aku sering frustasi, menyendiri, bahkan sampai banyak yang menegurku karena merasa risih dengan tingkah ku. Tapi makin kesini, rasa sensi itu sirna satu per satu. Aku sudah mulai bisa bersabar melihat fenomena-fenomena yang seringkali menghujam jantungku, bak di khianati sejuta teman. Aku juga sering mendapatkan sikap "atasan dan bawahan" secara verbal oleh beberapa lapisan, aku juga pernah merasa di "lepas" tanpa bimbingan dalam menjalani tugas-tugasku. Tapi kini aku sudah bisa tetap tersenyum sekalipun itu menghentakkan sanu bari ku, aku masih bisa berdiri, aku masih bisa tangguh, aku masih bisa gerak lincah mencari peluang, aku masih bisa mempersembahkan yang terbaik dariku untuk team. Karena aku beranggapan, bahwa semua ini adalah PROSES untuk team ku menuju Vietnam. Satu yang ku pegang, waktu dan keadaan akan menunjukkan dengan sendirinya, yang mana sahabat, yang mana teman baik, yang mana teman baik, dan yang mana teman formalitas. Terimakasih yaAllah atas karuniaMu sehingga aku masih bisa berdiri tegar di dalam PROSES perjalananku ini. Bermimpilah, nikmati prosesnya, dan cicipi manis, asin, asam, pahit dari hasil yang engkau dapat melalui racikan PROSES ala diri kalian sendiri dreamcacther. Selamat sore.

"jika kamu sudah berusaha sekuat tenaga,
maka biarkan Tuhan menunjukkan jalanNya,
dalam menjawab atas hasil dari usaha yang kau tekuni" 

Sunday, April 14, 2013

Lirih ku

Minggu, 14 April 2013

Di luar hujan, deras terus menetes tepat di teras rumah ku. Ku renungkan dalam-dalam, dan ku temukan bahwa ya!!, usia ku sudah 19 tahun. Sudah sebesar ini ku di lahirkan oleh mama di dunia, sudah sedewasa ini aku selalu di manja oleh nenek ku, namun sudah sebesar ini pula aku belum bisa membanggakan almarhumah mama dan nenekku, malah dahulu aku terkadang membuat mereka menangis karena rengekanku. Kali ini, hujan ini menyadarkanku bahwa betapa sungguh beruntungnya aku di lahirkan dari mama yang hebat seperti mama ku, betapa beruntungnya aku di manjakan oleh nenekku yang selalu tulus,bahkan rela menyisihkan uang pensiun lansia nya untuk uang saku ku ke Vietnam nanti. Betapa Allah merahmati segala hal yang terbaik dalam setiap jengkal perjalanan hidupku, Allah menyematkan mereka yang begitu tangguh untukku, ku bersyukur kepadaMu yaAllah atas karuniaMu melalui perantara mereka. Kini di hidupku hanya tinggal nenekku tercinta, mamaku terlebih dahulu pergi menghadap ke RumahMu, entah apa yang bisa ku bayangkan, jika aku belum bisa wisuda sebelum nenekku engkau ambil dari hidupku kelak. Jika memang itu terjadi, musnah sudah harapku membahagiakan dua orang berarti dalam hidup. Ku mohon yaAllah, jaga almarhumah mama di sisiMu, karuniai nikmat sehat kepada nenekku, dan aku hanya ingin satu, jadikan beliau perantara mamaku untuk melihatku sukses dengan segala prestasiku, jerih payahku dan semua yang terbaik dari dalam diriku. Aku mohon berhenti sejenak membuat hatiku lirih tak tertahankan, merintih kesakitan setiap malam mengenang mamaku. Jangan dulu Engkau ambil nenekku dari sisiku, izinkan dia tetap di sisiku sampai nanti. Perih di hati begitu masih terasa mencekam, aku akan begitu semakin rapuh ketika nanti nenekku pergi dahulu, semakin aku tidak memiliki alasan untuk tetap "mengapung" di lautan kehidupanMu ini yaAllah. Jadi, ku mohon jagalah nenekku dengan nikmat sehatMu.

