Tuesday, May 14, 2013

Satu Kata

Tak jarang, dahulu ku sering merasa bahwa dia adalah wanita yang sungguh bawel di dalam urusan pergaulanku. Ya, dia adalah ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering merasa bahwa dia adalah wanita yang terlalu over proteksi terhadap hidupku. Ya, dia adalah ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering merasa lelah selalu di ingatkan dalam segala hal olehnya. Ya, dia ibuku
Tak jarang, dahulu ku sering geram ketika ia begitu terlalu sering menyuruhku ini itu. Ya, dia ibuku

Sekarang, ku sadari satu hal, bahwa,

Ia begitu  bawel dalam pergaulanku, karena ia adalah ibu yang melahirkanku, wanita satu-satu nya yang tak ingin melihatku terjerembab di dalam lubang keputus asaan. Karena hanya ibu ku satu-satu nya orang yang akan selalu attention atas perkembanganku di kala semua di sekelilingku tidak mau tau tentang perkembanganku
Ia selalu over protektif kepada hidupku, karena hanya dia wanita satu-satunya yang ingin tau segala perkembangan kehidupanku dan menghalangiku terjebak jalan yang salah, ketika sekelilingku tidak perduli apakah jalan yang ku ambil itu adalah jalan benar ataukah jalan yang salah
Ia selalu mengingatkan ku dalam setiap langkah hidupku, karena hanya dia wanita satu-satunya di dalam hidupku yang dengan ikhlas menjadi penunjuk arah kehidupanku, ketika di sekelilingku bahkan tidak akan mencariku ketika aku tersesat dalam luasnya hidup
Ia selalu menyuruhku ini itu, karena dia satu-satunya wanita di dalam hidupku yang ingin melihatku berkembang pesat dalam hidup, ketika di sekelilingku tidak sudi memperhatikan apakah aku bisa berkembang di dalam hidup atau tidak

Kini teramat sangat ku yakini bahwa kamu sudah tenang di Rumah Tuhan wahai mama ku tersayang, terimakasih banyak ku ucapkan kepada Allah SWT telah mengkaruniai sesosok mama yang begitu luar biasa di dalam hidupku seperti dirimu. Maafkan aku jika selama ini aku begitu banyak salah kepada mu dan belum sempat membuatmu bangga, tapi sekarang aku dalam proses ingin membuatmu tersenyum disana, sekalipun kita terpisah begitu jauh dari jarak dan waktu.

Terimakasih MAMA KU.

Saturday, May 11, 2013

Ku Bersyukur

Hujan kembali membasahi tanah Jakarta, dingin serentak menyeruak ke dalam pori-pori kulit. Sejenak ku mainkan lagu Sherina - Ku Bahagia, ku resapi setiap baris lirik nya, ku amati makna itu semua terdalam. Ku mencoba merasuki seluruh relung fikiran ku dengan lirik-lirik itu, akhirnya ku temukan satu kata yang terpatri di hatiku, yaitu KU BERSYUKUR. Ya!, ku bersyukur apa yang aku miliki sekarang, apa yang bisa ku hirup sekarang, apa yang bisa ku makan sekarang, apa yang bisa ku perjuangkan sekarang, dan ku bersyukur aku memiliki sahabat seperti mereka. Mereka mengajarkan ku untuk tegar, untuk kerja keras, untuk sabar dan mereka juga mengajarkanku untuk bersyukur. Ku bersyukur memiliki sahabat seperti mereka. Terimakasih ya Tuhanku.

Maybe you can find a statement about "ex girlfriend"
But you can not find out the statement about
EX BESTFRIEND

Friday, May 10, 2013

Ada Rasa Itu Kembali

Senyum, ya senyum adalah senjata ampuhku menutupi kerapuhan ku. Ku selalu berhasil membuat sekitarku berfikir "yoko adalah anak yang periang," sungguh ku berhasil. Tapi kala aku sendiri, kala kepala ini sudah tidak sanggup menopang segala beban, ketika bahu ini begitu berat untuk ku gerakkan, ketika kaki ini begitu linu untuk ku seret, dan ketika hati ini sudah terlampau keras untuk mengeluarkan isi nya. Rasa kangen mama yang begitu menderu-deru begitu keras berteriak dari dalam sanubari, ingin rasanya saat itu juga aku berlari ke mama, memeluknya begitu erat, berkeluh kesah dengannya perihal apa yang ku raih dalam perjalanan hidupku. Tapi......ITU TIDAK BISA!!, ya itu sungguh tak mungkin. Beliau sudah begitu tenang di Rumah Tuhan, beliau sudah habis perannya dalam film Tuhan, beliau sudah pensiun dari adegannya. Ketika ku tertegun dan terhentak dengan pernyataan itu di otakku, seketika aku diam, diam membisu dalam pilu sanubari ku. Setetes, dua tetes, hingga tak terhitung beberapa tetes air mata ini membasahi mata dan pipi ku. Ku hanya bisa memutar lagu-lagu yang bertemakan rasa rindu dan sayang kepada mama, ya hanya itu yang bisa ku lakukan ketika aku merasa tak kuat menghadapi dunia ini dan ingin bertemu dengan mama, di balik tangis ku, gejolak hati ini bermain begitu gemuruh di dalam dada, rentetan kekesalan, rentetan rindu ku kepada mama, dan rentetan pilu yang terus menusuk sudah tidak dapat lagi ku atur sebagaimana mestinya mereka di tempatkan di ruang hati ku. Ketika semua itu menjadi satu, hanya satu pikiran di benakku "Mama, aku disini, aku masih membutuhkan peluk dan kasih mu. Aku haus akan kasih sayang seorang ibu kepada ku." Tapi ketika ku merasa sudah cukup tenang dan legowo dalam menghadapi semua kemelut ku, aku memutuskan untuk kembali menorehkan senyum ku di wajahku, ku persembahkan senyum kepada dunia, keluarga, sahabat, dan alam. Ku proyeksikan diriku sedemikian rupa, untuk tak terlihat rapuh dan hancur lebur ketika aku merasa letih menghadapi dunia.

