Friday, June 14, 2013

Bukan Berarti

Senyumku bukan berarti, tawa bahagiaku
Murungku bukan berarti, sedih senduku
Candaku bukan berarti, riangnya hatiku
Tangisku bukan berarti, hancurku

Namun

Haruku adalah sikap penghargaan atas pencapaianku yang kadang orang lain mengacuhkannya,
Tetes air mataku adalah sikap penyampaian letihku kepada dunia di saat orang lain cenderung tidak mengerti apa yang ku maksud ataupun yang ku mau,
Kata-kata bijak yang terlontar dari bibirku adalah simbolisasi penguatan diriku di saat aku tau sesungguhnya semua elemen di sekitarku hanya kamuflase sesaat yang begitu menyayat hati ini
Kerelaanku adalah simbolisasiku mempasrahkan sesuatu yang sesungguhnya itu begitu menghancurkan hatiku, ketika ku tau ribuan kilo kaki ini menempuh jalan menemaniku dan TIDAK ADA YANG MENGINDAHKANNYA.

Segala kamuflase yang ku lakukan BUKAN BERARTI aku bermuka dua, hanya saja aku tidak ingin kalian melihat kerapuhanku dan aku tidak ingin kalian mengasihaniku karena ku minta.

Thursday, June 13, 2013

Rasanya Ingin Menangis

Entah apa yang menggelayuti sanubari ini, entah sedih apa yang menyambangi hati ini, entah haru apa yang tak kunjung henti berkabung di hati ini. Yang pasti, hati ini rasanya ingin menangis. Kaki letih berjalan, otak letih bekerja, dan hati letih merelakan apa yang seharusnya menurutku tak pantas aku relakan. Hati ini lelah memendam. Memendam yang seharusnya orang tau karena aku manusia biasa. Intinya aku ingin menangis

Monday, June 10, 2013

Senyumku Sedihku

Alhamdulillah konser Paramadina Choir sudah berjalan dengan baik, senang rasanya, haru juga menyeruat di dalam dada. Perjuanganku bersama teman partnershipku mencari sponsor sudah selesai akhirnya, di tutup dengan rasa bangga dan senang pada kemarin malam. Namun ada satu rasa sedih menggelayuti di benak ku, hal sepele sih memang, tapi bagiku itu simbolisasi sebenarnya yang bagiku satu alat bukti juga perjuanganku. Waktu 6 bulan berlatihku tidak terbayar dengan tidak adanya wajahku di buku program yang di bagikan ke seluruh penonton, semua respon menyeruak, bahkan tak sedikit ada yang berfikir itu unsur ketidak sengajaan. Namun di balik kesedihanku, aku tidak ingin menjadi sosok yang gila akan attention, aku hanya berfikir memang itu hanya kesalahan biasa yang dilakukan oleh manusia, tidak perlu di besarkan cukup maklumi saja. Yang terpenting aku bernyanyi dari hati, tampil yang terbaik, tugasku selaku sponsorship sudah di ambang pintu finish dan aku senang aku bisa sampai tahap ini.