"selalu ku ingat pesan mama,
jika kamu sudah berusaha maksimal,
Izinkan Tuhan menunjukan jalanNya kepadamu" - Merry Riana

Kikisan Kepercayaan

Minggu, 14 April 2013

Hola :D, kembali ku ingin bercerita di blog ku teman setia sepanjang masa ku ini :D. Hari terus semakin terus bergulir, semain cepat waktu memakan setiap detik nafas ku. Di perjalanan itu ku rasakan dua hal besar yang berkecamuk di dada ku, perasaan bangga karena keberangkatan ku dengan team paduan suara semakin dekat untuk membanggakan kampus ku dan nama Indonesia di kancah internasional. Namun di sisi bangga itu ku rasa ada sesuatu yang mengganggu dan mengikis kepercayaan ku kepada orang orang yang ku anggap saudara ku sendiri di paduan suara ini, yakni sahabat sahabatku. Semakin terlihat jelas beda "menu" persembahan yang mereka suguhkan kepada ku, pandangan ku semakin kuat, ketika ku tahu bahwa banyak orang orang di sekitarku yang merasakan itu muncul di sikap sikap sahabatku. Semakin habis ku rasa kepercayaan ku kepada mereka. Tapi sudah lah, ada orang yag berbicara bahwa "terkadang kita tidak perlu memikirkan hal yang membuat kita sakit hati, semua itu BULLSHIT." Apapun yang mereka proyeksikan di hadapan ku, aku akan tetap menyuguhkan yang terbaik bagi mereka. Mari membangun semangat dan jaring jaring mimpiku untuk masa depan.

Saturday, April 13, 2013

Makna Terdalam

Sabtu, 13 April 2013

Selamat sore Dream Catcher, sudah lama jemari ini tidak "menari" menorehkan secuil cerita di blog ini. Kali ini singkat saja ku ingin menceritakan apa yang kurasakan sekarang. Perjalanan ku dengan team paduan suara ku menuju international competition tinggal menghitung bulan, tapi semakin kesini semakin kurasa sesak di dada. Tanggung jawab ku sebagai dana usaha bagian sponsorship mencekik habis nafas ku, dan entah berapa lirih yang selalu keluar dari dalam sanubari hati yang terdalam. Kini di tambah lagi perasaan "terasingkan" dari sahabat-sahabatku, entah semacam perasaan sentimentil atau memang nyatanya seperti itu, aku merasa bahwa ada satu tembok yang muncul dari mereka terhadap diriku. Mungkin karena status mahasiswa yang melekat di diri kita berbeda jauh. Sejujurnya aku tidak ingin ada suatu "gep" semacam itu di antara kita, karena aku sudah menganggap mereka semua keluarga kedua ku, namun nyatanya "gep" tersebut semakin nyata terlihat. Hal itu membuatku tercekik dari hari ke hari, membuatku jengah dan ingin berteriak "bisakah kalian memahami ku seperti kalian memahami sesama kalian?." Tapi apa daya, itu hanya akan terpendam di hati ku yang terdalam, tanpa aku ingin memberitahu mereka.

Tapi di balik itu semua, dapat ku tarik pelajaran, bahwa aku harus bersifat professional ketika aku berorganisasi, kesampingkan rasa itu dan teruslah produktif. Karena ku yakini sabarku, lirihku, pedihku yang ku bungkam dalam hati pasti di lihat oleh Allah dan Dia pasti akan memberikan "hadiah" istimewa kepada ku di waktu yang tepat sesuai suratan yang Ia takdirkan. Selamat sore para dream catcher

teruslah berlari menyusuri lautan,
sekalipun orang-orang menghujammu,
bahwa kamu akan tenggelam disana