Wednesday, May 8, 2013

Titik Jenuh

Sudah H-1 Bulan Team Paduan Suara Universitas ku akan menjalankan misi budaya membawa nama harum Indonesia di kancah Internasional. Semakin kesini, semakin kurasa jenuh rasanya. Semua yang masuk ke dalam otakku serasa membuatku jengah, sekalipun bisa saja itu hanya respon wajar dari beberapa orang. Jengah dan merasa "useless as a member" meranda hebatnya di dalam sanubari, entah aku harus berbuat apa. Bingung, ya aku bingung. Aku merasa aku memiliki sahabat yang selalu di sisiku, tapi entah mengapa, tidak ada niatan dari sanubari ku untuk membagi apa yang ku benam di dalam otakku, antara aku merasa tidak ingin membebankan mereka, atau memang aku merasa belum saatnya aku membagi semua dengan mereka. Aku semakin sesak menerima segala masukan ke dalam hati dan fikiran yang mencekik setiap saat tiada henti, tidak ada teman untuk berbagi dengan sesama. Mungkin dari posisi ku di team tidak begitu penting ataupun tinggi layaknya ketua paduan suara ataupun ketua kontingen, tapi ku hanya ingin mereka tau, bahwa aku disini sebenarnya membenam apa yang tidak aku suka dari respon beberapa orang yang menurutku tidak pas untuk di keluarkan di timing seperti ini.

Mungkin sudah tabiatku untuk lebih nyaman "bermain" sendiri tanpa "mengoper" nya, aku hanya berpasrah kepada Allah, semoga Dia menguatkan tekad, langkahku, dan tidak pernah mengeringkan peluh ku dalam setiap inci langkah pencapaianku. Aku butuh hati ku di kuatkan dan di kosongkan dari semua kepenatan ini, sejujurnya aku LETIH.

Saturday, April 27, 2013

proses

Selamat siang para dreamcatcher :D, Sabtu,27 April 2013

Sudah lama gak nulis di blog tercinta. Waktu begitu banyak tersita dengan rutinitas yang menggila. Tapi kalau  kata teman, "jangan banyak ngeluh!." Yap!!, benar, diriku tidak boleh banyak mengeluh atas apa yang ada di dalam perjalanan hidupku, termasuk dengan rutinitas gila ini. 

Hm....apa ya yang ingin saya sampaikan disini?, gak banyak sih yang ingin saya ceritakan kali ini. Tapi satu yang ingin saya sporadis kan kepada pembaca, yakni PROSES. Ya,PROSES itu adalah unsur penting dalam sebuah perjalanan sekecil apapun itu. Tanpa proses, hasil mungkin bisa didapatkan, tapi meaning nya gak akan sampai di dada terasanya. Dan di dalam team yang akan berangkat ke Vietnam, aku begitu banyak mendapatkan arti sesungguhnya dari kata PROSES. Ya, awalnya aku begitu sensi melihat apapun yang menurutku tidak sesuai dengan ide dan ekspektasiku di dalam team, aku sering frustasi, menyendiri, bahkan sampai banyak yang menegurku karena merasa risih dengan tingkah ku. Tapi makin kesini, rasa sensi itu sirna satu per satu. Aku sudah mulai bisa bersabar melihat fenomena-fenomena yang seringkali menghujam jantungku, bak di khianati sejuta teman. Aku juga sering mendapatkan sikap "atasan dan bawahan" secara verbal oleh beberapa lapisan, aku juga pernah merasa di "lepas" tanpa bimbingan dalam menjalani tugas-tugasku. Tapi kini aku sudah bisa tetap tersenyum sekalipun itu menghentakkan sanu bari ku, aku masih bisa berdiri, aku masih bisa tangguh, aku masih bisa gerak lincah mencari peluang, aku masih bisa mempersembahkan yang terbaik dariku untuk team. Karena aku beranggapan, bahwa semua ini adalah PROSES untuk team ku menuju Vietnam. Satu yang ku pegang, waktu dan keadaan akan menunjukkan dengan sendirinya, yang mana sahabat, yang mana teman baik, yang mana teman baik, dan yang mana teman formalitas. Terimakasih yaAllah atas karuniaMu sehingga aku masih bisa berdiri tegar di dalam PROSES perjalananku ini. Bermimpilah, nikmati prosesnya, dan cicipi manis, asin, asam, pahit dari hasil yang engkau dapat melalui racikan PROSES ala diri kalian sendiri dreamcacther. Selamat sore.

