Sunday, April 19, 2015

Lama Tak Berjumpa. Apa Kabarnya?

Halo, sudah lama tak menggoreskan cerita-cerita kecil dalam hidupku dengan medium ini. Kali ini ingin sedikit berbagi rasa rindu, ya rindu kepada teman-teman kuliahku. Teman satu perminatanku (Brand Management) dan teman-teman dekatku. Tahun ini adalah tahun terakhir kami di kampus kecil kami ini, yakni Universitas Paramadina. Kampus kecil di tengah-tengah jalan Gatot Subroto, kampus kecil di tengah-tengah gedung tinggi pencakar langit (sebut saja seperti K-Link Tower, RS Medistra, SMESCO, & banyak lagi gedung pencakar langit lainnya). Kami sekumpulan mahasiswa yang berawal masuk di tahun 2011 sebagai alumni SMA masing-masing yang kemudian bertemu melalui acara Graha Mahardika Paramadina (GMP) -- ya bisa dikatakan sebagai masa orientasi -- dan bertemu dengan kawan-kawan dari seluruh penjuru Indonesia. Baik sama-sama anak Jakarta, bahkan sampai anak dari Makassar, Aceh, Bandung, Majalengka, dll. Kami bertemu pertama kali dengan sejuta angan dan mimpi di benak kami masing-masing. Bertemu, berkenalan, bersenda gurau, menjadi teman satu perminatan, hingga menjadi teman akrab dan sahabat karib.

Perjalanan masa studi kami terasa cepat (bagi saya). Dulu, rasanya masih jadi anak SMA yang datang ke kampus ini diantar dengan sanak keluarga, menerjang macetnya arus lalu lintas Jakarta hanya demi kelas di pagi hari buta (kenapa pagi hari buta? Karena kelas terpagi di Paramadina tidak seperti kampus lainnya, sebut saja Binus, UNTAR, dll yang mulai perkuliahan jam 8 pagi. Kita? Jam 7.00 pagi sudah harus bertatap muka dengan rangkaian presentasi dosen). Semester 4-6 rasanya Semester tersibuk bagi kami anak-anak Brand Management. Banyak urutan antri tugas-tugas kuliah, baik dari individu, kelompok, menjawab pertanyaan, membuat esai, hingga membuat rancangan kampanye suatu merek. Ya itulah sensasi dari perminatan kami, "menusuk" diawal, "membinggungkan" diakhir. Rasanya dulu kami seringkali menghabiskan waktu di kost-an teman untuk mengerjakan tugas, menanti kelas yang jedanya cukup jauh, & hingga pulang ralut hanya untuk berdiskusi menyelesaikan tugas. Masa itu juga tak jarang jadi masa yang selalu menjadi momen "adu otak" antara kami (khususnya tugas kelompok) & saya termasuk orang yang selalu bilang "oke manutlah sama kalian" ketika dua teman saya yang cerdas dan perfectionist beradu argumen menyelesaikan tugas -- nama mereka Nina dan Inge :D -- dan siap dipresentasikan keesokan harinya. Ya....saya rindu masa-masa payah kami saat itu. Rindu berargumen dengan mereka mencapai hasil yang terbaik untuk kami (karena bagi kami, kadang terbaik dalam kelas tidak menjamin terbaik untuk kami). Saya rindu semua kaleidoskop itu.

Sekarang, kami sudah menjelma menjadi calon-calon Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Ik) dengan masing-masing objek, pembahasan, & metode skripsi kami. Bahkan sahabat-sahabat karib saya -- sebut saja Muhammad Fadly, Yudhita Anugerah Putri -- sudah selesai menuntaskan masa studi mereka, dan tulisan ".S.Ik" sebentar lagi akan bersanding di belakang nama lengkap mereka. Mereka adalah dua orang yang saya kenal secara tak sengaja. Mulai dari Fadly, saya gak tau keberadaan dia kalau tidak "cinta" mati sama Paramadina Choir (sampai detik ini), sempat satu kelas juga dan "berkompetisi" kelompok juga. Odhit (panggilan untuk Yudhita) saya bertemu dengan dia di Facebook awalnya, lalu ketemu di GMP & malu-malu bertegur sapa karena.....takut salah orang (tengsin parah kalo sampe salah orang). Tapi ya itulah Mahasiswa, semua akan ada fasenya untuk menyelesaikan tanggung jawabnya masing-masing dan akan begitu banyak kenanagan yang lucu untuk diingat nantinya.

Apa kabar kalian semua sahabat terkasih ku? Baik yang sudah (mau) resmi jadi S.Ik dan yang sedang berjuang mendapatkan gelar S.Ik (seperti saya). Kabar baik kah kalian semua? Berjuanglah tanpa henti kawan-kawanku. Aku senang berjumpa kalian, berproses dengan kalian, sayang kepada kalian, & yang terpenting mengenal kalian adalah suatu cerita yang unik. Teruslah mengukir angan kalian dengan orisinalitas kalian masing-masing, pantang menyerah, tetaplah tersenyum apapun kondisinya, dan yang paling aku harapkan, semoga yang rindu, dan sayang dengan segala warna yang tercipta ini bukan ganya saya seorang, melainkan kalian juga merasakan apa yang saya rasakan. Teruslah semangat orang-orang terkasihku. Sampai jumpa di masa depan dengan cerita kebanggaan masing-masing dan mari jaga ikatan kita ini :D.