Sunday, March 31, 2013

The mean of processes

Minggu, 31 Maret 2013

Selamat malam penjaring mimpi di jagat raya, malam ini aku kembali menorehkan secarik tulisan ku. Malam ini aku sungguh mendapat sebuah kesamaan pandangan dengan sahabatku, yaitu THE MEAN OF PROCESSES. Aku kini sudah berkembang dan  tumbuh menjadi remaja yang sebentar lagi memasuki usia 20 tahun (tepat di Agustus tahun ini). 19 tahun aku hidup dengan kecintaan ku dan hobby ku dengan musik dan lagu. 19tahun aku merangkak membuktikan kepada keluarga ku bahwa hobby ku ini bukan sekedar hobby yang sekali lewat, dan sekarang?, insyaAllah aku akan mendekati gerbang pembuktianku, bahwa hobby ku (bernyanyi) dapat membawa ku sampai menyebrang ke Vietnam (di bulan Juni nanti) untuk melantunkan nada-nada indah bersama team paduan suara kampus ku, sekaligus membawa nama baik Indonesia di mata dunia. Inilah aku Widiyoko Indrarto, bocah yang dulunya pemalu, telah bermetamorfosis menjadi sosok yang percaya diri, di percaya menjadi divisi dana usaha sponsorship untuk team paduan suara ku (posisi yang menurut ku amat penting), dan aku kini mempelajari bahwa mimpi ku memang di takdirkan untuk melekat di dalam kehidupan nyata ku dan semua itu aku percayai akan indah pada waktuNya asalkan aku mengerti, sabar & menghargai segala PROSES menuju ke mimpi ku itu yang di suguhkan oleh Allah. Terimakasih Allah atas segala skenarioMu atas mimpi ku. Akhirnya sebentar lagi aku akan merasakan pergi keluar negeri bukan karena uang, bukan karena fasilitas, tapi karena hobby dan kecintaan ku akan musik yang di anggap sebelah mata oleh sekitarku. Alhamdulillah dan syukur ku panjatkan kepadaMu.

Kutipan yang sama dengan kata hati ku yang terlontar dari sahabat ku malam ini adalah

"Gua menganggap ini bukan kompetisi, bukan keluar negerinya, bukan menangnya, tapi semua ini prosesnya." - Muhammad Fadly, 20 tahun, asal Makassar.

Terimakasih ya Allah atas karuniaMu melalui sahabat sahabat luar biasa seperti mereka.

Friday, March 29, 2013

Defying Gravity

Sabtu, 30 Maret 2013


Di sabtu pagi yang cerah, kembali kini ku torehkan secarik tulisan di teman setia ku ini.Di pagi ini, ku membuka akun YouTube ku seperti biasa, video pertama yang ku cari adalah video Paramadina Choir yang telah di ungguh oleh salah satu seniorku. Ku lihat setiap video mengenai Paramadina Choir, ku resapi setiap moment yang ada di video itu, kurasuki sedalam-dalamnya segala hal-hal kecil yang kudapati di Paramadina Choir selama 2 tahun aku berkecimpung di dalamnya, belum lagi ku tambah playlist Tears Of Love dari duo akustik gitar favorite ku Depapepe, makin lah rasa haru dan bangga di hati ini berkecamuk. Di setiap video Paramadina Choir yang ku perhatikan, ku lihat dan ku rasakan perkembangan yang sedikit demi sedikit terus meluas secara pasti. Ku rasakan setiap tahun ku di Paramadina Choir terus berkembang setiap harinya tanpa henti, ku nikmati segala inchi perkembangan di dalamnya. Dan kini ku sadari, aku sudah jauh berkembang pesat dan aku sudah berbeda dari indra sewaktu aku SMA, aku sudah jauh melangkah, bahkan melampaui pribadiku yang dulu. Bersama keluarga kecil ku di kampus (Paramadina Choir) aku berkembang menjadi pribadi yang semakin produktif dan bermanfaat bagi orang lain (insyaAllah). Dan bersama mereka lah aku belajar "bagaimana caranya meniti kesuksesan dari level terendah."

Dan kini, aku dan keluarga kecil ku ini (Paramadina Choir), sedang dalam proses menuju level selanjutnya yang lebih tinggi dalam dunia paduan suara. Dan pengalaman ini adalah pengalaman pertama kali kami, sekaligus jawaban Allah atas usaha kami, pengorbanan kami, lantunan nada yang terlontar tiada henti dari mulut kami, yakni International Choir Competition Hoi An,Vietnam. Doakan kami supaya kami bisa membanggakan Negara, membanggakan kampus, dan juga membanggakan setiap orang yang tidak pernah lelah untuk terus mendukung setiap langkah kami dalam mengais mimpi. Disini kami bersama sedang dalam proses DEFYING GRAVITY (seperti lagu yang selalu kami bawakan), membuktikan kepada semua bahwa mimpi kami bukan isapan jempol belaka, mimpi kami akan nyata terpampang di depan mata, kalau kami yakin, usaha tiada henti, dan percaya Allah selalu menjaga setiap derap langkah kami dalam merengkuh mimpi.