"jika kamu sudah berusaha sekuat tenaga,
maka biarkan Tuhan menunjukkan jalanNya,
dalam menjawab atas hasil dari usaha yang kau tekuni" 

Sunday, April 14, 2013

Lirih ku

Minggu, 14 April 2013

Di luar hujan, deras terus menetes tepat di teras rumah ku. Ku renungkan dalam-dalam, dan ku temukan bahwa ya!!, usia ku sudah 19 tahun. Sudah sebesar ini ku di lahirkan oleh mama di dunia, sudah sedewasa ini aku selalu di manja oleh nenek ku, namun sudah sebesar ini pula aku belum bisa membanggakan almarhumah mama dan nenekku, malah dahulu aku terkadang membuat mereka menangis karena rengekanku. Kali ini, hujan ini menyadarkanku bahwa betapa sungguh beruntungnya aku di lahirkan dari mama yang hebat seperti mama ku, betapa beruntungnya aku di manjakan oleh nenekku yang selalu tulus,bahkan rela menyisihkan uang pensiun lansia nya untuk uang saku ku ke Vietnam nanti. Betapa Allah merahmati segala hal yang terbaik dalam setiap jengkal perjalanan hidupku, Allah menyematkan mereka yang begitu tangguh untukku, ku bersyukur kepadaMu yaAllah atas karuniaMu melalui perantara mereka. Kini di hidupku hanya tinggal nenekku tercinta, mamaku terlebih dahulu pergi menghadap ke RumahMu, entah apa yang bisa ku bayangkan, jika aku belum bisa wisuda sebelum nenekku engkau ambil dari hidupku kelak. Jika memang itu terjadi, musnah sudah harapku membahagiakan dua orang berarti dalam hidup. Ku mohon yaAllah, jaga almarhumah mama di sisiMu, karuniai nikmat sehat kepada nenekku, dan aku hanya ingin satu, jadikan beliau perantara mamaku untuk melihatku sukses dengan segala prestasiku, jerih payahku dan semua yang terbaik dari dalam diriku. Aku mohon berhenti sejenak membuat hatiku lirih tak tertahankan, merintih kesakitan setiap malam mengenang mamaku. Jangan dulu Engkau ambil nenekku dari sisiku, izinkan dia tetap di sisiku sampai nanti. Perih di hati begitu masih terasa mencekam, aku akan begitu semakin rapuh ketika nanti nenekku pergi dahulu, semakin aku tidak memiliki alasan untuk tetap "mengapung" di lautan kehidupanMu ini yaAllah. Jadi, ku mohon jagalah nenekku dengan nikmat sehatMu.

"selalu ku ingat pesan mama,
jika kamu sudah berusaha maksimal,
Izinkan Tuhan menunjukan jalanNya kepadamu" - Merry Riana

Kikisan Kepercayaan

Minggu, 14 April 2013

Hola :D, kembali ku ingin bercerita di blog ku teman setia sepanjang masa ku ini :D. Hari terus semakin terus bergulir, semain cepat waktu memakan setiap detik nafas ku. Di perjalanan itu ku rasakan dua hal besar yang berkecamuk di dada ku, perasaan bangga karena keberangkatan ku dengan team paduan suara semakin dekat untuk membanggakan kampus ku dan nama Indonesia di kancah internasional. Namun di sisi bangga itu ku rasa ada sesuatu yang mengganggu dan mengikis kepercayaan ku kepada orang orang yang ku anggap saudara ku sendiri di paduan suara ini, yakni sahabat sahabatku. Semakin terlihat jelas beda "menu" persembahan yang mereka suguhkan kepada ku, pandangan ku semakin kuat, ketika ku tahu bahwa banyak orang orang di sekitarku yang merasakan itu muncul di sikap sikap sahabatku. Semakin habis ku rasa kepercayaan ku kepada mereka. Tapi sudah lah, ada orang yag berbicara bahwa "terkadang kita tidak perlu memikirkan hal yang membuat kita sakit hati, semua itu BULLSHIT." Apapun yang mereka proyeksikan di hadapan ku, aku akan tetap menyuguhkan yang terbaik bagi mereka. Mari membangun semangat dan jaring jaring mimpiku untuk masa depan.