Bersama-sama kami akan merengkuh mimpi kami, mimpi yang insyaAllah akan bermanfaat bagi kami dan bagi semua insan yang mendukung kami dari belakang. Paramadina Choir goes to International Choir Competition Hoi An,Vietnam.

"tidak ada kata lelah bagi matahari untuk menunjukkan dirinya di pagi hari,
begitupun kita juga tidak boleh lelah untuk mengejar mimpi gemilang kita"

Perjalanan ku untuk mama

Selasa, 26 Maret 2013

Selamat malam semua, kali ini saya hanya ingin sedikit curhat atas kerinduan saya dengan almarhumah mama saya. 8 tahun sudah mama pergi ke haribaanNya mendahului saya dan kaka kaka saya serta papa saya, rindu masih terasa pilu di hati, sesak moment itu juga masih kuat di ingatan. Kembali ku melihat album album semasa kecil ku yang beruntung memiliki kenangan dokumentasi dengan mama (maklum mama gak terlalu suka di foto). Sekelebat langsung terbayang dalam benak "alasan apa yang mendasari aku masih bertahan hidup untuk berjalan mengarungi hidup?," "alasan apa yang mendasari aku harus tetap kokoh berdiri megais mimpi ku?," "alasan apa aku harus mejelma jadi sosok anak manja kesayangan mama, menjadi anak yang kuat dalam menghadapi masalah?." Rentetan pertanyaan itu ludes telibas rentetan foto yang ku temukan. Jalannya hanya satu "aku di sini, dengan segala perubahan yang ku miliki, hanya bermuara ke satu arah, yaitu MAMA."

Dulu ku ingat, betapa mama sungguh menyayangi ku dengan sepenuh hati, beliau selalu menuruti apapun yang aku minta tanpa bilang "tidak" hanya jawaban halus yang terlontar darinya ketika dia berusaha menolak permintaan ku "nanti ya dek, kalau mama sudah punya uang, adek bisa beli itu. Sekarang adek belum butuh." Alasan itu tetap tidak ampuh bagi ambisi ku untuk mendapatkannya, alhasil mama membiarkan aku merengek sambil bergumam "nanti juga capek sendiri." Betapa itu semua sekarang menjadi kenangan lucu yang melekat dalam otak. Betapa lucu aku mengingat dulu aku anak manja, egois, dan tidak bisa menerima permintaan ku di tolak mama.

Malam ini, semua itu kembali merasuk ke dalam memori ku. Aku mem-flashback sangat jauh atas hidup ku yang sekarang. Sungguh aku rindu aroma masakan sederhana mama, yaitu mie goreng dengan telur orak arik di hari minggu, masakan itu yang bisa membangunkan ku dalam lelapnya tidur. Rindunya diriku atas sosok mama yang selalu menemani ku menonton tv dan bertanya "gimana sekolahnya tadi dek?," rindunya aku dengan rutinitas keluarga ku membuat kue menjelang hari raya, rindunya aku dengan sosok mama ku yang sibuk mempersiapkan hari ulang tahun ku yang ke-6, rindunya aku dengan sosok mama yang selalu bilang "ini nih anak bontot kesayangan mama," rindunya aku dengan segala atribut mama yang melekat kuat di benak ku. Kini?, aku hanya bisa berjuang di sini, memperjuangkan mimpi ku, untuk mama terkasih yang sudah 'tidur' sembari memperhatikan ku.

Sekarang aku sudah bukan indra kecil kesayangan mama seperti dulu lagi, aku sudah survive dengan tenaga dan asa ku dalam meraih cita-cita ku, kini aku sudah mejelma jadi indra berusia 19tahun yang akan berjuang mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional bersama team choir kampus ku, dan semua ini ku sadari bahwa kepergian mama membuat ku selalu ingin melakukan hal yang membanggakan di dedikasikan untuknya. Dengan kepergian mama, aku sadari Allah dan alam ingin aku belajar menjadi anak bontot yang kuat dan manja akan kasih sayang mama. Di sini indra berjuang untuk mama, melangkah untuk mama, apapun hasilnya aku hanya berharap mama bisa bangga dengan torehan 'tinta' dalam 'kertas' hidup ku.

Selamat beristirahat mama, aku di sini untuk mama. Pantau terus anak mu ini berkembang, insyaAllah aku bisa membanggakan mama kelak. I miss you mom.